Idul Fitri 1 Syawal 1418 H

‘Selamat Pagi semua, selamat Idul Fitri maaf lahir batin ya …. Cup.. cup.. ‘
Biasanya kalimat itu yang diucapkan di hari pertama masuk kantor setelah libur Idul Fitri.

Setelah hampir lebih dari 1 minggu liburan,  Hari senin 22 Oktober IMX-er resmi masuk kembali. Seluruh warga IMX sudah kembali beraktifitas mengerjakan tugas.

Selamat buat bos besar WW, hari pertama kerja disambut dengan artikel ’Nama dan Peristiwa’ (Naper) di Kompas gitu lho….

Dua minggu .. uiiih lama banget liburan yang aku ambil tahun ini. Seperti biasa jadwal tahunan diawali dengan kepulangan pengasuh anak-anak (mbak Wati) ke kampungnya Kebumen seminggu sebelum lebaran (Aku ambil cuti tentunya). Dan sepeti tahun-tahun lalu juga aku selalu absen dari silaturahmi di rumah BB WW.

Main sama Haekal & Balya, beres2 rumah, cuci, gosok dan beresin persiapan mudik itulah kegiatanku sepulang pembantu ke kampung halamannya.

Rute perjalanan tahunan kami dimulai ada H-2 Pamulang menuju Sukabumi, dilanjutkan dengan perjalanan ke Kudus (H+1). Barang yang dibawa 2 tas gede, obat2-an dan juga makanan serta minuman.

Idul Fitri tahun ini adalah jadwal seluruh keluargaku berkumpul merayakan Idul Fitri di Sukabumi. Hanya kakaku yang tinggal di Bandung saja berhalangan hadir karena satu dan lain hal. Adikku datang tepat dihari raya, sehabis khutbah Id dia & kel langsung menuju Sekabumi.

Sekarang ini orang tuaku merupakan sesepuh di keluarga besar kami, jadi ngak heran rumahku selalu dipenuhi oleh keponakan, cucu serta tamu-tamu lainnya … (uuuuh senengnya).

Hitung THR

Semua senang menyambut hari kemenangan, terlebih anak-anak. Haekal, Balya serta keponakanku yang seumur dengan anakku Yasmine, Arsy, yang lebih gede Iyang, Alwan bahkan yang udah kuliah Firsa semua dapat jatah THR yang dibagikan setelah kami bersalam-salaman. Balya tak hentinya mengeluarkan uang dari dompetnya dan menghitung setiap kali mendapat tambahan. (dasar anak2)

Aku sekeluarga harus segera meninggalkan Sukabumi untuk mengunjungi ibu mertuaku yang berada di Kudus, jadi setelah tamu agak reda, kami bersiap untuk berangkat.  Tujuan pertama adalah Bandung mengunjungi kakaku yang kebetulan tahun ini berhalangan hadir ke Sukabumi. Di Bandung rencananya akan menginap dan pagi harinya perjalanan dilanjutkan menuju Kudus.

Sampai di Bandung kira-kira jam 19.00, membongkar perbekalan, istirahat dan dilanjutkan dengan Karaoke …

Pagi hari kami sudah bersiap kembali melanjutkan perjalanan menuju Kudus. Waktu yang ditempuh (kalau lancar) kira2 12 jam melewati kota Sumedang, Majalengka, Cirebon, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak barulah sampai di Kudus.

Rute yang paling berat adalah Bandung – Sumedang – Majalengka melewati Jatinangor yang merupakan raja macet dan juga Cicadas Pangerang yang terkenal dengan jalan berkelok diapit oleh gunung cadas dan jurang yang curam.  Syukur sekarang jalannya sudah bagus dengan pembatas jalan yang cukup, sehingga tidak terlalu khawatir.

Selanjutkan di antara batang dan Kendal akan petemu dengan daerah perkebunan jati yang dulu terkenal angker ’Alas Roban’.  Tidak berbeda denga Cadas Pangerang, Alas Robanpun sekarang ’Mak nyoos’ jalannya lebar, bagus …. banyak posko sponsor, yang paling rame adalah posko Indomie.

Perjalanan yang lama ini dijalani dengan sangat santai. Kami sekeluarga sangat menikmati kebersamaan. Kehebohan dalam mobil dilakukan Balya dan Haekal terutama sama jalan berkelok2. Berkali-kali kami berhenti di area SPBU. Mobil mengisi bahan bakar, sementara penumpang mengeluarkan bahan bakar alias ke toilet (hihihihi… ).

Waktu makan siang akhirnya kami sampai di Tegal. Kami mempir di Toilet 67 (Toilet terbanyak versi MURI). Kami sholat, dan makan siang di cafe SPBU.

Perjalanan dilanjutka kembali. Tapi ada yang beda dari Haekal, dia terus merengek minta mampir ke posko Mentari Indosat. Nggak muluk-muluk sih permintaannya hanya minta main PS dulu di Posko itu. Setelah mencari-cari akhirnya kami menemukan juga posko indosat di sekitar rumah makan pringsewu Tegal.

posko-indosat3.jpgposko-indosar2.jpg

Posko Indosat

Satu jam kami istirahat di posko itu, pelayanan yang diberikan lumayan juga, ada minuman gratis (Vitamilk), dan juga ada PS yang anak2 seneng banget. oh iya … ada pijat juga lho. (thx indosat, kenapa sih Cuma sampe H+5 aja, padahalkan puncak mudik H+7).

Perjalanan antara Semarang – Demak – Kudus, kami diguyur hujan yang sangat deras, bahkan beberapa ruas jalan tergenang air. Hujan deras yang disertai petir cukup membuat kami khawatir juga.

Alhamdulillah ….  Akhirnya tepat jam 21.00 kami memasuki halaman rumah di Kudus.

Ramadhan

Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan …. (walau terlambat …. Ini kan dah hari ke 10)

Alhamdulillah tak terasa puasa sudah masuk babak perempat final alias hari ke 10. seperti halnya kompetisi untuk masuk ke babak perempat final, banyak halangan dan rintangan yang dihadapi masing-masing peserta. Semoga kita semua bisa sampai ke final dan menjadi pemenangnya….. Amien

Syukur Alhamdulillah juga aku dan keluarga bisa menunaikan ibadah puasa tahun ini. Ini adalah tahun kedua bagi Si Sulung Haekal (9 th) belajar puasa sampai magrib. Sementara si kecil Balya (5 th) masih susah banget diajaknya. Suhur sih ikutan, cuma jam 7 pagi dia dah dah minta makan lagi … heuheuheu  dasar Balya masa dia bilang ‘aku kan lapar’  kalau dah begitu paling kaka-nya cemberut.

Pada kesempatan ini juga, Aku dan misua berusaha agar setiap hari ada 1 waktu diantara 5 waktu sholat untuk berjamaah dengan anak-anak di rumah. Biasanya yang sering dilaksanakan secara berjamaah adalah sholat magrib dan sholat Isya.

Setalah sholat anak-anak selalu berdoa dengan keras dan selalu ada dialog diantara mereka: 

Haekal  : Ya Allah … berikanlah riqki yang banyak untuk ayah dan ibu’
Balya     : Ka .. do’anya biar ayah da ibu bisa naik haji dong
Haekal  : Balya …. naik haji juga harus pakai uang makanya do’anya minta rezeki yang banyak aja ..

Hehehe .. lucu aja, sama-sama mendo’akan yang baik tapi lain versi ya …

Nah untuk … hai yang udah gede …   kalau ada yang  berbeda jangan jadi ribut, karena pastinya masing-masing ingin bertujuan baik. (iya kan …. :-))

Haekal’s first Tennis Tournament

Hello ….
Beberapa bulan ini wordpressku nggak bisa diupdate, padahal si kaka ribut terus untuk memasukan cerita dia ikutan Pertandingan Sabtu Minggu (Persami) yang diadakan clubnya ‘Yayuk Basuki Tennis Academy (YBTA)’  tanggal 1 – 2 September lalu.

haekal1.jpg

Ini adalah pertama kalinya Kaka Haekal ikut dalam pertandingan sejak 2 bulan ikut rutin latihan lagi setelah vakum latihan hampir  2  tahun.  Saat duduk di TK (5 tahun) dia sudah mulai latihan tennis di YBTA Lapangan Pati Unus,  saat itu kebetulan suamiku masih bergabung di YBTA. 

Setelah satu tahun berjalan Haekal masuk SD dan suamiku pindah kerja ke Cempaka putih otomatis Haekal harus vakum dulu. Maklum kondisi yang belum memungkinkan, belum terpikir bagaimana dia berangkat, tapi factor utama adalah waktu sekolah yang sangat padat.

Setelah hampir 2 tahun, akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk memindahkan sekolah Haekal ke Sekolah Dasar Negeri. Mulai kelas 3 (Juni 2007) dan mulai berlatih tennis  kembali.

Yang membuat aku berbangga hati dia mau pergi  setiap selasa dan jum’at siang jalan dari Pamulang dengan menggunakan bis. Adiknya ‘Balya’ nggak mau ketinggalan juga. Jadilah mereka Haekal, Balya diantar oleh mbak pengasuhnya  Mbak Wati.

Tapi ini semua tidak mungkin terjadi, jika tidak ada kebaikan dari Mbak Yayuk Basuki, Mas Suharyadi (Heri), Mbak Utami,  Mas Sulis yang memberikan kesempatan pada kedua anakku untuk bergabung di YBTA. Thanks a lot all. Kami akan selalu ingat jasa baiknya.

Kembali ke Persami, aku pikir Haekal belum boleh ikut di turnamen ini, karena umurnya belum 10 tahun ditambah latihannyapun baru, tapi ternyata  Mbak Utami mengijinkan untu ikutan. 

 Hehehe … Bapaknya nervous banget, tapi anaknya sih tenang aja. Untuk mematangkan 2 minggu sebelum acara kami memanfaatkan hari sabtu dan minggu untuk latihan sendiri di lapangan dekat komplek rumah. Terutama untuk melatih servis (bapaknya sampai bolos sehari  lho)

Jreng …. Akhirnya waktunya  datang juga. Aku, suamiku, Haekal dan Balya sudah bersiap dengan perbekalan seadanya (maklum belum tahu medan … :)).

Sesampai di tempat tujuan, keramaian sudah terlihat ternyata pesertanya banyak juga dari berbagai sekolah tenis.  Ada yang dari Bogor, Depok, Bintaro, Bekasi pokoknya JABOTABEK lah. Ternyata semua sudah siap dengan perbekalan (terutama yang jauh-jauh) , ada yang membawa cooler box komplit dengan box makanan, trus serombongan lagi mengelar permadani di pinggir lapangan. Waaah … seru pokoknya.  (kayanya next tournament aku juga gitu deh …. hihihihi)
Hari H, pertandingan dimulai jam 11.00 WIB, sejak jam 10.00 peserta dan pengunjung sudah memenuhi tempat pendaftaran ulang. Sampailah pada pengundian lomba. Babak I Haekal – mendapat bye, babak 2 Haekal akan berhadapan dengan pemenang antara Bimo dan Ilham yang dimenangkan Ilham.

Tepat jam 14.00 Haekal dipanggil untuk bermain dilapangan 5B. Haekal masih terlihat canggung maklum pertama kali bermain. Bola-bola panjang yang diberikan lham bisa dikembalikan Haekal dengan baik. Beberapa kali Haekal memimpin 40 – 15, namun sayang akhirnya Haekal harus mengakui kemenangan Ilham dengan 6-1

Walaupun pada akhirnya Haekal kalah dari Ilham, namun perlawanan yang diberikan Haekal cukup membuat kaget. Haekal bisa mengembalikan bola-bola Ilham bahkan yang aku bangga servisnya Haekal tidak ada yang meleset.

Satu hal yang belum dia sadari adalah dia belum mengerti benar point2 penting harus bertahan, sehingga beberapa kali seharusnya point terakhir Haekal memang malah berbalik.

Walaupun kalah, hari itu Haekal masih menghadapi satu pertandingan lagi (konsolidasi) lawannya adalah Enrique.  Tampil kedua Haekal terlihat lebih percaya diri. Servisnya semua masuk, bola bagaimanapun dilahap dengan baik. Tak ayal Haekal menang dengan skor 6-1.

Hari pertama yang kusaksikan cukup puas dengan penampilam Haekal, yang penting bagiku sekarang ini sportifitas  dan keberanian dia bertanding.

Sayang, hari kedua aku nggak bisa mengikutinya. Minggu pagi aku dan tim Perspektif Baru ’goes to Pontianak’ untuk acara Perspektif Baru Live Bersama Wimar Witoelar.

Selamat ya Kaka Haekal …  I am very proud of you, i was so excited to see your first game ,, and surely i will do too in your next tournament

Hajatan si Bungsu ..

winas-wedding.jpg

Khusus  untuk  Agustus tahun 2007 ini, ada peringatan lain lagi, selain ulangtahunku. 18 Agustus ini adikku terkecil yang seorang wartawan koran Seputar Indonesia itu, akan melangsungkan pernikahan.

Namanya juga anak bungsu, uiih lumayan sibuk nih ortuku.   Ada pengajian, ada acara siraman (dulu jaman kita  sih mandi aja sendiri .. hihihi). Nah Kebetulan ortu pengajian itu dilaksanakan pada tanggal 9 sore. Pastinya aku tidak menyia-yiakan kesempatan dong  untuk mengabungkan perayaanku dengan pengajian yang digelar di rumah … ( always nebeng deh … :))

Pernikahan si bungsu ini cukup menghebohkan juga. Maklum resepsi diadakan di Sukabumi, sementara semua anggota keluargaku ada di Lampung, Bandung dan sebagian besar di Jakarta dengan kondisi yang lumayan sibuk, sehingga tidak bisa day to day membantu persiapan ibu dan Bapak di Sukabumi.

Pastinya hanya bapak dan ibu dengan bantuan sepupu2 dan tetangga2 dekat menyiapkan semua persiapan. Nggak heran kalau bapak dan ibu kadang suka bernada tinggi pada anak-anaknya karena tidak ada teman curhat kali ya, jadi kesel sama anak-anaknya yang kurang cukup memberikan perhatian pada persiapan perhelatan ini.

Aku sendiri memang saat itu sedang dalam kondisi full book dengan kegiatan workshop dan seminar untuk Pepsodent dan juga membantu tim Lifebuoy. Belum lagi urusan anak-anak. Kakaku yang lainya itu jauh beda keadaannya.

Untuk menjaga agar ortu tenang, aku dan kaka2ku janjian mengambil cuti dan datang ke Sukabumi lebih awal.

Wah … ternyata memang lebih repot dari acara2 aku atau kaka2ku dulu. Siraman dilakukan satu hari sebelum acara.  Dulu  bapakku paling ngga suka acara2 yang merepotkan seperti siraman dll. Kebetulan dulu kita selalu pake perias yang memang masih family, jadi tahu banget dong bagaimana bapakku. Nah sekarang periasnya rekanan bisnis ibuku dan tidak ada hubungan  saudara jadi … bapak mesti ngikutin deh … hihhihiiii .

Perhelatan akan diadakan di gedung wanita sukabumi, lokasinya nggak jauh dari rumah, gedungnya nggak terlalu besar tapi yang penting dapurnyanya bisa dipake masak gitu loo. (Fyi nih ibuku kan punya usaha catering kecil-kecilan, sama groupnya yang masih saudara2 juga sih …  siapa yang mo pesen bisa lewat aku lho … :))

Saat semua sedang sibuk, tiba-tiba tepat jam 16.00 lampu mati …. aduh sengsaranya… hiks . Saudara-saudara dah berdatangan,  sementara di rumah hanya diterangi lampu tempel dan lilin. Tempat acara beluim selesai, group masak ibuku yang sedang memasak di dapur gedung wanitapun hanya diterangi lilin ….. (wah jangan sampe salah masukin garam ya …. hihihihi)

Jam 23.00, lampu menyala .. syukur semua terkendali ketika lampu menyala. Dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, tamu yang hadir banyak, keluarga besar dari ibu dan bapakku datang.

Selamat Adiiku … semoga menjadi keluarga yang sakinah penuh Rahmat Allah …

Agustus Ceria

Bulan Agustus, bulan dimana ada libur nasional menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu yang tak kalah pentingnya pada bulan itu juga hari kelahiranku (walaupun bukan tanggal 17 sih ….  :))

Di hari ulang tahunku (10/0 8) tidak ada perayaan apapun di rumah. Ucapan selamat dan pelukan  dari anak-anak & suami tentunya  cukup membuatku bahagia. Padahal seminggu menjelang tanggal 10, suamiku keluar kota (ke hutan pula), dan ternyata dia mengejar untuk sampai di rumah  tepat tengah malam di malan 10 Agustus.

Di kantor lebih seru lagi, teman-teman tidak mengingat ulangtahunku. Untung aja hari itu aku tidak jadi membawakan masakan andalanku Soto Kudus ke kantor. (aiiih kalo udah bawa kan geer banget …. Hihihihi).

Tapi menjelang sore rupanya jeng Rizka(RN) dan jeng wulan (HW) ingat kalau hari itu aku ulang tahun. Aku tahu mereka berbisik2 via popup dan trus tanya sama aku.  Ya tentu saja aku jawab ’enggak lahh’. HW dan RN tetap penasara, dasar nekat  dia kirimkan ke milis IMX ucapan selamat Ulang Tahun. (jadi tahu deh semua …. Soto Kudusnya menyusul ya …. :))

Do’aku di hari jadiku ini, semoga Allah memberikan Rahmat dan Hidayah kepadaku dan keluargaku. Dari Dialah datangnya semua kebaikan, dan semoga kebaikan pula yang menyetaiku dalam sisa umurku di dunia ini.

Terima kasih ya Allah … Melalui kedua orang tuaku Engkau telah memberikan kesempatan kehidupan yang baik padaku dan keluargaku. Semoga aku bisa selalu menjaga AmanahMu. Amien ..

Haekal di Khitan

Kali ini Haekal yang bikin kaget, bagaimana nggak sekonyong-konyong dia bilang mau disunat saat liburan semester ini. Aku dan suamiku bertanya-tanya ‘bener nggak sih anak ini dah pengen dikhitan ?’ dia tegaskan ’iya bu’. Jawaban tegas dia justru membuat aku dan suamiku tersenyum bingung, mau dimana yah khitannya ‘Sukabumi atau di Pamulang aja dan kapan baiknya ?’

Kesempatan liburan natal terlewatkan begitu saja, karena kami sangka Haekal belum libur. Jadi ancang-ancang kami ambil, khitan di saat Idul Adha dan tempatnya di Sukabumi di rumah ibuku. Kayanya kakak-kakakku saat itu sedang kumpul untuk merayakan Idul Adha jadi tidak perlu repot lagi mengundang mereka.

Gerak cepat ku telpon bapak dan ibuku mengabarkan rencana ini, dan meminta tolong beliau untuk mendaftarkan Haekal di rumah sakit khitan yang ada di Sukabumi. Jadwal yang ku minta sabtu pagi (satu hari sebelum Idul Adha). No pendaftaran sudah di dapat (no. 12), tapi disarankan untuk datang lebh awal, rumah sakit buka jam 05.30, jadi sapa yang datang duluan bisa langsung masuk.

Setelah sholat subuh, Haekal, suamiku dan bapak, Ibuku  bersiap berangkat. Aku sendiri memilih menunggu di rumah menemani Balya selain itu aku juga belum siap mendengar anakku nangis karena kesakitan.  Ternyata tak lama, Haekal sudah sampai di rumah lagi, dengan digendong ayahnya dia tersenyum-senyum sambil memperlihatkan uang lembaran seratus ribua-an.

Setelah Khitan 3 hari tidak boleh terkena air, hari keempat control lagi .. Wah hari keempat selasa, terpaksa harus cuti mendadak nih. Jadi segera ku SMS my bos ei & cl untuk ngabarin daku cuti hari selasa. (thx ei, cl dan diijinin cuti walau mendadak …:))

Haekal senang banget dapat uang ’nyecep’ dari uwa, bibi, nenek dan juga kakek serta saudar2 yang kebetulan datang ke rumah. Pengen apa sih dia ? ternyata dia bilang sama mbak-nya kalau dia mo ngumpulin uangnya untuk beli handphone.

Yang lucu saat perjalanan pulang ke Pamulang, dia minta ayahnya mengisi bensin full sambil bilang ’Yah …. bensinnya abis tuh, isi full  aja  nanti bayar pake uangku’ (heuheu …..  deuuuh yang punya uang)

Ulang Tahun Kaka Haekal 25 Desember …

Haekal 

Haekal sering dikatain teman dan keluargaku dengan sebutan ’anak Yesus’ maklum  8 tahun lalu, tepatnya tanggal 25 Desember 1997 jam 00.05 Haekal dilahirkan,  ditambah bapaknya orang Kudus  lagi … :)

25 Desember 2006 jatuh pada hari Senin, tidak ada acara special, tapi karena  sebelumnya dia baru saja menyelesaikan UAS dan ditambah Sabtu dan minggu adalah hari kebebasan buat dia, jadi dia benar-benar menikmati hari sabtu-minggu ini dengan main sepuasnya.

Wah susah, kalo dah main… disuruh sholat harus dengan otot alias marah, suruh ngaji juga harus pake otot, pokoknya apapun yang menjadi kewaiibannya seakan menjadi hilang karena jadwal main. Karuan aku dan suamiku kesal melihat tingkahnya.

Sholat dan ngaji memang aku tekankan terutama pada Haekal yang sudah lebih besar dan lebih mengerti. Biasanya setiap hari sabtu dan minggu saat sholat magrib kami sholat berjamaah, kemudian ayahnya mengajarkan ngaji Haekal, sementara Balya mengaji Iqro denganku dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah. Dan kebiasaan pula, jika Haekal main seharian konsentrasi mengajinya jadi buyar karena kelelahan bermain, kalau sudah begitu … runyam deh jadinya, bapaknya marah dan Haekal juga menangis di kamarnya (sebenarnya haekal  tuh perasa banget dan mudah nangis). Begitu pula yang terjadi malam senin itu, karena seharian main Haekal sudah tidak konsentrasi mengaji dan pasti ayahnya marah,  Haekal masuk kamar dan mengunci pintunya sambil menangis.

Subuh aku bangunkan dia  untuk sholat subuh,  sambil memeluk dan menciumnya aku ucapkan ’Selamat Ulang Tahun yah sayang’, dia menangis dan berbalik memelukku. ’Maafin aku yah bu’ katanya. Sambil mengelus rambutnya akupun mengingatkan dia untuk tidak lupa sholat dan belajar.  Ayah dan adiknya ikut bangun dan  juga mengucapkan selamat ulang tahun.

Wah .. Haekal dapat kado ulang tahun lho dari Bi Wina, coba apa ?? ’Hore aku dapet sepatu bola nih bu dari bi Wina’ katanya sambil lompat kegirangan. Dengan semangat pagi itu juga dia mengajak ayahnya bermain bola di lapangan. Udah pasti deh pulang dengan sepatu dan baju penuh tanah. …. tapi dia kelihatan senang sekali.

Hari itu Haekal sibuk membalas sms yang dikirimkan nenek, kakek, uwa, bibi dan kaka-kaka sepupunya melalui hpku.

Adiknya nggak mau ketinggalan sibuk, di hari ulang tahun kakanya ini dia sibuk memilih baju pesta ( hihihihi … padahal nggak ada acara apa-apa) seharian Balya dengan baju pink-nya.

Kaka Haekal sayang ….
Selamat Ulang Tahun ke-8 yah
Ibu dan ayah nggak bisa kasih apa-apa, hanya do’a yang selalu kami panjatkan kepada Allah, semoga Allah selalu melindungi setiap langkah dan berbuatanmu.

Selalu tetap baik yah ….
Sayang pada ibu, ayah dan juga adik
Jangan mudah putus asa terus usaha untuk mencapai cita-cita
Selalu yakin bahwa usaha dan do’a akan menghasilkan kebaikan dan keberhasilan.
 

Hari ibu 22 Desember

Hahaha … lagi-lagi Balya dasar masih anak itu  selalu saja ember dan nggak tahan untuk bilangin kejutan2 yang sedang dipersiapkan kakanya. Pulang kerja aku, Haekal, Balya dan pembantuku mbak Tuti ngobrol di teras belakang rumah,   Haekal, Balya dan Mbak Tuti, berbisik2 sambil tersenyum2. Karuan aku yang juga ada disitu penasaran dong ada apa sih ??

Balya

Balya segera menghampiriku dan hendak memberitahukan apa yang sedang mereka rencanakan. Dengan cepat Haekal melarangnya, ’Balya, jangan bilang ibu dulu nanti nggak surprise’ . Aku jadi penasaran apa sebenarnya yang mereka rencanakan. Akhirnya aku bilang, ’ Kalau sama ibu nggak boleh berbohong, ibu kan teman kalian juga. Apapun bisa dicerikan ke ibu’. Balya jawab, ’tuh kan kan sama ibu nggak boleh berbohong ka’.

Dengan berat Haekal berkata, ’itu lho bu.. tentang hari ibu’  katanya. Takut mengecewakan mereka, aku tidak meneruskan pertanyaan walaupun masih penasara ( uuuuh … lagian want to know aja deh ibu2 ini) 

Keesokan harinya, Magrib aku baru sampai ke rumah, dengan basah kuyup kehujanan, aku mengucapkan salam dan memanggil ’kaka … ade..’ kedua anakku menyongsong ku sambil berkata ’ wah ibu kasian sekali kehujanan’.  ’Nanti kalo ibu dah mandi buka kulkas yah, pasti ibu bilang wah bagus banget dan harus dimakan yah  ….’ lanjut Balya.

Karena penasaran, ku buka kulkas dan ketemukan agar-agar dengan rasa jeruk, dilapisi colat dan ditaburi Stowbery. Semua memelukku …. Selamat hari ibu yah, katanya. Trus Balya tanya, ’Kalau hari bapak kapan sih bu ??

Selamat Ulang Tahun Ayah …..

Beli kado, bungkus kado, beli black forest kecil dan janga lupa lilinnya (yang kecil-kecil aja, kuenya juga kecil kok), itu yang diinget2 seminggu ini untuk nyambut 14 Desember yang jatuh hari kamis ini. Aku dan anak pertamaku  Haekal sibuk nyiapin surprising buat misua, sementara si kecil Balya masih ribut tanya kuenya  mana.

Rabu sore pulang kantor aku mampir dulu ke Hero Pamulang untuk beli black forest kecil. Kado dah terbungkus rapi dari kemarin, semua dah siap, tinggal ucapannya. Ucapannya dari kertas sobekan buku aja deh, trus Haekal yang tulis ucapan untuk bapaknya. Kan lebih natural gitu  (natural apa ngirit ??….  :) )

Black Forest beli yang super kecil, abis beli yang gede uuuh,  selalu nongkrong lama di kulkas. Pernah nih tahun lalu, aku beliin kue tart kecil untuk ulang tahun Balya di bulan Oktober, sampai bapaknya ulang tahun bulan Desember, tuh kue masih nongkrong di kulkas. Padahal kuenya lumayan enak lho …. aaaah ternyata anak-anak Cuma nyowelin creamnya doang.

Kita semua dah janjian untuk bangun pagi sholat subuh trus baru kagetin ayah. Jadi malam itu Haekal, Balya aku suruh tidur cepet biar gampang dibangunin. Anak-anak malam itu manis banget dengan semangat semua siap-siap tidur cepat.

Jam menunjukan jam 21.30 kerika suamiku datang, si sulung Haekal dah terlelap tidur, sementara adiknya masih pecicilan naik turun tempat tidur. Suara mobil masuk, dia langsung buka pintu sambil teriak … ayahhh….., trus dia berbisik, ’Bu, boleh nggak ngucapin selamat ulang tahun ke ayah?’ aku jawab, jangan sekarang besok pagi aja. Trus dia senyam, senyum.

Begitu ayahnya keluar mobil dan menutup pagar, Balya nyamperin trus bisik-bisik, nggak lama ayahnya ngomong, ’Makasih ya sayang’ aaaah dasar Balya rupanya dia bener-bener ngucapin selamat ke bapaknya malam itu juga, eeeh abis itu ditambah lagi

B: Yah, kuenya kan udah ada di kulkas
A : siapa yang beli ?
B : Ibu.

Aku hanya bisa ketawa aja, dasar anak-anak diminta diem-diem eeh nggak sabar juga.

Pagi-pagi jam 05.00, Haekal dan Balya dah aku bangunin. Tumben banget mereka cepet bangun ngak pake acara ngambek. Kita semua dah siap, aku pegang kue, Balya pegang kado dan Haekal kartu ucapan sambil pegang gelas untuk siram. 

Selamat Ulang Tahun Ayah …ayah.jpg …  kita semua teriak sambil nyepretin air kemukanya.

wt-and-children_parenting.jpg

Helmi Tampil di Tipi

Aku anak ke 4 dari 6 bersaudara, 2 adikku Helmi dan Wina. Kedua adikku sangat dekat denganku, bahkan Wina yang kini menjadi wartawan tinggal bersamaku. Sementara Helmi yang baru saja menikah, sering juga nongkrong di rumahku sambil bermain PS sama anakku Haekal.

me, sister and Brother 

Helmi sekarang bekerja di tempat kaka pertamaku, selain itu dia  juga dipanggil pak Ustad, karena memang dia sering berceramah di berbagai tempat bahkan sudah memasuki Kalimantan dan Sulawesi sebagai rambahannya.
 
Cita-citanya dari kecil memang ingin menjadi seorang Kiai. Kata ibuku, dulu ketika bapakku masih aktif di NU dan menjadi ketua cabang NU, rumahku sering dijadikan tempat musyawarah dan munaqosah para kyia Sukabumi, si kecil Helmi selalu tidak pernah ketinggalan untuk menyambut dan  bersalaman dengan para kyai itu. Jadi syukur, sekarang dia bisa menjadi guru dan ustad.

Dari 6 bersaudara, aku salah satu yang paling cuek dan dianggap paling bisa menengahi jika ada suatu masalah baik antara saudara-saudaraku ataupun dengan bapak dan ibuku. Otomatis apapun yang terjadi pada saudara-saudara terutama kedua adikku, biasanya akulah orang pertama yang dikabari. Termasuk kabar mengenai undangan mengisi acara di Indosiar.
 
Berawal dari persahabatan Helmi dengan bang Haji  Taufik Savalas yang tergabung dalam sebuah pengajian. Beberapa kali Taufik menawarkan untuk mempromosikannya di station televisi, tapi dia masih ragu untuk menjawab ’iya’, karena dia memang ingin berkonsentrasi menjadi da’i muda yang intelek, dengan memberikan pencerahan Islam dengan bahasa halus tidak menggurui ataupun diminati karena candaannya.

Akhirnya Bang Haji Taufik mempromosikan ke pihak Indosiar, pihak Indosiar mengundang secara resmi mengisi satu episode di acara sahur di Istana BBM. Waktu yang diberikan adalah 5 menit, formatnya ceramah dan tanya jawab.
 
Di acara ’Sahur di Istana’ ini dia keluar setelah kumandang adzan subuh, waktu yang diberikan  lima menit dengan topik ’Cinta bulan Ramadhan’ .
 
Pada awal penampilannya yang masih nervous …  :) dia menjelaskan bahwa bisa diibaratkan manusia menandatangani sebuah MOU dengan sang pencipta, setelah mendapat persetujuan dan dinyatakan sah, maka keluarlah manusia dalam kekadaan kosong sebutlah ’blank check’.
 
’Tentunya manusialah yang akan mengisi chek tersebut, apakah akan selama kosong atau terisi dengan nilai yang banyak. Puasa oleh Tuhan dijadikan sebagai sekolah atau latihan ruhaniah yang bisa memberi gambaran apa yang harus dituliskan dalam blank chek’ lanjutnya
 
Ketika seorang audiens bertanya bagaimana menanamkan kecintaan kepada anak-anak
 
Menurut Helmi, Peran keluarga dan orang tua sangat besar untuk membentuk anak yang mencintai Ramadhan. Ajaklah anak puasa bersama2, buka, sahur dan sholat berjamaah. Akan indah rasanya anak-anak mencium tangan dan merasakan kebersamaannya. Dan kegiatan itu akan terekam jelas dalam hati anak.
 
Karena waktu memang sangat terbatas maka, penjelasanpun sangat ringkas. Intinya cinta puasa diawali dari keluarga.
 
Selamat buat Helmi semoga menjadi awal langkah menuju era pertelevisian. Tingkatkan terus pengetahuan dunia dan akhirat, tetaplah pada cita-cita menjadi ulama yang intelek penuh dengan pengetahuan yang mendalam tidak dangkal sehinggga semakin digali semakin keluar isi yang bermanfaat.

Next entries »