Ulang Tahun Kaka Haekal 25 Desember …

Haekal 

Haekal sering dikatain teman dan keluargaku dengan sebutan ’anak Yesus’ maklum  8 tahun lalu, tepatnya tanggal 25 Desember 1997 jam 00.05 Haekal dilahirkan,  ditambah bapaknya orang Kudus  lagi … :)

25 Desember 2006 jatuh pada hari Senin, tidak ada acara special, tapi karena  sebelumnya dia baru saja menyelesaikan UAS dan ditambah Sabtu dan minggu adalah hari kebebasan buat dia, jadi dia benar-benar menikmati hari sabtu-minggu ini dengan main sepuasnya.

Wah susah, kalo dah main… disuruh sholat harus dengan otot alias marah, suruh ngaji juga harus pake otot, pokoknya apapun yang menjadi kewaiibannya seakan menjadi hilang karena jadwal main. Karuan aku dan suamiku kesal melihat tingkahnya.

Sholat dan ngaji memang aku tekankan terutama pada Haekal yang sudah lebih besar dan lebih mengerti. Biasanya setiap hari sabtu dan minggu saat sholat magrib kami sholat berjamaah, kemudian ayahnya mengajarkan ngaji Haekal, sementara Balya mengaji Iqro denganku dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah. Dan kebiasaan pula, jika Haekal main seharian konsentrasi mengajinya jadi buyar karena kelelahan bermain, kalau sudah begitu … runyam deh jadinya, bapaknya marah dan Haekal juga menangis di kamarnya (sebenarnya haekal  tuh perasa banget dan mudah nangis). Begitu pula yang terjadi malam senin itu, karena seharian main Haekal sudah tidak konsentrasi mengaji dan pasti ayahnya marah,  Haekal masuk kamar dan mengunci pintunya sambil menangis.

Subuh aku bangunkan dia  untuk sholat subuh,  sambil memeluk dan menciumnya aku ucapkan ’Selamat Ulang Tahun yah sayang’, dia menangis dan berbalik memelukku. ’Maafin aku yah bu’ katanya. Sambil mengelus rambutnya akupun mengingatkan dia untuk tidak lupa sholat dan belajar.  Ayah dan adiknya ikut bangun dan  juga mengucapkan selamat ulang tahun.

Wah .. Haekal dapat kado ulang tahun lho dari Bi Wina, coba apa ?? ’Hore aku dapet sepatu bola nih bu dari bi Wina’ katanya sambil lompat kegirangan. Dengan semangat pagi itu juga dia mengajak ayahnya bermain bola di lapangan. Udah pasti deh pulang dengan sepatu dan baju penuh tanah. …. tapi dia kelihatan senang sekali.

Hari itu Haekal sibuk membalas sms yang dikirimkan nenek, kakek, uwa, bibi dan kaka-kaka sepupunya melalui hpku.

Adiknya nggak mau ketinggalan sibuk, di hari ulang tahun kakanya ini dia sibuk memilih baju pesta ( hihihihi … padahal nggak ada acara apa-apa) seharian Balya dengan baju pink-nya.

Kaka Haekal sayang ….
Selamat Ulang Tahun ke-8 yah
Ibu dan ayah nggak bisa kasih apa-apa, hanya do’a yang selalu kami panjatkan kepada Allah, semoga Allah selalu melindungi setiap langkah dan berbuatanmu.

Selalu tetap baik yah ….
Sayang pada ibu, ayah dan juga adik
Jangan mudah putus asa terus usaha untuk mencapai cita-cita
Selalu yakin bahwa usaha dan do’a akan menghasilkan kebaikan dan keberhasilan.
 

Hari ibu 22 Desember

Hahaha … lagi-lagi Balya dasar masih anak itu  selalu saja ember dan nggak tahan untuk bilangin kejutan2 yang sedang dipersiapkan kakanya. Pulang kerja aku, Haekal, Balya dan pembantuku mbak Tuti ngobrol di teras belakang rumah,   Haekal, Balya dan Mbak Tuti, berbisik2 sambil tersenyum2. Karuan aku yang juga ada disitu penasaran dong ada apa sih ??

Balya

Balya segera menghampiriku dan hendak memberitahukan apa yang sedang mereka rencanakan. Dengan cepat Haekal melarangnya, ’Balya, jangan bilang ibu dulu nanti nggak surprise’ . Aku jadi penasaran apa sebenarnya yang mereka rencanakan. Akhirnya aku bilang, ’ Kalau sama ibu nggak boleh berbohong, ibu kan teman kalian juga. Apapun bisa dicerikan ke ibu’. Balya jawab, ’tuh kan kan sama ibu nggak boleh berbohong ka’.

Dengan berat Haekal berkata, ’itu lho bu.. tentang hari ibu’  katanya. Takut mengecewakan mereka, aku tidak meneruskan pertanyaan walaupun masih penasara ( uuuuh … lagian want to know aja deh ibu2 ini) 

Keesokan harinya, Magrib aku baru sampai ke rumah, dengan basah kuyup kehujanan, aku mengucapkan salam dan memanggil ’kaka … ade..’ kedua anakku menyongsong ku sambil berkata ’ wah ibu kasian sekali kehujanan’.  ’Nanti kalo ibu dah mandi buka kulkas yah, pasti ibu bilang wah bagus banget dan harus dimakan yah  ….’ lanjut Balya.

Karena penasaran, ku buka kulkas dan ketemukan agar-agar dengan rasa jeruk, dilapisi colat dan ditaburi Stowbery. Semua memelukku …. Selamat hari ibu yah, katanya. Trus Balya tanya, ’Kalau hari bapak kapan sih bu ??

Balya ikut ke Carita

‘Bu, nanti aku ajak ke Bali juga yah, kaya kaka .. ya bu yah ….” rengekan si kecil Balya setiap kali kami berkumpul di rumah. Kakaknya Haekal memang pernah aku ajak acara Outing IMX ke Bali (Juli 2006). Jadi ketika IMX dipenghujung tahun ini mengadakan mini outing ke Carita, Balya yang pertama aku tawarkan untuk ikut.

A : Balya mau ikut ibu nggak ke pantai Carita ?
B : Sama siapa bu ?
A : Sama temen-temen ibu di kantor ada Laras juga lho (dia dah sering
     denger nama Laras sebelumnya) .
B : ohhhh, kaya kaka ke Bali yah … Naik pesawat yah bu ke Carita
A : enggak sayang, tapi naik bis besar yang  bagus.

(Wah … rupanya Balya masih ingat alasan yang aku sampaikan ketika dia tidak diajak imx outing ke Bali. Saat itu aku bilang ’ De, kalau masih TK nggak boleh naik pesawat’. Hmm ….  Maaf yah sayang ibu berbohong, karena saat itu dananya terbatas …..  hiks ..)

Malam menjelang keberangkatan Balya sibuk dengan perlengkapan yang ingin dia bawa, tas Dora tidak boleh ketinggalan. Sementara Kakaknya kayanya masih berat menerima kenyataan bahwa dia nggak diajak. Untung kali ini alasannya tepat, karena sedang UAS. Dan dengan  santai pula  Balya bilang ke Kakaknya, ’kakak kan udah ke Bali sekarang aku yang ikut ke Carita yah …’ kakaknya tambah  manyun deh.

Senin (18/12) 05.30 kami sudah siap untuk berangkat. Sesampai di IMX, hampir seluruh kru IMX senior dan para juniornya sudah berkumpul. Aku datang bertepatan dengan kedatangan EI dan Nio, jadi segera kuberitahukan pada Balya, itu ada ade Nio, lalu kuperkenalkan juga Balya pada Laras, Denise, Putri, Dio, Dimas dan juga Alif para junior lainnya.

Dalam bis rombongan Junior berdiri di jok belakang sambil sesekali menghadap ke arah belakang atau pada sibuk mencari kerbau sepanjang jalan. Balya yang sebelumnya masih malu-malu karena baru bangun tidur akhirnya bergabung juga di belakang.

Balya terlihat begitu senangnya bermain di laut, saat air laut masih surut dia bersama RA (tante Rani- red), Laras, Putri berjalan diatas batu karang menuju ke tengah laut. Dan ketika laut mulai pasang semua anak-anak berendam dan bermain di laut.

Balya dan teman-temannya asyik bermain,  saking asyiknya mereka terlihat enggan menoleh ketika para ibu memanggil dan memberitahukan bahwa kami semua harus segera bersiap kembali ke Jakarta. CL sampai bilang, ’Waduuuh … anak-anak ngedadak pada budeg tuh dipanggil nggak mau pada nengok … ”. 

Akhirnya semua mau naik ke darat setelah para ibu bilang ada ikan hiu datang … (heuheuheu .. dasar orang tua ngebohongin melulu).  Selesai mandi anak-anak lahap menyantap pop mie yang disediakan panitia. Tapi …. Uuuups, Laras nggak kebagian Pop Mie-nya. Aku bujuk Balya biar mau berbagi, ternyata dia mau. Aku suapin keduanya bergantian sampai habis.. bis..bis ..

Saat anak-anak sedang berenang, CL menangkap percakapan yang lucu antara Laras dan Balya tentang Bali,

 Balya-Laras

L : Waktu di Bali aku masih takut berenang, sekarang aku dah nggak takut Lagi.
B : Maafin aku yah Laras ….
    waktu ke Bali aku nggak bisa ikut, karena nggak boleh sama yang punya pesawat
L : Ya .. udah aku maafin.
(gawat …  anak2 dah bisa curhat sama temen nih … bikin aku merasa bersalah lagi nih .. hiks … )

Karena Cape bermain seharian,  tak heran sepanjang perjalanan pulang Balya tidur dengan lelap dipangkuanku.

Pagi harinya, Balya bangun dengan ceria menyapa semua ’Selamat siang semua, ka … kaka … kemarin aku enak deh berendem di laut pantai Carita’ wah karuan Kakaknya langsung cemberut.

IMX Goes to Carita

‘Mini Outing’ , itulah judul e-mail yang dikirim Mbak Erna (EI panggilannya)  sebagai Direktur Intrematrix kepada seluruh kru Intermatrix. Tempat yang dituju DASAWISATA, sebuah villa yang sangat Unik milik WW berada di tepi pantai Carita.

Melda (MW) dan Daisy (DN)  terpilih menjadi panitia pelaksana pada mini outing kali ini. dia berdua sudah sibuk mempersiapkan segala kebutuhan IMX-er (sebutan untuk kru Intermatrix- red) , mendata peserta, menyusun rundown, dan tak lupa mengundang seluruh IMX-er yang sudah meninggalkan IMX, serta mengundang juga eks intern.

Tepat  di hari Senin (18/12) jam 07.00, terlihat kantor IMX ramai, semua berpakaian santai lengkap dengan travel bag. WW, Satya dan Sari sudah berada di berada di IMX, tak lama Mbak Fira Basuki dan putrinya Syaza juga bergabung. Keceriaan bertambah dengan hadirnya Teh Kici yang sekarang sudah jadi jaddah hadir bersama Kania & Mas Badi serta  Ibn-nya Denise. Sinda juga ikut gabung, dan  Katherine eks intern dari President University yang khusus diundang untuk mengikuti mini outing ini.

Perjalanan menuju ke Carita memakan waktu  kira-kira 2 –3 jam perjalanan, dengan mengambil rute: JL. Fatmawati, masuk tol Pd. Indah keluar Serpong dan lanjut ke Tol Merak. Keluar di Serang, Cilegon yang terkenal dengan Krakatau Steel-nya dan kemudian belok kiri menuju anyer Carita yang berada di Kabupaten Pandeglang.

Kira-kira jam 10.15 rombongan sampai ke Dasawisata, dengan disambut oleh pak Durahman, Kang Tata dan kelapa muda tentunya ….. :). welcoming drink juga telah disediakan panita (DN & MW –red) Buavita dingin sudah tersedia. Wah panitia benar-benar mempersiapkan dengan matang nih, dari awal perjalanan sudah dijamu dengan berbagai makanan Lontong Dasih, Combro, pastel dan lain-lain.

Dasawisata sebuah Villa yang berdiri diatas tanah seluas 2000 M2. Ada sebuah rumah panggung dari kayu dan bilik, memiliki sebuah kamar dan 2 kamar mandi yang bersih, dan 2 kamar mandi bersih lainnya di sebelah utara rumah. Disekelilingnya ditanami pohon kelapa.

Pantai di DASAWISATA merupakan ’Rock Beach’. Ketika air laut surut, kita bisa berjalan lebih dari 500 meter ke laut menelusuri karang2. Jika siang hari, air mulai pasang, dengan nyaman kita bisa berendam dan dan bermain di laut tanpa rasa takut. 

IMX Carita 06

Sambil melepas lelah, semua menyerbu ‘rock beach’ berjalan menelusuri batu karang. Setelah puas bermain kami semua berkumpul dibawah pohon ketapang, WW memberikan permainan yang kata WW dipersiapkan semalaman. Permainan ini bisa dibilang untuk mengukur tingkat kemampuan seseorang, apakah dia bisa bekerja dalam tim atau tidak.

Masing-masing peserta dibagi mendapat 3 lembar kertas. Kertas pertama untuk diisi semua anggota, kertas dengan soal yang sama diisi secara kelompok dan soal lembaran ketiga adalah mengukur hasil point dari kertas 1 & kertas 2. soal yang ditanyakan benda apa saja yang dibutuhkan jika kita akan tenggelam, ada 15 benda yang diharus ditandai dengan angkat 1 sebagai benda terpenting dan 15 untuk yang tidak penting. 

Dalam permainan ini EI keluar sebagai pemenang, begitu juga dengan kelompoknya keluar sebegai pemenang. Kontan saja Lila langsung nyeletuk “Wah, EI pantas saja EI yang menang, suaminya angkatan laut … :)” disambut dengan tawa dari teman-teman lainnya.

Setelah selesai permainan pertama, kami semua menyerbu makan siang yang sudah disediakan. Seafood, sambal plus lalapan dan sayur asem sudah tersedia untuk santap siang. ehhhm makan siang yang lezat dan sehat tentunya.

Kemudian kami bermain twister, permainan dengan warna seperti acrobat ini memancing tawa yang meledak dari  seluruh peserta. Bayangkan 4 orang peserta (Gupta, Mbak Fira, Khateine, dan Susy) memperebutkan 24 lingkaran merah, hijau, biru dan kuning dengan kedua tangan dan kakinya, setelah sebelumnya wasit memutar meja perintahnya. Karuan semua tertawa ketika Gupta sebagai satu-satunya pemain laki-laki dikelilingi 3 perempuan dalam posisi jongkok. Kali ini mbak Fira yang menjadi pemenang.

 Twister

Games selanjutnya adalah main bola. Kami sudah terbagi dalam 2 group dengan dengan jagoan di group 1 Sukiman  dan pak Sunar, sementara di group 2 ada Misman  dan juga Satya. WW bertindak sebagai wasit. Penonton bersorak sorai tak kalah seru dari permainan Chelsea Vs Arsenal  …..  hihihihi. Permainan 2×15 menit ini dimenangkan oleh group Sukiman dengan skor 3-2

Bola

Mini outing ini diikuti dengan para IMX Junior, ada Nio, Laras, Denise, Syaza, Pandio, Balya, Putri, Alif dan Dimas. Mereka semua asyik berenang dan berendam di laut dengan pengawasan mbak Dasih. Semua terlihat ceria dan senang bermain tanpa ganggu dari para orang tua.

Ada beberapa IMX-er yang tidak bisa mengikuti mini outing ini, mereka adalah Maro yang terkena Diare, Yasin yang berhalangan ngurus asuransi motornya yang hilang, dan juga Wulan yang masih masa pemulihan pasca operasi.

Tepat jam 16.30 kami sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta, dengan perasaan senang dan ceria berpamitan pada pak Durahman yang sudah menyiapkan kebutuhan kami.

Terima kasih WW. Mini outing ini sangat menyenangkan. Bahkan mbak Fira mengundang  ke tempatnya juga lho  ….. 

Selamat Ulang Tahun Ayah …..

Beli kado, bungkus kado, beli black forest kecil dan janga lupa lilinnya (yang kecil-kecil aja, kuenya juga kecil kok), itu yang diinget2 seminggu ini untuk nyambut 14 Desember yang jatuh hari kamis ini. Aku dan anak pertamaku  Haekal sibuk nyiapin surprising buat misua, sementara si kecil Balya masih ribut tanya kuenya  mana.

Rabu sore pulang kantor aku mampir dulu ke Hero Pamulang untuk beli black forest kecil. Kado dah terbungkus rapi dari kemarin, semua dah siap, tinggal ucapannya. Ucapannya dari kertas sobekan buku aja deh, trus Haekal yang tulis ucapan untuk bapaknya. Kan lebih natural gitu  (natural apa ngirit ??….  :) )

Black Forest beli yang super kecil, abis beli yang gede uuuh,  selalu nongkrong lama di kulkas. Pernah nih tahun lalu, aku beliin kue tart kecil untuk ulang tahun Balya di bulan Oktober, sampai bapaknya ulang tahun bulan Desember, tuh kue masih nongkrong di kulkas. Padahal kuenya lumayan enak lho …. aaaah ternyata anak-anak Cuma nyowelin creamnya doang.

Kita semua dah janjian untuk bangun pagi sholat subuh trus baru kagetin ayah. Jadi malam itu Haekal, Balya aku suruh tidur cepet biar gampang dibangunin. Anak-anak malam itu manis banget dengan semangat semua siap-siap tidur cepat.

Jam menunjukan jam 21.30 kerika suamiku datang, si sulung Haekal dah terlelap tidur, sementara adiknya masih pecicilan naik turun tempat tidur. Suara mobil masuk, dia langsung buka pintu sambil teriak … ayahhh….., trus dia berbisik, ’Bu, boleh nggak ngucapin selamat ulang tahun ke ayah?’ aku jawab, jangan sekarang besok pagi aja. Trus dia senyam, senyum.

Begitu ayahnya keluar mobil dan menutup pagar, Balya nyamperin trus bisik-bisik, nggak lama ayahnya ngomong, ’Makasih ya sayang’ aaaah dasar Balya rupanya dia bener-bener ngucapin selamat ke bapaknya malam itu juga, eeeh abis itu ditambah lagi

B: Yah, kuenya kan udah ada di kulkas
A : siapa yang beli ?
B : Ibu.

Aku hanya bisa ketawa aja, dasar anak-anak diminta diem-diem eeh nggak sabar juga.

Pagi-pagi jam 05.00, Haekal dan Balya dah aku bangunin. Tumben banget mereka cepet bangun ngak pake acara ngambek. Kita semua dah siap, aku pegang kue, Balya pegang kado dan Haekal kartu ucapan sambil pegang gelas untuk siram. 

Selamat Ulang Tahun Ayah …ayah.jpg …  kita semua teriak sambil nyepretin air kemukanya.

wt-and-children_parenting.jpg

Second Day – Siang ‘Sightseeing’

Pantai Glenelg dan Lofty Mountain

Waktunya sightseeing nih …….. Hardi sudah ada di lobby ketika kami turun dari kamar. Kali ini Hardi tidak datang sendiri tapi didampingi seorang wanita berkulit putih dan memakai kerudung. Namanya Kiki, katanya sih temennya. Tapi kayanya TTM deh …. Heuheu…

Tujuan kita bukan shopping tapi mendapatkan view,  karena Adelaide kota pantai dan juga pegunungan, maka dengan waktu yang singkat ini kita harus bisa mengunjungi pantai dan puncak gunung yang terkenal.

Dengan menggunakan mobil bagus pinjaman …. (sewaan KBRI yah ??? hihihihi), kami menuju Glenelg, pantai yang masyarakat Adelaide banggakan. Mereka berpendapat bahwa Glenelg itu adalah tempat nenek moyang mereka pertama kali berlabuh di Adelaide ini.

Di pantai ini terdapat jembatan yang menjorok ke laut, panjang dari darat ke laut ada sekitar 500 meter. Pantainya bersih dengan pasar puti terampar. Disana juga terdapat semacam waterpark gitu deh dengan seluncuran air yang berkelok-kelok dan panjang. Kami menikmati keindahan suasana pantai Glenelg.

Wah …. kami mulai lapar nih, saran pilihan menu adalah fish and chips yang ada disekitar pantai. Kamipun menuju Dolphin Fish And Chips restaurant, tapi uuuups…… ternyata sudah jam 5.00 pm dan restaurant sudah tutup. Akhirnya atas saran Hardi dan Kiki, kami menuju ke restaurant yang jelas-jelas buka sampai jam 9.00 pm tersebutlan nama pizza land.

Waduh, karena lapar dan juga penasaran dengan menu yang ditawarkan, kami memesan berbagai makanan ada fish and chips, Chicken chips dan juga pizza. Hmmm …. yummy lumayan mengisi perut sampai malam nih, pikirku karena ternyata porsinya gede. Nggak abis ?? bungkus deh untuk anak kost Hardi dan Kiki dan juga untuk camilan WW. Untuk EI, WT porsi ini sih  bisa ditimbun sampai besok pagi…. :)

Selesai makan, kita melanjutkan perjalanan menuju Lofty Mountain, melihat sunsett dari puncak gunung dan juga melihat kota Adelade dari ketinggian. Kami melewati Hight Way (jalan bebas hambatan, tapi nggak pake bayar segala), melewati jalan yang berkelok-kelok (kaya mo ke Ciwideuy, Cuma jalannya bagus). Dan akhirnya sampailah kita di Lofty Mountain.
Wah, angin berhembus khas puncak gunung menerpa wajah, kota Adelaide terlihat seperti peta berskala 1:4 (hehe). Hampir 2 jam kami duduk-duduk memandang alam dari atas bukit (lagu kali ye …).

Hari masih terang benderang ketika kami menyadari bahwa saat itu sudah jam 8 malam. Kami meninggalkan Lofty mountain, kembali ke Hilton Hotel untuk bersiap mengepak koper dan pulang ke Jakarta.

Pulang Kampung lagi …

Jam 10 am kami akan diantarkan ke Bandara oleh Panitia. Masih ada waktu untuk melihat Central Market sebelum meninggalkan Adelaide. Jam 8 am kami sarapan di Central Market dilanjutkan dengan membeli beberapa barang yang bisa yang praktis agar bisa diselipkan dalam koper.

Tepat jam 10 am kami sudah siap di Lobby, London Cab juga sudah menunggu kami siap mengantar ke Bandara. Sesampai di Bandara kamis diperlakukan istimewa juga. Seorang supervisor dari SQ langsung mengiring kami menuju Lounge SQ, padahal saat itu loket imigrasi belum buka.

Perjalanan Adelaide – Singapore, saya duduk sendiri di barisan bangku untuk 3 orang. Perjalanan 6 jam diisi dengan menonton 3 film, Pirates of the Caribbean dan YOU, ME AND DUPREE serta film The Devil Wears Prada

Waktu transit di Singapore hanya 45 menit. WW dengan wheelchairnya di bantu oleh petugas Changi yang lebih koperatif dibanding saat keberangkatan. Aku dan EI berjalan menuju terminal E sambil sesekali melihat barang-barang dan menyempatkan untuk membeli kartu pos pesanan LH (maaf yah bu, di Aussie nggak sempet beli)

Singapore Jakarta dilalui dengan mulus, tepat jam 19.30 kami mendarat kembali di Soekarno Hatta.

Terima kasih WW, perjalanan yang sangat benar-benar amazing  buat saya ….. pertama kali ke Australia dan langsung mendapat fasilitas VIP … uuuh senangnya. Sekali lagi terima kasih WW dan terima kasih juga management atas kesempatan ini.
 

Second Day - Acara Pagi

Talk Show WW dengan 2 Dubes

Hari jum’at 18 November adalah hari terakhir pelaksanaan conference. Sessi pagi diisi dengan talk show 2 Duta Besar yang dipandu BB WW.

BB WW yang setiap penampilan menggenakan batik, pagi itupun tampil dengan batik merah bata dipadu celana dark abu-abu terlihat cerah memandu percakapan antara Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer dan Dubes Indonesia untuk Australia Hamzah Thayeb.

Sebelumnya Collin Brown seperti biasa membuka acara dan memperkenalkan kembali BB WW dan juga kedua Duta Besar.

Pembicaraan menarik diawali dengan pertanyaan untuk Dubes Bill Farmer tentang pandangannya mengenai Indonesia. Dilanjutkan dengan tanggapan Dubes Hamzah Thayeb mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah Australia dan juga mengenai hubungan Australia Indonesia.

Perbincangan ini sangat memancing perhatian dari peserta conference, mereka dengan seksama menyimak setiap informasi mengenai kebijakan pemerintah Indonesia dan juga Australia dari kedua Duta Besar. Topiknya yang banyak dipertanyakan adalah masalah Papua.

Tidak terasa percakapan yang seharusnya berlangsung 1 jam telah berjalan 1.5 jam. Karena waktu yang mendesak akhirnya sessi Tanya jawab dengan peserta dibatasi hanya 2 pertanyaan. 

Rundle Mall

Agar dapat meluangkan waktu melihat suasana perbelanjaan Adelaide, BB WW menyampaikan rencana yang jitu di tengah ketatnya waktu conference. Setelah BB WW memandu talkshow jam 09.30 am kami langsung turun ke lobby hotel dan bersiap menuju halte bis yang akan mengantar kami ke pusat perbelanjaan Adelaide Rundle Mall.

Di Lobby kami bertemu dengan Hardi seorang mahasiswa Indonesia yang sedang belanjar di Adelaide. Hardi dengan baik hati mengantarkan kami menunjukan bis yang melewati Rundle Mall, bahkan mengantarkan kami sampai halte pemberhentian Bis. Hardi malah berjanji akan mengantarkan kami sightseeing Adelaide jam 02.00 pm.

Wah …….  bisnya enak gratis lagi
Australia memang sangat memperhatikan fasilitas untuk disable. Sehingga dengan mudah bisa memasukan wheelchair kedalam bis. Didalam bis juga terdapat informasi kota dan juga map yang lengkap dengan jurusan dan pemberhentian bis.

Ternyata Rundhel Mall tidak jauh dari Hilton tempat kami menginap.  Kami turun dan berjalan menuju Rundle Street . Tepat di depan Rundhell Mall adalah toko Target yang terkenal murah dan ada di setiap kota di Australia.

Karena pagi itu kami belum sarapan, kami mampir di sebuah outlet fast food  (Burger King). Kami memesan menu sarapan yang ada. Saya sendiri agar dapat makan dengan aman saya memilih memesan waffle.

Selanjutnya kami menyebrang jalan untuk menuju Toko Target. BB WW sudah merencanakan membeli beberapa pakaian dan celana dengan size big. Sementara saya dan EI  menyebrang jalan menuju Rundle Mall. Kami berjanji untuk bertemu di ujung Rundle Mall tepat jam 12.00 pm kembali ke hotel dan mengikuti sessi ke 3 dengan pembicaraan Sri Mulyani Indrawati.

Waktu menunjukan jam 10.30 am ketika kami memulai petualangan di Rundle Mall. Kami memperhatikan setiap toko dan melihat pertokoan yang nyaman. Agar waktu yang sempit dapat dipergunakan dengan baik. Saya dan EI memilih masuk ke sebuah toko yang komplit menjual pernak pernik.

Kurs mata uang $ Australia terhadap Rupiah Indoesia lumayan gede juga 1 Aus$  = 7075, sehingga kami (Terlebih saya) benar-benar memperhatikan harga setiap barang maklum budget terbatas ….. :))

UUUUH …. Ternyata membeli barang di luar negeri, better cari yang bermerek aja  sekalian, abis kalau yang biasa, semuanya made in China.

WW sudah berganti pakaian dengan baju garis-garis biru yang dibelinya di Target ketika Jam 12.00 tepat kami  berkumpul di ujung Rundle Mall,  untuk bersiap menuju hotel. Karena lama menunggu bis 94 C yang menuju Hilton. BB WW berinisiatif memanggil taxi agar tidak terlambat sampai di hotel.

Sesampai di hotel dengan bergegas kami masuk dengan wheelchair yang diisi dengan barang belanjaan, sementara  BB WW sendiri berjalan perlahan dengan berpegang pada pundak EI. Ketika kami sampai di depan lift, …eit terdengat seseorang memanggil WW, …. Wah ternyta pak Anggito yang juga staff ahli Menkeu menghampiri WW dan mengajak WW bergabung dengan rombongan  ibu Sri Mulyani. Hadir juga Mas Dede Basri yang juga staff khusus Menkeu.

WW dan EI menuju ke Lobby hotel untuk bergabung dengan rombongan ibu Sri Mulyani, sementara saya menuju kamar untuk meletakkan belanjaan. Kemudian sayapun menuju Lobby menunggu WW sambil berbincang dengan sekretaris Dubes Mbak Linda.

Luncheon Meeting

Ibu Sri Mulyani yang akan menjadi pembicara di Luncheon Meeting menuju ke Room B tempat acara berlangsung, sementara WW berpamitan untuk berganti pakaian (hehehe … WW masih dengan kemeja santai yang dibeli di Target). Setelah WW siap dengan pakaian batik, kamipun menuju room B untuk bergabung dengan peserta conference.

Ibu Sri Mulyani memyampaikan penjelasannya mengenai kondisi ekonomi  Indonesia juga menjelaskan kesempatan investasi untuk para investor Australia menanamkan modalnya di Indonesia.

Wah … Ibu Sri Mulyani juga menyebut-nyebut WW sebagai teman lama yang sangat loyal dan sangat memperhatikan kondisi masyarakat Indonesia ( ceileeee, keren eeeuy WW ….. dipuji SMI nih)

Ibu Sri Mulyani memang smart dan jenius bo …., bahasa Inggeris yang baik serta otak yang brilliant membuat dia terlihat enjoy menyampaikan presentasinya yang serius diselingi dengan joke-joke dan cerita yang menarik.

Luncheon meeting berakhir pada jam 02.30 pm. Kami bersiap untuk sightseeing view Adelaide bersama Hardi.

Hardi sangat senang menemani kami, dia sangat salut & senang pada WW, karena WW dengan ramah ramah menyambutnya ketika dia menyapa dan memperkenalkan diri. Menurutnya beberapa kali dia bertemu dengan pejabat Indonesia,  ketika disapa dan diajak bersalaman, tangan sang pejabat hanya menyenggol saja, tidak ada kesan bersahabat sama sekali.