Ramadhan

Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan …. (walau terlambat …. Ini kan dah hari ke 10)

Alhamdulillah tak terasa puasa sudah masuk babak perempat final alias hari ke 10. seperti halnya kompetisi untuk masuk ke babak perempat final, banyak halangan dan rintangan yang dihadapi masing-masing peserta. Semoga kita semua bisa sampai ke final dan menjadi pemenangnya….. Amien

Syukur Alhamdulillah juga aku dan keluarga bisa menunaikan ibadah puasa tahun ini. Ini adalah tahun kedua bagi Si Sulung Haekal (9 th) belajar puasa sampai magrib. Sementara si kecil Balya (5 th) masih susah banget diajaknya. Suhur sih ikutan, cuma jam 7 pagi dia dah dah minta makan lagi … heuheuheu  dasar Balya masa dia bilang ‘aku kan lapar’  kalau dah begitu paling kaka-nya cemberut.

Pada kesempatan ini juga, Aku dan misua berusaha agar setiap hari ada 1 waktu diantara 5 waktu sholat untuk berjamaah dengan anak-anak di rumah. Biasanya yang sering dilaksanakan secara berjamaah adalah sholat magrib dan sholat Isya.

Setalah sholat anak-anak selalu berdoa dengan keras dan selalu ada dialog diantara mereka: 

Haekal  : Ya Allah … berikanlah riqki yang banyak untuk ayah dan ibu’
Balya     : Ka .. do’anya biar ayah da ibu bisa naik haji dong
Haekal  : Balya …. naik haji juga harus pakai uang makanya do’anya minta rezeki yang banyak aja ..

Hehehe .. lucu aja, sama-sama mendo’akan yang baik tapi lain versi ya …

Nah untuk … hai yang udah gede …   kalau ada yang  berbeda jangan jadi ribut, karena pastinya masing-masing ingin bertujuan baik. (iya kan …. :-))

Haekal’s first Tennis Tournament

Hello ….
Beberapa bulan ini wordpressku nggak bisa diupdate, padahal si kaka ribut terus untuk memasukan cerita dia ikutan Pertandingan Sabtu Minggu (Persami) yang diadakan clubnya ‘Yayuk Basuki Tennis Academy (YBTA)’  tanggal 1 – 2 September lalu.

haekal1.jpg

Ini adalah pertama kalinya Kaka Haekal ikut dalam pertandingan sejak 2 bulan ikut rutin latihan lagi setelah vakum latihan hampir  2  tahun.  Saat duduk di TK (5 tahun) dia sudah mulai latihan tennis di YBTA Lapangan Pati Unus,  saat itu kebetulan suamiku masih bergabung di YBTA. 

Setelah satu tahun berjalan Haekal masuk SD dan suamiku pindah kerja ke Cempaka putih otomatis Haekal harus vakum dulu. Maklum kondisi yang belum memungkinkan, belum terpikir bagaimana dia berangkat, tapi factor utama adalah waktu sekolah yang sangat padat.

Setelah hampir 2 tahun, akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk memindahkan sekolah Haekal ke Sekolah Dasar Negeri. Mulai kelas 3 (Juni 2007) dan mulai berlatih tennis  kembali.

Yang membuat aku berbangga hati dia mau pergi  setiap selasa dan jum’at siang jalan dari Pamulang dengan menggunakan bis. Adiknya ‘Balya’ nggak mau ketinggalan juga. Jadilah mereka Haekal, Balya diantar oleh mbak pengasuhnya  Mbak Wati.

Tapi ini semua tidak mungkin terjadi, jika tidak ada kebaikan dari Mbak Yayuk Basuki, Mas Suharyadi (Heri), Mbak Utami,  Mas Sulis yang memberikan kesempatan pada kedua anakku untuk bergabung di YBTA. Thanks a lot all. Kami akan selalu ingat jasa baiknya.

Kembali ke Persami, aku pikir Haekal belum boleh ikut di turnamen ini, karena umurnya belum 10 tahun ditambah latihannyapun baru, tapi ternyata  Mbak Utami mengijinkan untu ikutan. 

 Hehehe … Bapaknya nervous banget, tapi anaknya sih tenang aja. Untuk mematangkan 2 minggu sebelum acara kami memanfaatkan hari sabtu dan minggu untuk latihan sendiri di lapangan dekat komplek rumah. Terutama untuk melatih servis (bapaknya sampai bolos sehari  lho)

Jreng …. Akhirnya waktunya  datang juga. Aku, suamiku, Haekal dan Balya sudah bersiap dengan perbekalan seadanya (maklum belum tahu medan … :)).

Sesampai di tempat tujuan, keramaian sudah terlihat ternyata pesertanya banyak juga dari berbagai sekolah tenis.  Ada yang dari Bogor, Depok, Bintaro, Bekasi pokoknya JABOTABEK lah. Ternyata semua sudah siap dengan perbekalan (terutama yang jauh-jauh) , ada yang membawa cooler box komplit dengan box makanan, trus serombongan lagi mengelar permadani di pinggir lapangan. Waaah … seru pokoknya.  (kayanya next tournament aku juga gitu deh …. hihihihi)
Hari H, pertandingan dimulai jam 11.00 WIB, sejak jam 10.00 peserta dan pengunjung sudah memenuhi tempat pendaftaran ulang. Sampailah pada pengundian lomba. Babak I Haekal – mendapat bye, babak 2 Haekal akan berhadapan dengan pemenang antara Bimo dan Ilham yang dimenangkan Ilham.

Tepat jam 14.00 Haekal dipanggil untuk bermain dilapangan 5B. Haekal masih terlihat canggung maklum pertama kali bermain. Bola-bola panjang yang diberikan lham bisa dikembalikan Haekal dengan baik. Beberapa kali Haekal memimpin 40 – 15, namun sayang akhirnya Haekal harus mengakui kemenangan Ilham dengan 6-1

Walaupun pada akhirnya Haekal kalah dari Ilham, namun perlawanan yang diberikan Haekal cukup membuat kaget. Haekal bisa mengembalikan bola-bola Ilham bahkan yang aku bangga servisnya Haekal tidak ada yang meleset.

Satu hal yang belum dia sadari adalah dia belum mengerti benar point2 penting harus bertahan, sehingga beberapa kali seharusnya point terakhir Haekal memang malah berbalik.

Walaupun kalah, hari itu Haekal masih menghadapi satu pertandingan lagi (konsolidasi) lawannya adalah Enrique.  Tampil kedua Haekal terlihat lebih percaya diri. Servisnya semua masuk, bola bagaimanapun dilahap dengan baik. Tak ayal Haekal menang dengan skor 6-1.

Hari pertama yang kusaksikan cukup puas dengan penampilam Haekal, yang penting bagiku sekarang ini sportifitas  dan keberanian dia bertanding.

Sayang, hari kedua aku nggak bisa mengikutinya. Minggu pagi aku dan tim Perspektif Baru ’goes to Pontianak’ untuk acara Perspektif Baru Live Bersama Wimar Witoelar.

Selamat ya Kaka Haekal …  I am very proud of you, i was so excited to see your first game ,, and surely i will do too in your next tournament

Hajatan si Bungsu ..

winas-wedding.jpg

Khusus  untuk  Agustus tahun 2007 ini, ada peringatan lain lagi, selain ulangtahunku. 18 Agustus ini adikku terkecil yang seorang wartawan koran Seputar Indonesia itu, akan melangsungkan pernikahan.

Namanya juga anak bungsu, uiih lumayan sibuk nih ortuku.   Ada pengajian, ada acara siraman (dulu jaman kita  sih mandi aja sendiri .. hihihi). Nah Kebetulan ortu pengajian itu dilaksanakan pada tanggal 9 sore. Pastinya aku tidak menyia-yiakan kesempatan dong  untuk mengabungkan perayaanku dengan pengajian yang digelar di rumah … ( always nebeng deh … :))

Pernikahan si bungsu ini cukup menghebohkan juga. Maklum resepsi diadakan di Sukabumi, sementara semua anggota keluargaku ada di Lampung, Bandung dan sebagian besar di Jakarta dengan kondisi yang lumayan sibuk, sehingga tidak bisa day to day membantu persiapan ibu dan Bapak di Sukabumi.

Pastinya hanya bapak dan ibu dengan bantuan sepupu2 dan tetangga2 dekat menyiapkan semua persiapan. Nggak heran kalau bapak dan ibu kadang suka bernada tinggi pada anak-anaknya karena tidak ada teman curhat kali ya, jadi kesel sama anak-anaknya yang kurang cukup memberikan perhatian pada persiapan perhelatan ini.

Aku sendiri memang saat itu sedang dalam kondisi full book dengan kegiatan workshop dan seminar untuk Pepsodent dan juga membantu tim Lifebuoy. Belum lagi urusan anak-anak. Kakaku yang lainya itu jauh beda keadaannya.

Untuk menjaga agar ortu tenang, aku dan kaka2ku janjian mengambil cuti dan datang ke Sukabumi lebih awal.

Wah … ternyata memang lebih repot dari acara2 aku atau kaka2ku dulu. Siraman dilakukan satu hari sebelum acara.  Dulu  bapakku paling ngga suka acara2 yang merepotkan seperti siraman dll. Kebetulan dulu kita selalu pake perias yang memang masih family, jadi tahu banget dong bagaimana bapakku. Nah sekarang periasnya rekanan bisnis ibuku dan tidak ada hubungan  saudara jadi … bapak mesti ngikutin deh … hihhihiiii .

Perhelatan akan diadakan di gedung wanita sukabumi, lokasinya nggak jauh dari rumah, gedungnya nggak terlalu besar tapi yang penting dapurnyanya bisa dipake masak gitu loo. (Fyi nih ibuku kan punya usaha catering kecil-kecilan, sama groupnya yang masih saudara2 juga sih …  siapa yang mo pesen bisa lewat aku lho … :))

Saat semua sedang sibuk, tiba-tiba tepat jam 16.00 lampu mati …. aduh sengsaranya… hiks . Saudara-saudara dah berdatangan,  sementara di rumah hanya diterangi lampu tempel dan lilin. Tempat acara beluim selesai, group masak ibuku yang sedang memasak di dapur gedung wanitapun hanya diterangi lilin ….. (wah jangan sampe salah masukin garam ya …. hihihihi)

Jam 23.00, lampu menyala .. syukur semua terkendali ketika lampu menyala. Dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, tamu yang hadir banyak, keluarga besar dari ibu dan bapakku datang.

Selamat Adiiku … semoga menjadi keluarga yang sakinah penuh Rahmat Allah …

Agustus Ceria

Bulan Agustus, bulan dimana ada libur nasional menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu yang tak kalah pentingnya pada bulan itu juga hari kelahiranku (walaupun bukan tanggal 17 sih ….  :))

Di hari ulang tahunku (10/0 8) tidak ada perayaan apapun di rumah. Ucapan selamat dan pelukan  dari anak-anak & suami tentunya  cukup membuatku bahagia. Padahal seminggu menjelang tanggal 10, suamiku keluar kota (ke hutan pula), dan ternyata dia mengejar untuk sampai di rumah  tepat tengah malam di malan 10 Agustus.

Di kantor lebih seru lagi, teman-teman tidak mengingat ulangtahunku. Untung aja hari itu aku tidak jadi membawakan masakan andalanku Soto Kudus ke kantor. (aiiih kalo udah bawa kan geer banget …. Hihihihi).

Tapi menjelang sore rupanya jeng Rizka(RN) dan jeng wulan (HW) ingat kalau hari itu aku ulang tahun. Aku tahu mereka berbisik2 via popup dan trus tanya sama aku.  Ya tentu saja aku jawab ’enggak lahh’. HW dan RN tetap penasara, dasar nekat  dia kirimkan ke milis IMX ucapan selamat Ulang Tahun. (jadi tahu deh semua …. Soto Kudusnya menyusul ya …. :))

Do’aku di hari jadiku ini, semoga Allah memberikan Rahmat dan Hidayah kepadaku dan keluargaku. Dari Dialah datangnya semua kebaikan, dan semoga kebaikan pula yang menyetaiku dalam sisa umurku di dunia ini.

Terima kasih ya Allah … Melalui kedua orang tuaku Engkau telah memberikan kesempatan kehidupan yang baik padaku dan keluargaku. Semoga aku bisa selalu menjaga AmanahMu. Amien ..