HP Gate

Siang hari sebelum persiapan Gala Dinner saya dan EI sempat melihat-lihat Central Market yang terletak tepat disamping Hilton Hotel. Central Market itu bukan Mall, tapi pasar tradisional yang menjual buah-buahan, daging, juga pakaian dan souvenir. Kalau di Jakarta kaya pasar blok A kali ye …, tapi disana bersih banget. Toko daging dilengkapi dengan lemari pendingin, buah-buahan terlihat segar dan bersih. Setiap orang membawa keranjang masing-masing. Karena hari itu bukan hari sabtu, jadi Central Market tidak terlalu ramai pengunjung.

  pb160001low.jpg

Maksud kita ke Central Market, melihat-lihat dan membeli minuman dan camilan (maklum di hotel mah mahal …. J ) dan kebetulan WW juga minta dibelikan any juice or coffee.   Dengan langkah mantap, kami berjalan mengelilingi Central Market dan melihat suasana disana. Karena masih bingung jadi kita hanya melihat-lihat saja souvenir yang ada disana dan membandingkan harga … (uuuh dasar ibu2).  

Akhirnya kami menemukan sebuah restaurant ’Asia Gourment’ namanya. Kami membeli sebotol juice untuk WW. Setelah selesai transaksi kami meninggalkan restaurant menuju close supermarket untuk membeli air mineral.  Wajah EI sudah terlihat pucat, dan memang ternyata dia tidak enak badan. Kami cepat-cepat kembali ke hotel agar bisa istirahat sebentar.

Jam 5.00 pm kami dibangunkan oleh suara tlp dari panitia yang mengabarkan bahwa kita harus siap jam 5.45 pm. Dan pada saat itu jugalah EI menyadari bahwa Hpnya tidak ada di tas.  Kami sibuk mencari disetiap sudut kami, di tas, dan dimana-mana. Sampai akhirnya EI menyimpulkan bahwa memang hpnya hilang.  

Kami termenung sejenak mengingat-ingat yang terjadi. Akhirnya Ei menceritakan ke WW tentang kehilangan itu. Dengan tenang WW memijit hpnya untuk menghubungi hp EI. Dijawab oleh seorang wanita yang bilang bahwa telp tertinggal di restaurant Asia Gourment di central Market.  EI segera menuju Central Market, tapi lagi2 kecewa karena sudah jam menunjukankan jam 05.00 pm semua toko di central market sudah tutup. …….  

Paginya dengan harap-harap cemas saya dan EI menuju restaurant Asia Gourment. Dan ternyata hp tersimpan rapi didalam laci. Menurut pemilik restaurant, diapun tidak mengetahui ada hp yang tertinggal sampai seorang pengunjung memberitahukannya.  Wah, Selamat yah EI akhirnya hp nggak jadi ilang deh …… padahal dah siap beli baru kan.. J

First Day

Australia Indonesia Business Conference 2006 ini berlangsung selama 3 hari (15 -17 November 2006) 3 Menteri dari Indonesia menjadi pembicara, Purnomo Yusgiantoro (mentri ESDM), Freddy Numbery (Menteri Kelautan) serta Sri Mulyani Indrawati (Menkeu).

Sementara itu Bos WW tampil dalam 2 acara speaker di acara Conference Dinner bertempat di Glen Ewin Estate dan menjadi moderator dalam panel interview dengan Dubes Indonesia untuk Australia Bp. Hamzah Thayeb dan Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer.

Gala Dinner diadakan jauh dari tempat conference berlangsung (Hilton). Gala Dinner dengan Wimar Witoelar bertempat disebuah perkebunan anggur di pinggiran kota Adelaide, Glen Ewin Estate, Lower Hernitage Road, Houghton berada diatas bukit dengan udara yang dingin.

Jam 15.45 Rombongan kecil IMX  berangkat dari Hilton menuju Glen Ewin Estate tentunya masih dengan menggunakan ‘London Cab’ dong. Turut dalam rombongan kami Collin Brown dari AIBC yang bertindak juga sebagai host pembuka acara.

london-cab.jpg

Dalam perjalanan menuju Glen Ewin kami bercerita berbagai topik, termasuk topic olahraga Bulutangkis. Collin sendiri sudah berada di Indonesia sejak tahun 1972 ( hm, …. Daku baru 1 tahun dan dia dah bisa berbahasa Indonesia)

Sesampai di Glen Ewin Estate, suasana terasa segar khas pengunungan, kalau di kita ya Puncak deh, tapi lebih sejuk Glen Ewin Etate. Hanya bedanya jam 18.30 waktu sana masih seperti jam 15.00 waktu Jakarta. Jadi jam 8 malam bener2 masih terang benderang. Suana menjadi terasa malam ketika jam menunjukan 21.00. Wah pikir saya siangnya panjang banget yah, trus kalau puasa pasti terasa banget lamanya J

Acara diawali coktail party  dan dikejutkan dengan  pertujukan bag pipe yang mengesankan. Eeeh makanannya ada sate juga lho …. uhm enak, padahal dagingnya lokal …..  :) ga ada yang nyelip di gigi.

Tepat jam 19.00 peserta conference dipersilahkan masuk dan mengisi round table yang sudah disediakan. Dan bersiap dengan santapan makan malam dengan main course pilihan beef or fish.   Setiap meja berisi 8. Di meja saya (meja 5) ada Consul Indonesia untuk Perth, Consul Indonesia untuk Sydney.

Collin Brown membuka acara dan memperkenankan WW sebagai spokes person presiden Abdurahman Wahid, juga menjadi juri miss Indonesia, dan juga pengusaha sukses. Wah …. komplit dan bagus banget Collin Brown memperkenalkan WW.

BB WW maju ke podium dan memberikan penjelasan umum mengenai berbagai hal di Indonesia, mengenai kekalahan Bush dan rencana kunjungan Bush ke Bogor. Dan persoalan-persoalan yang serius dikemas dengan santai dan diselingi joke-joke segar, yang membuat hadirin tertawa.

Tanggapan dari hadirin juga sangat baik, terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai kebijakan pemerintah SBY, pengusutan korupsi dan lain-lain.

BB WW cukup lama di podium dari speech sampai tanya jawab kira-kira 2 jam, dengan sambutan yang sangat antusias dari para hadirin. Gordon Blaine sebagai president AIBC dan juga peyelenggara acara kelihatan sangat puas dengan apa yang disampaikan BB WW.

My First Visit To Australia

Hehehe …. Walaupun dah punya blog teuteup aja nggak banyak tulisan yang diposting.
Ada aja alasannya sampai nggak jadi posting …. Tapi yang ini wajib cepet di posting, karena emang seru dan menarik di ceritakan tentang penugasan ke Australia. 

victoria-square.jpg                                                          Bagaimana Australia? saya tidak tahu!. Aduh…rasanya takut menghadapi keberangkatan ke Adelaide bersama bos  EI untuk tugas mendampingi dan menjaga Bos Besar WW yang akan jadi salah satu pembicara dalam  Australia Indonesia Business Conference yang diadakan oleh AIBC. Kata orang masuk Aussie susah. Memang iya … untuk dapat visa saja cukup lama. Soal visa, mereka sangat selektif. Belum lagi (masih kata orang), pemeriksaan dibandara Aussie sangat ketat dan teliti akan menghadang kita …. Wow takuuut.   

Makanya biar tidak kena masalah di bandara, MA teman sekantor saya yang sudah bolak balik Aussie menyarankan supaya tidak membawa makanan ataupun obat-obatan kecuali ada surat keterangan dari dokter. Wah..tambah XXXX. Rasanya, belum selesai menghadapai rasa nervous, sudah ditambah dengan ‘kata orang’soal Aussie.   

Untungnya, BB WW selalu memberikan pencerahan pada saya yang baru pertama kali ke luar negeri. Ia selalu bercerita gimana sih kalau sedang di luar negeri? Khusunya kota Adelaide. Ibarat dosen yang memberikan kuliah pada mahasiswa baru. Jadi enggak tahu deh, sudah berapa SKS yang diberikan WW ke saya. J   

Supaya nanti tidak linglung dan enggak buta-buta banget, saya diajak WW ke Adelaide duluan. Bukan pake pesawat sih, cuma liat-liat lewat google earth. Tapi biar begitu, saya sedikit bisa membayangkan. Alhasil, saya enggak buta-buta amat lah. Setidaknya, tahu sebelah mana hotel Hilton, tempat saya menginap nanti berada.  

Rabu malam, kami (WW, EI dan saya) berangkat menuju Adelaide dengan penerbangan SQ 161 transit di Singapura. Satu jam 30 menit dari Jakarta, perjalanan di lanjutkan dengan SQ 269,    6 jam perjalanan Singapura-Adelaide.  

Rasanya seperti mimpi waktu tiba di bandara internasional Adelaide, kamis pukul 09.00 waktu setempat. Wah mulai dag dig dug nih, terngiang cerita orang yang sulit menghadapi imigrasi.    

Ei dan saya yang degdeg plus berjalan mengikuti wheelchair WW. Diluar dugaan, begitu sampai di loket imigrasi, sudah disambut oleh manager SQ di Adelaide. Dan ternyata rombongan kecil kami masuk tamu prioritas.   

Walhasil, enggak ada tuh yang namanya pemeriksaan super ketat. Mulai proses imigasi sampai urusan  bagasi semua beres dan kilat. Jadi, maaf nih, enggak pake antri deh. Kurang dari satu jam, kita semua sudah berada di zona aman. “Wah penyambutan VIP nih! Begitu kata saya dalam hati.  

Ternyata, kami juga sudah ditunggu president AIBC Blaine Gordon,   pak Willy Salim dan ibu Marike dari AIBC. Sambil menunggu taxi, perjalanan Jakarta-Adelaide dan cuaca yang berubah-ubah di kota tersebut jadi topik utama pembicaraan yang cukup menarik.     

Sedang asyik ngobrol, berhentilah sebuah mobil tua (kalau enggak salah tahun 60an deh) tapi sangat antik. Ternyata itu mobil jemputan kita. Wah lagi-lagi dapat VIP nih, itu pikir saya. Bayangkan, kami di jemput ‘London Cab’, mobil langka yang kata orang Adelaide hanya ada tiga unit dikota itu.   Enggak heran dong, kalau sepanjang perjalanan bandara-Hilton, kami jadi pusat perhatian. Maksudnya, si kuno yang banyak dilirik orang sepanjang jalan. Tapi saya di dalam juga serasa di perhatikan. PD aja, mereka akan bertanya, siapa sih yang duduk didalamnya? Hehehehe…..   Menjadi pusat perhatian sekitar 20 menit, kami akhirnya sampai ke Hilton. Yang membuat saya surprise lagi, ternyata di depan hotel sedang dilangsungkan ‘
Adelaide  Classic Rally’ …. Wow ada Ferari lagi (CCC LLLL …. Ada si kuda jingkrak … heuheuy).  

Hm…amazing!! Cuma itu yang ada dalam benak saya. Takut, nervous yang saya bawa dari Jakarta hilang!. Aneh kan?? Ya jelas saja, masuk VIP, satu hal yang sebetulnya tidak pernah kita bayangkan dari Jakarta.   Anyway, terima kasih WW… kalau bukan karena mendampingi WW, belum tentu saya bisa menikmati fasilitas VIP. Fasilitas yang enggak mungkin bisa dinikmati semua orang (kecuali pejabat kale …. ). J 

Masih banyak cerita lain selama di Aussie ….. tunggu yah besok saya akan ceritakan  pengalaman lain selama di Aussie bersama WW dan EI.