Komplekku Sayang, Komplekku Malang
April 24, 2008 at 6:16 am (selingan)
Pamulang Permai I (Pamper I), itulah nama komplek perumahan tempat tinggalku sekarang. Aku tinggal di komplek ini sudah hampir 11 tahun (20 Desember 1997).
Perumahan ini termasuk perumahan BTN pertama di wilayah Pamulang, katanya orang dulu menyebut Pamulang dengan sebutan ‘tempat jin buang anak’ saking jauhnya dari peradaban Metropolitan Jakarta. Itu dulu, sekarang nih di Pamulang banyak perumahan yang lebih jauh lagi … ‘tempat anak jin buang anak’ (cucu-nya sih belum … hihihi)
Banyak kenikmatan tinggal di perumahan ini, dari segi luas tanah ya BTN zaman dulu otomatis lumayan gede juga (bandingin dengan komplek2 sekarang), airnya bagus . jernih (katanya dulu bekas kebon bukan rawa …) dan udaranya sejuk , tempat belanja ya lumayan ada Superindo, Giant, Alfa, Kentucky, belum lagi makanan2 tenda lainnya.
Lainnya, dekat dengan kantor pemerintahan kecamatan dan puskesmas dan juga polsek Sekolah didalam komplek sampai Universitas ada lho yaitu Universitas Pamulang alias Unpam. (hayo …. mana ada kota kecamatan yang punya universitas selain Pamulang … )
Sayangnya bioskop dah bubar …. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah Pamper I ini adalah komplek di sekitar Pamulang yang tidak terkena banjir saat banjir besar yang melanda Jakarta dan Sekitarnya.
Cuma ada satu hal yang menjadi ganjalan, adalah jalannya yang rusak. Makanya julukan komplekku sayang, komplekku malang sepertinya cocok untuk Pamper I ini … :))
Pamper I ini memang terbilang perumahan besar dengan kurang lebih 1.000 unit rumah, jalan masuk komplek juga banyak. Mungkin karena banyak itulah kekompakan diantara sesama anggota komplek tidak terjalin dengan baik. Plus alasan2 lainnya.
Kondisi jalan di Pamper memang parah … masuk dari Portal (samping Pacuan Kuda Pamulang) jalannya seperti off road, pernah dibenerin sama calon lurah … tapi lurahnya nggak kepilih lagi. Trus kemarin Ismet –Rano mau jadi Bupati sempet juga dempul2 jalannya .. tapi tidak ada kelanjutannya.
Masuk melalui jalan Superindo … ya nggak beda jauh juga deh …. Kalau dah begitu biasanya inisiatif warga per RT atau per-gang saja memperbaiki masing-masing … jalan utama mah teteuuup.
Ada satu lagi nih … system penomoran di Pamper rada ribet … jadi kalau kebetulan berkunjung ke Pamper I, tanya alamat .. mintalah anter sama tukang beca yang mangkal … karena urutan bloknya rada riyeuuut…. dan hanya tukang becak yang hafal.