Mudik & Ketinggalan Oleh2

Di tengah sibuk silaturahmi deeleel … Aku bersiap melanjutkan perjalanan ke Kudus. Jam menunjukan pukul 20.00 ketika kami bersiap terbang dengan  APV K 9194 BB menuju Kudus dan transit di Bandung. Eeh rupanya 2 keponakanku Iyang (anak teh Wi) dan Teh Yasmin (anak kang Wildan) mau nyoba mudik juga. Jadilah rombangan kami menjadi 6 orang (2 dewasa, 1 ABG dan 3 anak-anak).

Setelah bersalaman dan dadah2han sama keluarga di Sukabumi, kami ber6 berangkat. Selama perjalanan menuju Bandung diisi dengan canda dan tawa ceria (maklum tuh para keponakan lepas dari pengawasan ortunya hehehe). Eiit tiba-tiba kring …. Bunyi handphoneku berbunyi di layar tertulis ibu ….

Ibu :  Wid,  … ieu Oleh-oleh kanggo ke Kudus ketinggaleun (ini oleh2 buat ke kudus ketinggalan)
Aku : Astagfirullah ….. aduh iya bu hilap (lupa)
Ibu : Ayeuna dimana ?  (sekarang dimana ?)
Aku : Aduh dimana ya … sekitar Cirumput (untung belum terlalu jauh)
Ibu : ya udah disitu tunggu di pom bensin sekitar situ deh ..

Wuhahahaha … kita semua ketawa .. lagian sih bercanda terus, jadi aja  oleh-oleh yang dah disiapin jauh2 hari malah ketinggalan .. ’widya2 … dasar si riweeuh  (si repot)’ kata Kakak dan adekku yang nyusulin.

Kami melewati semalam di Bandung (Ngak sempet karaokean deh …:)). Besoknya jam 5.30 kami sudah melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah sumber macet Cileunyi – Jatinangor – Cadar Pangeran lancar.

Beberapa kali kami berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar atau sekedar numpang ke toilet. Sampai di SPBU peraih Muri (toilet tebanyak) kami @ Tegal jam 11.30, kami istrirahat, sholat dan makan siang di situ. Tepat jam 17.30 kami memasuki halaman rumah di Kudus. Alhamdulillah …

(bersambung … Jalan-Jalan di Kudus)

Idul Fitri 2008

Idul Fitri 1 Syawal 1429 H baru saja berlalu, aku baru masuk kantor kembali di minggu kedua Oktober bertepatan tgl 13 Oktober & 13 Syawal juga tentunya. Idul Fitri tahun ini jatuh di hari rabu, hari yang tanggung buat pegawai2 kaya aku ini. Para pegawai ngarepnya lebaran di hari Senin … (hehe).

Seperti tahun-tahun sebelumnya rute perjalanan kami adalah lebaran di Sukabumi selanjutnya menuju Kudus. Mudik ke Sukabumi hari sabtu malam, dan rencana ke Kudusnya Kamis pagi. Tapi tahun ini Suamiku agak sedikit bete,  kebeteannya dipengaruhi  lebaran di tengah minggu itu, ditambah lagi selasa hari selasanya (next week-nya) dia harus dah masuk lagi. Jadi dia ngedumelnya “di Kudus bentar banget dong” (dia ngajak  berangkat sebelum lebaran, tapi dia mikir juga ngga tahan macetnya … hiks …. Sabar dong mas .. :) )

Dari 6 bersaudara, tahun ini yang berlebaran di Sukabumi hanya keluargaku dan keluarga kaka pertamaku (Kang Wildan), Teteh Lampung lebaran di mertuanya di Belitang, Teh Wiwi batu berangkat dari Bandung setalah sholat Id, Helmi juga setelah sholat Id karena harus khotbah Id dulu di Jakarta, si bungsu Wina juga lebaran di mertua di Kudus. Jadilah aku yang sibuk bantu ibu (secara ibuku emang TOP BGT dah nyiapin semuanya jauh2 hari ).

Hari pertama di Sukabumi aku, Ibu, Kang Wildan & teh Ita (istrinya) jalan-jalan ke rumah mantan pengasuhku (kita semua manggilnya  Emak Anah). Kondisi Mak Anah sudah tua, tapi dia masih segar. Dia sekarang mengasuh cucunya yang di tinggal ibunya merantau jadi TKW di Saudi Arabia. Lalu kemana suaminya? Sementara istrinya menjadi TKW, anak2nya diasuh mertua si bapak malah tetap di rumah orang tuanya … Sangat nyata begitulah kebanyakan nasib para TKW kita, menjadi sapi perah para suami.

Hari selanjutnya, mengantar ibu ke Pasar tradisional yang padat menjelang lebaran. Ibuku yang memang mengenal dengan baik medan, sangat gesit pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Sepertinya energi ibu lebih banyak dari aku yang lebih muda … J. Pulang dari pasar aku & ibu naik becak, kendaraan favorit untuk keliling kota sukabumi.

Malam takbiran selesai mengerjakan perkerjaan rumah (persiapan lebaran) aku dan suamiku keluar untuk mengukur jalanan alias jalan kaki ke pusat keramaian Jl. A. Yani. Uiiiih Sukabumi malam lebaran ramenya,  Jl. A. Yani tertutup hanya untuk pedagang dan pejalan kaki. Pedagang apapun ada di sana di jual dengan harga murah, herannya dapet aja tuh mereka bahan dagangan dengan harga murah (heran pisan). Aku & masku hanya melongo melihat begitu banyaknya orang dengan berbagai suara menawarkan barang dagangannya. Akhirnya aku hanya duduk untuk minum & ngebakso di salah satu penjual yang ada.

Tepat di tanggal 1 Syawal 1429 H (Rabu 1 Oktober 2008) kami sekeluarga melaksanakan sholat Idul Fitri di lapangan Merdeka Sukabumi. Dengan khidmat kami mengumandangkan takbir, melaksanakan Sholat Idul Fitri dan mendengarkan Khotbah. Sayangnya saat khutbah banyak jamaah yang bubar (inget ketupat kali yee) padahal kan mendengarkan khutbah bagian dari sholat Id juga.

Kembali ke rumah, kami bersalaman dan meminta maaf dan ampunan dari Bapak dan Ibu. Dan selanjutnya anak2 dah sibuk dengan minta THR sama para Uwa dan Bibi. Sementara tamu terus berdatangan aku bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Kudus

(continué …. Mudik dan ketnggalan Oleh2)