Helmi Tampil di Tipi

Aku anak ke 4 dari 6 bersaudara, 2 adikku Helmi dan Wina. Kedua adikku sangat dekat denganku, bahkan Wina yang kini menjadi wartawan tinggal bersamaku. Sementara Helmi yang baru saja menikah, sering juga nongkrong di rumahku sambil bermain PS sama anakku Haekal.

me, sister and Brother 

Helmi sekarang bekerja di tempat kaka pertamaku, selain itu dia  juga dipanggil pak Ustad, karena memang dia sering berceramah di berbagai tempat bahkan sudah memasuki Kalimantan dan Sulawesi sebagai rambahannya.
 
Cita-citanya dari kecil memang ingin menjadi seorang Kiai. Kata ibuku, dulu ketika bapakku masih aktif di NU dan menjadi ketua cabang NU, rumahku sering dijadikan tempat musyawarah dan munaqosah para kyia Sukabumi, si kecil Helmi selalu tidak pernah ketinggalan untuk menyambut dan  bersalaman dengan para kyai itu. Jadi syukur, sekarang dia bisa menjadi guru dan ustad.

Dari 6 bersaudara, aku salah satu yang paling cuek dan dianggap paling bisa menengahi jika ada suatu masalah baik antara saudara-saudaraku ataupun dengan bapak dan ibuku. Otomatis apapun yang terjadi pada saudara-saudara terutama kedua adikku, biasanya akulah orang pertama yang dikabari. Termasuk kabar mengenai undangan mengisi acara di Indosiar.
 
Berawal dari persahabatan Helmi dengan bang Haji  Taufik Savalas yang tergabung dalam sebuah pengajian. Beberapa kali Taufik menawarkan untuk mempromosikannya di station televisi, tapi dia masih ragu untuk menjawab ’iya’, karena dia memang ingin berkonsentrasi menjadi da’i muda yang intelek, dengan memberikan pencerahan Islam dengan bahasa halus tidak menggurui ataupun diminati karena candaannya.

Akhirnya Bang Haji Taufik mempromosikan ke pihak Indosiar, pihak Indosiar mengundang secara resmi mengisi satu episode di acara sahur di Istana BBM. Waktu yang diberikan adalah 5 menit, formatnya ceramah dan tanya jawab.
 
Di acara ’Sahur di Istana’ ini dia keluar setelah kumandang adzan subuh, waktu yang diberikan  lima menit dengan topik ’Cinta bulan Ramadhan’ .
 
Pada awal penampilannya yang masih nervous …  :) dia menjelaskan bahwa bisa diibaratkan manusia menandatangani sebuah MOU dengan sang pencipta, setelah mendapat persetujuan dan dinyatakan sah, maka keluarlah manusia dalam kekadaan kosong sebutlah ’blank check’.
 
’Tentunya manusialah yang akan mengisi chek tersebut, apakah akan selama kosong atau terisi dengan nilai yang banyak. Puasa oleh Tuhan dijadikan sebagai sekolah atau latihan ruhaniah yang bisa memberi gambaran apa yang harus dituliskan dalam blank chek’ lanjutnya
 
Ketika seorang audiens bertanya bagaimana menanamkan kecintaan kepada anak-anak
 
Menurut Helmi, Peran keluarga dan orang tua sangat besar untuk membentuk anak yang mencintai Ramadhan. Ajaklah anak puasa bersama2, buka, sahur dan sholat berjamaah. Akan indah rasanya anak-anak mencium tangan dan merasakan kebersamaannya. Dan kegiatan itu akan terekam jelas dalam hati anak.
 
Karena waktu memang sangat terbatas maka, penjelasanpun sangat ringkas. Intinya cinta puasa diawali dari keluarga.
 
Selamat buat Helmi semoga menjadi awal langkah menuju era pertelevisian. Tingkatkan terus pengetahuan dunia dan akhirat, tetaplah pada cita-cita menjadi ulama yang intelek penuh dengan pengetahuan yang mendalam tidak dangkal sehinggga semakin digali semakin keluar isi yang bermanfaat.

Ngeblog yuuu ….

Hari ini selasa 17 Oktober, minggu terakhir bulan bulan Ramadhan. Hari pertama belajar blog sama jeng Rizka  (JR)  yang punya blog spirit of me.  

Ternyata spiritnya jeng Riz menular juga, rasa-rasanya kepengen punya blog juga, untuk apa yah ?? nggak muluk dulu deh yang pertama untuk tempat curhat aja kale … selanjutnya seperti kata salah satu bapaknya blog negara ini ‘Budi Putra’ baru deh buat blog yang agak serius sebelum menuju ke serius banget.  

Akhirnya keluar deh blog ini. Tulisan ini saja masih dipaksa jeng Riz katanya sebagai bagian dari pelatihan spirit blognya dia … hehehe ..  trus kita sama-sama buka ’mothercare-ku’ trus melalui tahapan-tahapan sesuai petunjuk dan sampailah pada pengisian tulisan  

JR : ayo mbak sekarang tulis 

Wete : okeh deh … 

JR : aku ke bawah dulu yah ada pak Suryono  

Wete : ehhmmmm iya deh (trus buka word and mikir tulisan deh .. hehe)  

Beres juga nih latihan pertama dari jeng Riz, tinggal posting aja. Seneng juga punya blog, sambil degdegan, abis emang si wete gatek banget nih.  

Thanks alot yang jeng Riz …. Udah  mau digangguin. ini baru hari pertama besok2 pasti lebih sering lagi.  Gapapa kan ??