K U D U S

Liburan kami di Kudus cukup panjang tahun ini, kami memanfaatkan dengan mengenal Kota yang terkenal dengan sebutan kota kretek ini.

Kota kudus berada di jajaran pantai utara Jawa tepatnya di Jawa Tengah. (ada hihihihi ada juga lho yang nggak tahu Kudus dimana). Beberapa kali ada yang tanya sama aku:

Q : suamimu orang mana wid?
A : Orang Kudus
Q : oooh Jawa Timur dong …
A : Aiiiih Jawa Tengah atuh … :)

Maju mundurnya perusahaan rokok sangat berpengaruh pada pemasukan kota Kudus (saking banyaknya pabrik rokok di Kudus) Djarum menjadi salah  menjadi asset pemasukan terbesar kota ini. Selain itu ada juga perusahaan percetakan terbesar PT Pura (pura apa yah .. ??). Dan yang sekarang Kudus tengah menjadi pembicaraan dengan akan didirikannya PLTN Muria. (Katanya kaka iparku yg di tinggal disana nih   … proyeknya jalan terus, walaupun di tentang). 

Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, Kudus merupakan salah satu kota yang menjadi  pusat perkembangan Islam di Jawa, setelah Demak yang merupakan pusat kerajaan Islam pertama  di Jawa didirikan oleh Wali Songo.

Ada 2 wisata ziarah yang berada di kota Kudus yaitu makan Sunan Kudus yang terletak di komplek menara Kudus. Menara mesjid Kudus yang menyerupai candi ini sangat terkenal karena unsur pluralisme yang sangat kental perpaduan unsur Islam, Hindu dan Budha. Dalam Sejarah tercatat Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus dengan memanfaatkan simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur mesjid Kudus. Menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha.  Menara yang diperkirakan didirikan pada abad 16 ini,  sampai sekarang masih berdiri kokoh disamping  Masjid Raya Al-Manar (Al-Aqsa), yang berada di Kauman, Kecamatan Kota, sekitar 1,5 km ke arah barat pusat kota.

Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan menggantikan kurban sapi dengan memotong kurban kerbau. Sampai sekarang pesan itu masih ditaati oleh masyarakat Kudus. (sumber:wikipedia)
Sedikit mengenai Sunan Kudus. Dilahirkan dengan nama Jaffar Shadiq. Dia adalah putra dari Sunan Ngudung (Panglima perang Kesultanan Demak) dan Syarifah, adik Sunan Bonang. Diperkirakan wafat tahun 1550.

menara.jpg

Wisata Ziarah lainnya adalah Makam Sunan Muria yang  berada di puncak gunung Muria yang berhawa sejuk. 

Sunan Muria yang bernama asli raden Prawoto dan kemudian berganti nama menjadi Raden Umar Said, adalah putra dari Sunan Kalijaga hasil perkawinan dengan Dewi Saroh. Selanjutnya Raden Umar Said membangun pesantren di lereng Muria tepatnya di Desa Colo, hingga terkenal dengan sebutan Sunan Muria.

Metode dakwahnya mirip dengan ayahnya. Namun berbeda dari Kalijaga, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota dalam menyebarkan agama Islam. Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan bercocok tanam, berniaga, dan melaut sangat disukainya. Salah satu hasil dakwahnya melalui seni adalah lagu sinom dan kinanti. Tembangnya yang populer dilantunkan dalang pada zaman sekarang adalah sinom parijotho. Parijotho adalah nama tumbuhan yang hidup di lereng Muria.

Beliau wafat dan dimakamkan di Desa Colo pada ketinggian 600 meter dari permukaan laut (dpl). Beberapa kerabat dan pengikutnya juga dimakamkan di lereng gunung setinggi 1.602 m dpl itu.

Komplek ini bisa dicapai dengan jalan kaki melewati sekitar 700 undakan (trap) dari pintu gerbang di dekat lokasi parkir mobil/bus. Bisa juga dengan menumpang ojek. Makamnya ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah, terutama saat upacara Buka Luwur yang diselenggarakan setiap 6 Muharam.  Selain berziarah, pengunjung juga bisa menikmati wisata alam Colo yang eksotik, yang hanya berjarak 1,5 km dari arah selatan makam.

Makanan Khas

Selain terkenal dengan rokok, Menara Kudus. Makanan khas Kudus juga terkenal ’mak nyoos’ biasanya setiap hari kami sekeluarga berwisata kuliner mencoba berbagai makanan. Setiap pagi makanan yang kami serbu adalah lentok (lontong dengan sayur gori (nangka) plus tahu sayur tahu ditambag rawit matang) porsinya nggak terlalu banyak (dengan piring kecil atau sedang). Makannya pas di depan gerobaknya. Lentok ini asalnya ada di daerah namanya Tanjung, tapi sekarang di sekitar GOR Kudus juga sudah ada warung2 Lentok. Perpiringnya hanya 2000 rupiah.

makanlentok.jpg
 
Kalau makan siang, ada soto kudus boleh pilih mau yang ayam atau kebo. Biasanya kami menyantap sotonya Mbak Hijah, atau pak Achwan atau Jatmi. Sotonya biasanya  dipadu dengan kerupuk udang, sate paru, atau perkedel. Selain soto ada juga lontong opor yang kurang lebihnya seperti lentok tapi ditambah telur dan ayam opor.

Yang khas dari Kudus juga adalah Garang Ayam, (ayam dengan santan ditambah blimbing sayur dan bumbu lainya dibungkus dan dikukus …. uiih segernya.

Kalau malam, disekitar Jl. Sunan Muria ada lesehan tahu campur, tahu telur. Sebetulnya bahan-bahannya sih sama aja ada toge dan tahu sebagai bahan yang nggak ketinggalan, hanya ini dipadu dengan bumbu kacang.
Untuk oleh-oleh biasanya yang diburu adalah jenang (dodol) ada Mubarok, Aminah dsb deh. Ada juga kacang goreng sumber gelis yg enak rasanya, atau kacang Jepara yang mirip kacang bali. Tapi kalau pesanan kakak tersayangku adalah krupuk kulit  ….

Nah itulah yang aku ketahui tentang Kudus. Selanjutnya silahkan mencoba. Kudus menarik juga untuk dikunjungi.

37 Comments

  1. lena said,

    October 24, 2007 at 8:17 am

    wah kayanya pasih banget nih soal KUDUS, lulus deh jadi pemandu wisata di Kudus, hehehehehehe.

  2. Ayah said,

    October 24, 2007 at 11:09 am

    Iya nih gak nyangka bini gue malah lebih tahu tentang Kudus dibanding aku yang asli orang Kudus….. malu ih…. tapi ya itulah enaknya kalau punya bini pinter dan punya wawasan luas tentang sejarah kebudayaan Islam…..et jangan geeeeer dong .
    Tapi masih ada yang kurang dalam wisata kuliner yaitu sate kerbau…… yang kalau ingin membayangkan rasanya beli saja dendeng terus goreng setengah matang dan makan .. ehm itulah rasanya sate kerbau.
    yang pasti liburan lebaran kemarin cukup mengasyikkan buat aku dan anak anakku ( termasuk istriku juga dong ) karena terasa tidak melelahkan karena dari awal sudah kita niatkan untuk menikmati perjalanan entah berapa jam lamanya sehingga perasaan tenang dan tidak terlalu capek.
    Thank’s my wife dan anak anakku …………. semoga tahun depan kita masih diberi umur panjanggggggggggggggggggggggggggggggg sehingga kita bisa wisata lagi ya ………….

  3. Wete said,

    October 25, 2007 at 2:06 am

    jelas aja sate kebonya nggak masuk … orang daku nggak nyobain … hihihihi

  4. de-es said,

    October 25, 2007 at 5:27 am

    kirain ceritanya dari suami yang asli orang kudus, eh bukan ya, abis faseh bener,ds doakan mudah-mudahan setiap tahun bisa mudik.

    mudik itu asiiiiiiiiiiiik

  5. Warih said,

    November 19, 2007 at 4:17 am

    Saya sangat suka artikel kamu di google mengenai kota Kudus.Jangankan orang luar Kudus,orang Kudus sendiri kemungkinan tidak mengerti tentang Kudus.
    Terima kasih kamu telah ikut memperkenalkan Kudus kepada banyak orang.Boleh ga aku mengetahui alamat dalang sinom parijotoh ? atau kamu mengerti syair tentang 2 tembang tersebut ?atau kamu punya rekamannya dalam bentuk CD ?
    terima kasih.Saya tunggu informasi kamu di :scene_28@yahoo.com
    Profile FS : scene_28@yahoo.com
    Tambahan saya juga putra Kudus

  6. wete said,

    November 20, 2007 at 12:03 pm

    Thanks …. udah mampir dan membaca tulisanku mengenai Kudus.

    Maaf saya nggak tahu detailnya Sinom Parijotoh. saya hanya tahu buah parijotoh yang pernah dibawakan khusus oleh kaka ipar saya ketika saya hamil, konon katanya jika memakan buah parijotoh anaknya jadi cakep … :)

    Saya banyak mendengar cerita Kudus dari Kaka Ipar dan suami yang asli orang kudus, mungkin mas Warih bisa kontak dengan suamiku di malhankudus@yahoo.com

    Yang pasti Kudus kota yang nyaman ….

  7. chiell said,

    November 27, 2007 at 6:37 am

    Salam kenal.
    Dialog di atas juga pernah saya alami saat baru aja kuliah di DjoKja…

    temen : kamu aslinya mana chiell..??
    chiell : Kudus.
    temen : Kudus tu Jawa Timur ya..??
    chiell : Ga koq. Jawa Tengah.
    temen : tapi deket Jawa Timur kan..??
    chiell :…??? (maksa banget ni orang)

    Usut punya usut ternyata dia menebak begitu karena logatku. Walaupun aku asli dan besar di Kudus, tapi logat Ibu’ yang asli Lamongan Jatim masih membekas pada logatku.

    Salam kenal…

  8. wete said,

    November 30, 2007 at 10:18 am

    Salam kenal juga …. makasih dah mampir ke blog-ku

    emang bener aku selalu mendapat pernyataan yang maksa kalo kudus tuh Jawa Timur …. hihihihi…

  9. ridwan said,

    December 6, 2007 at 4:42 am

    salam kenal! makasih atas artikelnya tentang Kudus. gak nyangka ada juga yang perhatian banget ama Kudus, wisatanya, makanannya…. tapi bisa lebih seru lagi kalo diberikan juga tentang biaya apapun, misalnya biaya masuk, parkir, dll. tapi itu sudah bagus kok! aku prihatin dgn tempat kuno/ menarik yang kurang pengelolaannya. ya nggak? aku juga lagi mbahas tentang Menara Kudus untuk Paperku. sekali lagi makasih atas artkelnya.

  10. ridwan said,

    December 6, 2007 at 4:54 am

    salam kenal! makasih karena masih ada yang mau ngangkat tema tentang Kudus. tapi kalo bisa ditambah daftar nama-nama hotel penunjang akomodasi, biayanya(biaya hotel, biaya ojek di colo, dll.) tapi itu sudah bagus kok!

  11. wete said,

    December 27, 2007 at 2:56 am

    Salam Kenal dan Terima kasih dah mampir dan nimbrung comment di artikel kudus ini.

    Saya dan keluarga mengunjungi Kudus sekali dalam setahun, biasanya selalu ada pengalaman baru sepulang dari Kudus.Jika ada pengalaman baru tentu akan saya ceritakan untuk panduan bagi yang ingin jalan-jalan menikmati kota klasik nan antik.

  12. hadex said,

    December 28, 2007 at 4:48 pm

    lam kenal ya..
    nasi pindangnya kelupaan tuh….

  13. wete said,

    January 3, 2008 at 2:03 am

    lam kenal juga … thx dah mampir

    nasi pindang and soto kerbau belum masuk emang … :)

  14. ardianto said,

    January 7, 2008 at 1:09 am

    Di Bandung parah lagi…
    Q: “Kamu asalnya dari mana?”
    A: “Dari Kudus”
    Q: “Kudus itu di mana ya…”
    A: “…&^%$”

    *masih kesal gara-gara jarang ada orang yang tahu Kudus di mana*

  15. Ardianto Satriawan!!! :: Kereta Api, Kendaraan Ramah Lingkungan :: January :: 2008 said,

    January 7, 2008 at 1:16 am

    [...] Sebagai seorang penggemar kereta api, sebenarnya saya agak kecewa dengan kereta api di kota saya, Kudus. Kenapa? yah, karena jalur rel kereta api yang melintasi kota saya, jurusan Semarang-Rembang, telah [...]

  16. harofi said,

    January 11, 2008 at 6:35 am

    di Kudus ,juga ada banjir lo mulai dr terminal sampai kec Undaan ,kasihan mereka , hampir 1 minggu berada di pengungsian , dan ini menimbulkan keprihatinan dan kepedulian bagi para calon bupati dan wakil bupati yang akan ikut pilkada 2008 ,terbukti dengan banyaknya para calon hilir mudik melakukan evakuasi dan menyerahkan bantuan / sumbangan , LUMAYANLAH .
    Kalo urusan makanan sih Kudus menyediakan banyak pilihan ,Kalo pagi di sekitar perempatan Tanjung dan GOR wergu wetan ada Lentog-( lontong .Tahu sayur , Gori -Rp 3000 an / porsi ,Siang sedikit ada Soto Ayam , P Denuh ,Sate Kerbau ,Nasi Pindang ( bukan ikan pindang lo - Garang Asem ( ini sering antri ) -Depan Gedung Haji -terus sore ada di parkir pasar kliwon ada ayam gorem Kasmini dkk ( rasanya dan cara masaknya lain dibandingkan dg ayam goreng yg ada diindonesia -buka sampai jam 03.00 pagi ,parkir mobil Rp 1000 ( swasta ) kalo dishub Rp 1500, motor rp 500 , Kotanya nyaman karena orang Kudus kalo malam jarang kluyuran kecuali pergi pengajian , Taxi tidak ada , Angkutan kota hanya sampai jam 19.00 , Kaki lima sudah mulai banyak dan tidak diurus /dikendalikan _( Berbeda pada zamannya Bupati yg dulu - Disiplin )
    maturnuwun

  17. zafa said,

    January 16, 2008 at 6:48 am

    makasih ya dah perhatian banget ma kota Kudus. Soalnya jarang banget orang yang tahu tentang Kudus. Padahal Kudus deket banget sama Semarang. O, iya aku ini salah satu korban banjir di Undaan. Seperti katanya Harofi. Tapi untung rumahku gak apa-apa soalnya rumahku tinggi. Bahkan beberapa dari mereka ada yg kehilangan rumahnya karena tersapu air.

  18. zafa said,

    January 16, 2008 at 7:04 am

    aku mo nambah lagi. kalo yg lain2 sih gak terlalu parah tapi yg ini the most of parah:
    “Kudus? Nama apaan tuh? aku kok baru dengar. setahuku kardus…….”
    ngeselin buangeettt deh

  19. Ali said,

    January 23, 2008 at 5:28 am

    Ada lagi yang khas soal makanan kudus. Tempe penyet, lodeh nangka, ikan penyet dll. Letaknya di Samping gedung Ngasirah, Rendeng. Ada lagi semur Kutuk ( itu loh ikan gabus). Dulu saya tiap pulang ke Kudus, saya sering mampir ke warung Bu titik, Tugu Gebog. Tapi sekarang oarang-nya dah pindah ke JKT. Denger2 didaerah Tebet. Tapi disitu masih ada warung yang jual Semur Kutuk kok.

  20. wete said,

    February 18, 2008 at 11:39 am

    Thx to Mas Adrianto Setiawan, Harofi, Zafa and Ali
    dah mampir dan sharing informasi mengenai Kudus.

    Kudus memang kota yang antik perpaduan klasik dan modern.
    Semoga keklasikan Kudus tetap terjaga.

  21. ardianto said,

    March 4, 2008 at 12:55 pm

    Koreksi kk…
    Ardianto Satriawan, bukan Adrianto Setiawan :)

  22. Vathur said,

    March 7, 2008 at 9:38 am

    Kudus-ku Kudus-ku, walaupun tinggal di Batam tapi tetap aja nuansa kudus masih melekat. karena bagaimanapun kayaknya emang Kudus lebih tentram dan kondusif. ( kalau pas gak ada tawuran suporter Persiku aja… Hehe… ;)
    emcy_kds@yahoo.com

  23. vicky said,

    March 9, 2008 at 9:52 am

    yah,, salut…salut… sama orang kudus.

    aku juga orang Kudus asli, tapi sekarang dah 2 tahun di bogor demi menuntut iLmu.
    di perkuliahan aku juga sering ditanyain tentang asalku, dan aku bilang dari Kudus, trus mereka bilang kudus tuh mana..?? Jawa Timur yah, deket kediri yah..??

    aduhhhh… lalu aku jawab kudus tuh dekat Demak ma Jepara ma Pati, kontan saja aku lalu gambar peta Jawa Tengah untuk nunjukkin kudus tuh dimana..??

    oh yah di bogor juga ada paguyuban mahasiswa asal kudus lho..?? namanya ” KELUARGA KUDUS BOGOR MENARA KOTA “. kami beraktivitas dalam kegiatan kekeluargaan, kebersamaan, bikin acara mudik bareng, balik bareng, makrab bagi mahasiswa IPB yang baru yang dari Kudus, buka puasa bareng, pemilihan ketua, dLL.

    di kampusku juga tiap tahun sering diadakan pentas budaya daerah se Nusantara namanya ” GEBYAR NUSANTARA ” namun kudus tak pernah ambil bagian karena keterbatasan finansial.
    padahal potensi budaya kudus yang unik layak untuk diperkenalkan ke event Nasional ini,
    padahal kudus kota kaya, saya himbau semoga ada DANA dari Pemerintah Kudus buat mempromosikan pariwisatanya ini yang ebgitu menarik ke ajang Nasional lewat GEBYAR NUSANTARA INI.

    semoga aja ada dana dari Dinas Pariwisata Kudus, aminn

  24. wete said,

    March 10, 2008 at 5:29 am

    Thx Vathur & Vicky

    and sorry Mas Ardianto Satriawan … Lain kali nggak salah sebut lagi deh …. :))

  25. Vicky Reply said,

    March 14, 2008 at 8:01 am

    maz-maz maturnuwun sampun saged gabung kaliyan sedherek saking kudus..

    mw nanya nih, yang punya Blog ni sapa yah, and sekarang tinggalnya dimana..??

  26. Vicky Reply said,

    March 14, 2008 at 8:02 am

    tahnks…

    Btw yang pnya Blog ni namany sapa and skRang TinggaL dmana..??

    sYukron

  27. wete said,

    March 26, 2008 at 9:34 am

    thx vicky ..

    blog ini punya saya widya (pls baca ‘about’ ;)
    aku sendiri orang sunda dan bersuamikan orang Kudus asli, kami sekarang tinggal di daerah pamulang.

  28. vicky repLy deui said,

    March 29, 2008 at 8:37 am

    oh,,, ktu nya’

    anu gaduh teh teteh Widya…??

    ateuna tinggaLna di pamuLAng…??

    bageur bageur…………………

    Sundana mana teh..?? sukabumi, Garut, Tasik atawa Sumedang….???

    dan Kudusna mana….???

    puNten banyak nanya………… heheheheheeeee

  29. wete said,

    March 31, 2008 at 9:07 am

    Wah Vicky dah bisa basa sunda belum ???

    Nih saya teh orang Sukabumi …
    Suami dari Wergu Kulon ….

    gitu … cukup or ada pertanyaan lagi

  30. moertadlo said,

    April 3, 2008 at 10:50 am

    nyumbang saran, mas & mbak

    Jangan lupa “SEMUR KUTHUK” nya & Bakso Pak Slamet di samping mesjid agung masih ada nggak ya

  31. vicky ceuna said,

    April 8, 2008 at 12:32 pm

    oh ngono to…???

    sampun cekap semanten mbakyu..??

    dados tiyang kudus sampun saged basa Jawi boten…???

  32. daniel supriyono said,

    April 9, 2008 at 12:38 pm

    Salam kenal,
    saya juga orang Kudus walau telah 20 tahun di Jakarta.
    Tetap saja kalo pulang kampung ke Kudus, maklum
    orangtua, adik, dan kerabat masih banyak di Kudus.
    Soto Kudus, ehem bosan tapi ngangenin. Pindang Kudus, itu Maknyuss! (kata Pak Bondan), Lentog (wuiih murah meriah, saya pernah sarapan lentog di depan RS Mardi Rahayu, cukup uang Rp 5 ribu perak ( 2 piring = Rp 4 ribu perak, teh manis hangat = 500 perak, 1 bakwan = 500 perak), kapan lagi ada biaya hidup murah banget. Pengen nasi tahu? jalan aja ke daerah sekitar SMP Masehi (Panjunan Kulon) banyak yg jual nasi (sego) tahu. Mirip-mirip ketoprak tapi dominan tahu dan telor dengan kuah kacang yg diencerin kecap khas Kudus yg encer pula. Plus aroma bawang putih yg dominan.
    Mau cemilan ala angkringan juga ada. Datang aja ke warung tenda (saya lupa namanya) samping kiri Pasar Anyar, Kudus (belakang Plaza Matahari) ada jajanan yg T.O.P B.G.T. Ada wedang ronde (es ronde jg ada), risol, sego oseng (kalu Yogya sego kucing), sate kerang, tahu susur (di Jkt tahu isi, tp tahu susur lebih mantap dari segi ukuran), dan banyak lagi dan tetap Maknyuss!
    Oya jgn lupa mampir ke Pasar Kliwon untuk mencicipi Es Gempol (dr bahan tepung beras dan santan), es dawet, dan jgn lupa oleh-oleh batik khas pesisir dan batik Lasem.
    Hem, Kudus memang bikin kangen. . . .

  33. Dandi said,

    April 10, 2008 at 5:54 am

    Numpang tanya ya…Selain wisata alam/sejarah dan wisata makanan, tempat hiburan lain apa ya…adakah pusat pembelanjaan / mall / supermarket disana?.. Bioskop atau yang lainnya?.. Salam

  34. vicky rePly said,

    April 12, 2008 at 1:45 pm

    buat mas dandy…

    selain wisata alam kudus juga ada tempat hiburan laen…

    mall juga ada, malahan terbagus diantara kota jepara, demak, pati, ma Rembang.

    Bioskop juga ada, kolam renang juga ada, LK ( lesehan kliwon juga ada ), depan DPR juga ada.

    hehehe nglantur malahan

  35. afif said,

    April 24, 2008 at 3:27 am

    jangan lupa mampir ke kudus bagian selatan pengen tau dahsyat nya weadang coro…wouuuw?nikmat ………….afif

  36. moertadlo said,

    April 29, 2008 at 1:27 am

    hi, mas & mbak
    ada yg tau ds Terban ???
    tuh yg sring di tipi, katanya banyak ketemu fosil & ada musium burbakala segala, ada yg bisa bantu cerita, mas & mbak, matur nuwun

  37. dwi said,

    May 13, 2008 at 5:19 am

    jalan2 di kota kudus ga ada bosennya, apalagi ditemenin sama pcr. uasyik nan!!!
    tapi jangan lupa makan lenthok + Es teh botol sosro + sate usus, may yos nan, uinuk buanget lah…………..

Post a Comment