K U D U S

Liburan kami di Kudus cukup panjang tahun ini, kami memanfaatkan dengan mengenal Kota yang terkenal dengan sebutan kota kretek ini.

Kota kudus berada di jajaran pantai utara Jawa tepatnya di Jawa Tengah. (ada hihihihi ada juga lho yang nggak tahu Kudus dimana). Beberapa kali ada yang tanya sama aku:

Q : suamimu orang mana wid?
A : Orang Kudus
Q : oooh Jawa Timur dong …
A : Aiiiih Jawa Tengah atuh … :)

Maju mundurnya perusahaan rokok sangat berpengaruh pada pemasukan kota Kudus (saking banyaknya pabrik rokok di Kudus) Djarum menjadi salah  menjadi asset pemasukan terbesar kota ini. Selain itu ada juga perusahaan percetakan terbesar PT Pura (pura apa yah .. ??). Dan yang sekarang Kudus tengah menjadi pembicaraan dengan akan didirikannya PLTN Muria. (Katanya kaka iparku yg di tinggal disana nih   … proyeknya jalan terus, walaupun di tentang). 

Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, Kudus merupakan salah satu kota yang menjadi  pusat perkembangan Islam di Jawa, setelah Demak yang merupakan pusat kerajaan Islam pertama  di Jawa didirikan oleh Wali Songo.

Ada 2 wisata ziarah yang berada di kota Kudus yaitu makan Sunan Kudus yang terletak di komplek menara Kudus. Menara mesjid Kudus yang menyerupai candi ini sangat terkenal karena unsur pluralisme yang sangat kental perpaduan unsur Islam, Hindu dan Budha. Dalam Sejarah tercatat Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus dengan memanfaatkan simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur mesjid Kudus. Menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha.  Menara yang diperkirakan didirikan pada abad 16 ini,  sampai sekarang masih berdiri kokoh disamping  Masjid Raya Al-Manar (Al-Aqsa), yang berada di Kauman, Kecamatan Kota, sekitar 1,5 km ke arah barat pusat kota.

Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan menggantikan kurban sapi dengan memotong kurban kerbau. Sampai sekarang pesan itu masih ditaati oleh masyarakat Kudus. (sumber:wikipedia)
Sedikit mengenai Sunan Kudus. Dilahirkan dengan nama Jaffar Shadiq. Dia adalah putra dari Sunan Ngudung (Panglima perang Kesultanan Demak) dan Syarifah, adik Sunan Bonang. Diperkirakan wafat tahun 1550.

menara.jpg

Wisata Ziarah lainnya adalah Makam Sunan Muria yang  berada di puncak gunung Muria yang berhawa sejuk. 

Sunan Muria yang bernama asli raden Prawoto dan kemudian berganti nama menjadi Raden Umar Said, adalah putra dari Sunan Kalijaga hasil perkawinan dengan Dewi Saroh. Selanjutnya Raden Umar Said membangun pesantren di lereng Muria tepatnya di Desa Colo, hingga terkenal dengan sebutan Sunan Muria.

Metode dakwahnya mirip dengan ayahnya. Namun berbeda dari Kalijaga, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota dalam menyebarkan agama Islam. Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan bercocok tanam, berniaga, dan melaut sangat disukainya. Salah satu hasil dakwahnya melalui seni adalah lagu sinom dan kinanti. Tembangnya yang populer dilantunkan dalang pada zaman sekarang adalah sinom parijotho. Parijotho adalah nama tumbuhan yang hidup di lereng Muria.

Beliau wafat dan dimakamkan di Desa Colo pada ketinggian 600 meter dari permukaan laut (dpl). Beberapa kerabat dan pengikutnya juga dimakamkan di lereng gunung setinggi 1.602 m dpl itu.

Komplek ini bisa dicapai dengan jalan kaki melewati sekitar 700 undakan (trap) dari pintu gerbang di dekat lokasi parkir mobil/bus. Bisa juga dengan menumpang ojek. Makamnya ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah, terutama saat upacara Buka Luwur yang diselenggarakan setiap 6 Muharam.  Selain berziarah, pengunjung juga bisa menikmati wisata alam Colo yang eksotik, yang hanya berjarak 1,5 km dari arah selatan makam.

Makanan Khas

Selain terkenal dengan rokok, Menara Kudus. Makanan khas Kudus juga terkenal ’mak nyoos’ biasanya setiap hari kami sekeluarga berwisata kuliner mencoba berbagai makanan. Setiap pagi makanan yang kami serbu adalah lentok (lontong dengan sayur gori (nangka) plus tahu sayur tahu ditambag rawit matang) porsinya nggak terlalu banyak (dengan piring kecil atau sedang). Makannya pas di depan gerobaknya. Lentok ini asalnya ada di daerah namanya Tanjung, tapi sekarang di sekitar GOR Kudus juga sudah ada warung2 Lentok. Perpiringnya hanya 2000 rupiah.

makanlentok.jpg
 
Kalau makan siang, ada soto kudus boleh pilih mau yang ayam atau kebo. Biasanya kami menyantap sotonya Mbak Hijah, atau pak Achwan atau Jatmi. Sotonya biasanya  dipadu dengan kerupuk udang, sate paru, atau perkedel. Selain soto ada juga lontong opor yang kurang lebihnya seperti lentok tapi ditambah telur dan ayam opor.

Yang khas dari Kudus juga adalah Garang Ayam, (ayam dengan santan ditambah blimbing sayur dan bumbu lainya dibungkus dan dikukus …. uiih segernya.

Kalau malam, disekitar Jl. Sunan Muria ada lesehan tahu campur, tahu telur. Sebetulnya bahan-bahannya sih sama aja ada toge dan tahu sebagai bahan yang nggak ketinggalan, hanya ini dipadu dengan bumbu kacang.
Untuk oleh-oleh biasanya yang diburu adalah jenang (dodol) ada Mubarok, Aminah dsb deh. Ada juga kacang goreng sumber gelis yg enak rasanya, atau kacang Jepara yang mirip kacang bali. Tapi kalau pesanan kakak tersayangku adalah krupuk kulit  ….

Nah itulah yang aku ketahui tentang Kudus. Selanjutnya silahkan mencoba. Kudus menarik juga untuk dikunjungi.

Idul Fitri 1 Syawal 1418 H

‘Selamat Pagi semua, selamat Idul Fitri maaf lahir batin ya …. Cup.. cup.. ‘
Biasanya kalimat itu yang diucapkan di hari pertama masuk kantor setelah libur Idul Fitri.

Setelah hampir lebih dari 1 minggu liburan,  Hari senin 22 Oktober IMX-er resmi masuk kembali. Seluruh warga IMX sudah kembali beraktifitas mengerjakan tugas.

Selamat buat bos besar WW, hari pertama kerja disambut dengan artikel ’Nama dan Peristiwa’ (Naper) di Kompas gitu lho….

Dua minggu .. uiiih lama banget liburan yang aku ambil tahun ini. Seperti biasa jadwal tahunan diawali dengan kepulangan pengasuh anak-anak (mbak Wati) ke kampungnya Kebumen seminggu sebelum lebaran (Aku ambil cuti tentunya). Dan sepeti tahun-tahun lalu juga aku selalu absen dari silaturahmi di rumah BB WW.

Main sama Haekal & Balya, beres2 rumah, cuci, gosok dan beresin persiapan mudik itulah kegiatanku sepulang pembantu ke kampung halamannya.

Rute perjalanan tahunan kami dimulai ada H-2 Pamulang menuju Sukabumi, dilanjutkan dengan perjalanan ke Kudus (H+1). Barang yang dibawa 2 tas gede, obat2-an dan juga makanan serta minuman.

Idul Fitri tahun ini adalah jadwal seluruh keluargaku berkumpul merayakan Idul Fitri di Sukabumi. Hanya kakaku yang tinggal di Bandung saja berhalangan hadir karena satu dan lain hal. Adikku datang tepat dihari raya, sehabis khutbah Id dia & kel langsung menuju Sekabumi.

Sekarang ini orang tuaku merupakan sesepuh di keluarga besar kami, jadi ngak heran rumahku selalu dipenuhi oleh keponakan, cucu serta tamu-tamu lainnya … (uuuuh senengnya).

Hitung THR

Semua senang menyambut hari kemenangan, terlebih anak-anak. Haekal, Balya serta keponakanku yang seumur dengan anakku Yasmine, Arsy, yang lebih gede Iyang, Alwan bahkan yang udah kuliah Firsa semua dapat jatah THR yang dibagikan setelah kami bersalam-salaman. Balya tak hentinya mengeluarkan uang dari dompetnya dan menghitung setiap kali mendapat tambahan. (dasar anak2)

Aku sekeluarga harus segera meninggalkan Sukabumi untuk mengunjungi ibu mertuaku yang berada di Kudus, jadi setelah tamu agak reda, kami bersiap untuk berangkat.  Tujuan pertama adalah Bandung mengunjungi kakaku yang kebetulan tahun ini berhalangan hadir ke Sukabumi. Di Bandung rencananya akan menginap dan pagi harinya perjalanan dilanjutkan menuju Kudus.

Sampai di Bandung kira-kira jam 19.00, membongkar perbekalan, istirahat dan dilanjutkan dengan Karaoke …

Pagi hari kami sudah bersiap kembali melanjutkan perjalanan menuju Kudus. Waktu yang ditempuh (kalau lancar) kira2 12 jam melewati kota Sumedang, Majalengka, Cirebon, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak barulah sampai di Kudus.

Rute yang paling berat adalah Bandung – Sumedang – Majalengka melewati Jatinangor yang merupakan raja macet dan juga Cicadas Pangerang yang terkenal dengan jalan berkelok diapit oleh gunung cadas dan jurang yang curam.  Syukur sekarang jalannya sudah bagus dengan pembatas jalan yang cukup, sehingga tidak terlalu khawatir.

Selanjutkan di antara batang dan Kendal akan petemu dengan daerah perkebunan jati yang dulu terkenal angker ’Alas Roban’.  Tidak berbeda denga Cadas Pangerang, Alas Robanpun sekarang ’Mak nyoos’ jalannya lebar, bagus …. banyak posko sponsor, yang paling rame adalah posko Indomie.

Perjalanan yang lama ini dijalani dengan sangat santai. Kami sekeluarga sangat menikmati kebersamaan. Kehebohan dalam mobil dilakukan Balya dan Haekal terutama sama jalan berkelok2. Berkali-kali kami berhenti di area SPBU. Mobil mengisi bahan bakar, sementara penumpang mengeluarkan bahan bakar alias ke toilet (hihihihi… ).

Waktu makan siang akhirnya kami sampai di Tegal. Kami mempir di Toilet 67 (Toilet terbanyak versi MURI). Kami sholat, dan makan siang di cafe SPBU.

Perjalanan dilanjutka kembali. Tapi ada yang beda dari Haekal, dia terus merengek minta mampir ke posko Mentari Indosat. Nggak muluk-muluk sih permintaannya hanya minta main PS dulu di Posko itu. Setelah mencari-cari akhirnya kami menemukan juga posko indosat di sekitar rumah makan pringsewu Tegal.

posko-indosat3.jpgposko-indosar2.jpg

Posko Indosat

Satu jam kami istirahat di posko itu, pelayanan yang diberikan lumayan juga, ada minuman gratis (Vitamilk), dan juga ada PS yang anak2 seneng banget. oh iya … ada pijat juga lho. (thx indosat, kenapa sih Cuma sampe H+5 aja, padahalkan puncak mudik H+7).

Perjalanan antara Semarang – Demak – Kudus, kami diguyur hujan yang sangat deras, bahkan beberapa ruas jalan tergenang air. Hujan deras yang disertai petir cukup membuat kami khawatir juga.

Alhamdulillah ….  Akhirnya tepat jam 21.00 kami memasuki halaman rumah di Kudus.

S u K a B u M i

Tahu nggak kota Sukabumi?
deket bogor, terkenalnya sih Pelabuhan Ratu.                  
Ada yang menarik?
Aaah biasa saja bagi sebagian orang. Tapi buat gw … nilai historisnya tinggi bo… Gimana nggak gw lahir di dan gede di kota itu, kedua orang tua disana juga, paman & bibi banyak disana juga. Pastinya tujuan utama mudik lebaran adalah Sukabumi.

Sekarang Sukabumi dah rame banget, banyak tempat belanja (supermarketlah …. kalo dibilang mall nanti pada ngiranya kaya PI, PS gitu lagi … :)) Cuma sayang nggak ada ’bioskopnya’-nya. Zaman dulu banyak bioskop yang jadul ada kelas 1 yang duduk di atas dan kelas 2 dibarisan depan.  Sebutlah ada bioskop ’Gelora’ (seringnya muter film oma irama & selalu pueenuuuh banget), ada bioskop ’Indra’ (ini mah filmnya rada suka bagusan sering film 007 zaman Roger Moore),  bioskop ’Royal’ (biasanya film oma irama plus warkop), ’Nusantara’ (specialis Amita Bacan alias India), ’Sukabumi Theatre’ (film anak-anak  Cinderella, Pinokia disitulah nontonnya), ’Capitol Plaza’ (ini sih lebih umum … ).

Satu demi satu bioskop itu beguguran.  Abis itu,  muncul pusat-pusat belanja diawali Puja Sera, tapi nggak tahu kenapa sepi dan akhirnya tutup. Di Capitol juga pernah ada dept store, Cuma bertahan setahun sepi, trus tutup juga. Ada  King supermarket, gw pikir bakalan lama ….  eeeh ternyata tutup juga (tempatnya sekarang disewain buat resepsi kawinan)

Masuk juga  raksasa dept store (saat itu)  Ramayana  dept store.  Lumayan rame karena komplit (one stop shopping gitu deh …) diatasnya ada supermarket Hero, food court, trus ada juga ’21’-nya. Untuk Sementara Ramayana menjadi tempat nongkrong anak-anak sukabumi yang mau nonton, belanja dsb. Cuma sayang, letaknya deket pasar, aksesnya lumayan agak susah (macet deesbe deh)  kecuali yang buat yang datang dari ujung-ujung Sukabumi (kebeneran akhir pemberhentian angkot adalah didepan Ramayana).

Trus berdirilah Yogya Dept store, nah kalo ini mah ngota, letaknya deket alun-alun, aksesnya gampang dsb. Setelah ada Yogya, Ramaya berangsur sepi … hiks 21-nya tutup deh. Hero  pindah gedung ke kota (deket Yogya).

 Setelah itu  berturut2 berdiri matahari, trus toko2 kelas menengah (bukan kelas dept sote maksudnya), Gedung Hero yang ada M’D, Dunkin dsb, trus supermall yang  ada superindo, toko buku  apa gitu dan pedagang2 lainnya.

Tahun ini ada 2 dept store lagi yang berdiri Tiara dan Selamat …. uiiiih, Ngga heran kalau malam minggu (apalagi awal bulan) tuh orang bejibun di pusat2 perbelanjaan. Apalagi menjelang lebaran kaya gini ….. ngga kalah deh sama musim haji di mekkah (hiperbola biar keliatan seru …. hihihihihi)

Awal bulan kemarin gw sama ponakan Yasmine  & si kecil Balya keliling-keliling kota Sukabumi naik becak. Berangkat dari rumah jam 8 pagi. Ya Ammmmpiyuuun … itu yang namanya orang nunguin mall buka … (hiperbola lagi nih …. udah kaya ngantri kereta di gambir  mo mudik)

Tips untuk orang Sukabumi yang mau jalan-jalan saat deket-deket lebaran nih  …. jangan ke pusat kota pake bawa mobil segala, udah nggak ada tempat parkir jalannya juga susah beeng …. mending naik beca sambil mejeng and ngusirin yang ngalingin jalan

(Penumpang becak : misi teh, kang, …. (pejalan kaki sambil lirik kagum .. mangga neng …. heuheuheuy) )

Trus tips nukadua, kalau kekurangan garem di rumah nggak usah lari ke supermarket, mending cari ke warung mang ujo yang deket rumah aja. Supermarketmah …. uuuuh antriannya panjang pisan.

MAKANAN ENAK DI SUKABUMI

Sukabumi juga termasuk kota yang disebut-sebut enak makanannya, yang terkenal sih pepesnya …. katanya orang2 ikannya itu lho … gurih.

Terus untuk yang bisa dibawa pulang,  ada moci …. lumayan banyak dikenal orang, sekarang ini di Jl. Kaswari ada pembuat moci sekalian dengan toko kue jajanan sukabumi ada Noga (tingting kacang), sale pisang, dodol dsb.

Ada juga aneka kripik SEHI, lumayan … (gw aja bawa ke kantor pada ketagihan ….) yang enak kripik singkongnya … nggak kalah deh sama kusuka yang disupermarket.

Trus kalo jajanan, ada bakso Mang Ja’i, dari zaman gw SD sampe sekarang  gw dah 36 tahun,  tuh bakso masih enak dan masih terkenal. Hehehe inget bakso Jai,  jadi inget zaman SD, anaknya si mang Jai  sekelas & segeng sama gw di madrasah  (sekolah agama sore). Pastinya … gw pulang sekolah jam 4,  gw selalu ngajak dia untuk makan gratis … (saat itu  .. anak sd mana sanggup beli bakso Jai … hihihihi).

Ada lagi sate sapi … itu satu-satunya sate yang bermadhab  sapi (hihihi yang lainnya aliran kambing bo…, (dan secara ….  kita sekeluarga nggak suka kambing gitu). Sate ini adanya cuma malem doang  di sekitar Jl. A. Yani

Ada juga Bandrek, Bajigur dan Rarawuan ’Mang Hasan’. Tahu nggak Rarawuan itu apa ? dia itu masuk spesies gorengan yang terbuat dari tepung plus kacang merah kecil,  pake kelapa. Bandreknya pale kelapa muda gitu …. ini juga dah ada dari zaman gw kecil. Tongkrongan ini adanya malem, tempatnya  di sekitar Jl.  A yani juga (Deket toko Maribaya) .

Kalo siang-siang pengen Lotek atau rujak uleg, cari aja di sekitar Jl. A.Yani (juga)  toko Rido. Nah .. didepan toko Rido itu ada yg jualan Lotek & rujak yang enak …. Wah sekelas  Desi Ratnasari aja suka beli disitu deh ….

Trus yang perlu dicoba juga adalah PASTEL & BALABALA (Balabala teh kata orang jakarta mah Bakwan). Makannya pake sambel kacang … uiih makyosss, uenaaak tenan. Cuma ini mah harus pesen ….. kita sebut Balabala  ’Nugraha’. Si bu Ani yang bikinnya. Dia ini belum punya counter sendiri (kalo bulan puasa gini sih bisa dibeli didepan Gg. Nugraha Jl. A. Yani). Sumpah pastel & balabalanya-nya enak banget (sambelnya itu lho..). Mesti kudu dicoba deh …. harganya bisa 3x  lipetnya murahnya dari pastel ma cik, walau begitu rasanya eeeh mmm.. Nih kalo mo pesen ke no. ini aja 0856-59439781.

Aduh …. Makanan apa lagi ya yang bisa disharing ….. ahaaa.. ’Catering’ ibu gw kali ya …. kali aja ada yg mo hajatan di Sukabumi … (hehehehe teuteup ..) 

Ramadhan

Ahlan wa Sahlan Ya Ramadhan …. (walau terlambat …. Ini kan dah hari ke 10)

Alhamdulillah tak terasa puasa sudah masuk babak perempat final alias hari ke 10. seperti halnya kompetisi untuk masuk ke babak perempat final, banyak halangan dan rintangan yang dihadapi masing-masing peserta. Semoga kita semua bisa sampai ke final dan menjadi pemenangnya….. Amien

Syukur Alhamdulillah juga aku dan keluarga bisa menunaikan ibadah puasa tahun ini. Ini adalah tahun kedua bagi Si Sulung Haekal (9 th) belajar puasa sampai magrib. Sementara si kecil Balya (5 th) masih susah banget diajaknya. Suhur sih ikutan, cuma jam 7 pagi dia dah dah minta makan lagi … heuheuheu  dasar Balya masa dia bilang ‘aku kan lapar’  kalau dah begitu paling kaka-nya cemberut.

Pada kesempatan ini juga, Aku dan misua berusaha agar setiap hari ada 1 waktu diantara 5 waktu sholat untuk berjamaah dengan anak-anak di rumah. Biasanya yang sering dilaksanakan secara berjamaah adalah sholat magrib dan sholat Isya.

Setalah sholat anak-anak selalu berdoa dengan keras dan selalu ada dialog diantara mereka: 

Haekal  : Ya Allah … berikanlah riqki yang banyak untuk ayah dan ibu’
Balya     : Ka .. do’anya biar ayah da ibu bisa naik haji dong
Haekal  : Balya …. naik haji juga harus pakai uang makanya do’anya minta rezeki yang banyak aja ..

Hehehe .. lucu aja, sama-sama mendo’akan yang baik tapi lain versi ya …

Nah untuk … hai yang udah gede …   kalau ada yang  berbeda jangan jadi ribut, karena pastinya masing-masing ingin bertujuan baik. (iya kan …. :-))

Haekal’s first Tennis Tournament

Hello ….
Beberapa bulan ini wordpressku nggak bisa diupdate, padahal si kaka ribut terus untuk memasukan cerita dia ikutan Pertandingan Sabtu Minggu (Persami) yang diadakan clubnya ‘Yayuk Basuki Tennis Academy (YBTA)’  tanggal 1 – 2 September lalu.

haekal1.jpg

Ini adalah pertama kalinya Kaka Haekal ikut dalam pertandingan sejak 2 bulan ikut rutin latihan lagi setelah vakum latihan hampir  2  tahun.  Saat duduk di TK (5 tahun) dia sudah mulai latihan tennis di YBTA Lapangan Pati Unus,  saat itu kebetulan suamiku masih bergabung di YBTA. 

Setelah satu tahun berjalan Haekal masuk SD dan suamiku pindah kerja ke Cempaka putih otomatis Haekal harus vakum dulu. Maklum kondisi yang belum memungkinkan, belum terpikir bagaimana dia berangkat, tapi factor utama adalah waktu sekolah yang sangat padat.

Setelah hampir 2 tahun, akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk memindahkan sekolah Haekal ke Sekolah Dasar Negeri. Mulai kelas 3 (Juni 2007) dan mulai berlatih tennis  kembali.

Yang membuat aku berbangga hati dia mau pergi  setiap selasa dan jum’at siang jalan dari Pamulang dengan menggunakan bis. Adiknya ‘Balya’ nggak mau ketinggalan juga. Jadilah mereka Haekal, Balya diantar oleh mbak pengasuhnya  Mbak Wati.

Tapi ini semua tidak mungkin terjadi, jika tidak ada kebaikan dari Mbak Yayuk Basuki, Mas Suharyadi (Heri), Mbak Utami,  Mas Sulis yang memberikan kesempatan pada kedua anakku untuk bergabung di YBTA. Thanks a lot all. Kami akan selalu ingat jasa baiknya.

Kembali ke Persami, aku pikir Haekal belum boleh ikut di turnamen ini, karena umurnya belum 10 tahun ditambah latihannyapun baru, tapi ternyata  Mbak Utami mengijinkan untu ikutan. 

 Hehehe … Bapaknya nervous banget, tapi anaknya sih tenang aja. Untuk mematangkan 2 minggu sebelum acara kami memanfaatkan hari sabtu dan minggu untuk latihan sendiri di lapangan dekat komplek rumah. Terutama untuk melatih servis (bapaknya sampai bolos sehari  lho)

Jreng …. Akhirnya waktunya  datang juga. Aku, suamiku, Haekal dan Balya sudah bersiap dengan perbekalan seadanya (maklum belum tahu medan … :)).

Sesampai di tempat tujuan, keramaian sudah terlihat ternyata pesertanya banyak juga dari berbagai sekolah tenis.  Ada yang dari Bogor, Depok, Bintaro, Bekasi pokoknya JABOTABEK lah. Ternyata semua sudah siap dengan perbekalan (terutama yang jauh-jauh) , ada yang membawa cooler box komplit dengan box makanan, trus serombongan lagi mengelar permadani di pinggir lapangan. Waaah … seru pokoknya.  (kayanya next tournament aku juga gitu deh …. hihihihi)
Hari H, pertandingan dimulai jam 11.00 WIB, sejak jam 10.00 peserta dan pengunjung sudah memenuhi tempat pendaftaran ulang. Sampailah pada pengundian lomba. Babak I Haekal – mendapat bye, babak 2 Haekal akan berhadapan dengan pemenang antara Bimo dan Ilham yang dimenangkan Ilham.

Tepat jam 14.00 Haekal dipanggil untuk bermain dilapangan 5B. Haekal masih terlihat canggung maklum pertama kali bermain. Bola-bola panjang yang diberikan lham bisa dikembalikan Haekal dengan baik. Beberapa kali Haekal memimpin 40 – 15, namun sayang akhirnya Haekal harus mengakui kemenangan Ilham dengan 6-1

Walaupun pada akhirnya Haekal kalah dari Ilham, namun perlawanan yang diberikan Haekal cukup membuat kaget. Haekal bisa mengembalikan bola-bola Ilham bahkan yang aku bangga servisnya Haekal tidak ada yang meleset.

Satu hal yang belum dia sadari adalah dia belum mengerti benar point2 penting harus bertahan, sehingga beberapa kali seharusnya point terakhir Haekal memang malah berbalik.

Walaupun kalah, hari itu Haekal masih menghadapi satu pertandingan lagi (konsolidasi) lawannya adalah Enrique.  Tampil kedua Haekal terlihat lebih percaya diri. Servisnya semua masuk, bola bagaimanapun dilahap dengan baik. Tak ayal Haekal menang dengan skor 6-1.

Hari pertama yang kusaksikan cukup puas dengan penampilam Haekal, yang penting bagiku sekarang ini sportifitas  dan keberanian dia bertanding.

Sayang, hari kedua aku nggak bisa mengikutinya. Minggu pagi aku dan tim Perspektif Baru ’goes to Pontianak’ untuk acara Perspektif Baru Live Bersama Wimar Witoelar.

Selamat ya Kaka Haekal …  I am very proud of you, i was so excited to see your first game ,, and surely i will do too in your next tournament

Hajatan si Bungsu ..

winas-wedding.jpg

Khusus  untuk  Agustus tahun 2007 ini, ada peringatan lain lagi, selain ulangtahunku. 18 Agustus ini adikku terkecil yang seorang wartawan koran Seputar Indonesia itu, akan melangsungkan pernikahan.

Namanya juga anak bungsu, uiih lumayan sibuk nih ortuku.   Ada pengajian, ada acara siraman (dulu jaman kita  sih mandi aja sendiri .. hihihi). Nah Kebetulan ortu pengajian itu dilaksanakan pada tanggal 9 sore. Pastinya aku tidak menyia-yiakan kesempatan dong  untuk mengabungkan perayaanku dengan pengajian yang digelar di rumah … ( always nebeng deh … :))

Pernikahan si bungsu ini cukup menghebohkan juga. Maklum resepsi diadakan di Sukabumi, sementara semua anggota keluargaku ada di Lampung, Bandung dan sebagian besar di Jakarta dengan kondisi yang lumayan sibuk, sehingga tidak bisa day to day membantu persiapan ibu dan Bapak di Sukabumi.

Pastinya hanya bapak dan ibu dengan bantuan sepupu2 dan tetangga2 dekat menyiapkan semua persiapan. Nggak heran kalau bapak dan ibu kadang suka bernada tinggi pada anak-anaknya karena tidak ada teman curhat kali ya, jadi kesel sama anak-anaknya yang kurang cukup memberikan perhatian pada persiapan perhelatan ini.

Aku sendiri memang saat itu sedang dalam kondisi full book dengan kegiatan workshop dan seminar untuk Pepsodent dan juga membantu tim Lifebuoy. Belum lagi urusan anak-anak. Kakaku yang lainya itu jauh beda keadaannya.

Untuk menjaga agar ortu tenang, aku dan kaka2ku janjian mengambil cuti dan datang ke Sukabumi lebih awal.

Wah … ternyata memang lebih repot dari acara2 aku atau kaka2ku dulu. Siraman dilakukan satu hari sebelum acara.  Dulu  bapakku paling ngga suka acara2 yang merepotkan seperti siraman dll. Kebetulan dulu kita selalu pake perias yang memang masih family, jadi tahu banget dong bagaimana bapakku. Nah sekarang periasnya rekanan bisnis ibuku dan tidak ada hubungan  saudara jadi … bapak mesti ngikutin deh … hihhihiiii .

Perhelatan akan diadakan di gedung wanita sukabumi, lokasinya nggak jauh dari rumah, gedungnya nggak terlalu besar tapi yang penting dapurnyanya bisa dipake masak gitu loo. (Fyi nih ibuku kan punya usaha catering kecil-kecilan, sama groupnya yang masih saudara2 juga sih …  siapa yang mo pesen bisa lewat aku lho … :))

Saat semua sedang sibuk, tiba-tiba tepat jam 16.00 lampu mati …. aduh sengsaranya… hiks . Saudara-saudara dah berdatangan,  sementara di rumah hanya diterangi lampu tempel dan lilin. Tempat acara beluim selesai, group masak ibuku yang sedang memasak di dapur gedung wanitapun hanya diterangi lilin ….. (wah jangan sampe salah masukin garam ya …. hihihihi)

Jam 23.00, lampu menyala .. syukur semua terkendali ketika lampu menyala. Dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, tamu yang hadir banyak, keluarga besar dari ibu dan bapakku datang.

Selamat Adiiku … semoga menjadi keluarga yang sakinah penuh Rahmat Allah …

Agustus Ceria

Bulan Agustus, bulan dimana ada libur nasional menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu yang tak kalah pentingnya pada bulan itu juga hari kelahiranku (walaupun bukan tanggal 17 sih ….  :))

Di hari ulang tahunku (10/0 8) tidak ada perayaan apapun di rumah. Ucapan selamat dan pelukan  dari anak-anak & suami tentunya  cukup membuatku bahagia. Padahal seminggu menjelang tanggal 10, suamiku keluar kota (ke hutan pula), dan ternyata dia mengejar untuk sampai di rumah  tepat tengah malam di malan 10 Agustus.

Di kantor lebih seru lagi, teman-teman tidak mengingat ulangtahunku. Untung aja hari itu aku tidak jadi membawakan masakan andalanku Soto Kudus ke kantor. (aiiih kalo udah bawa kan geer banget …. Hihihihi).

Tapi menjelang sore rupanya jeng Rizka(RN) dan jeng wulan (HW) ingat kalau hari itu aku ulang tahun. Aku tahu mereka berbisik2 via popup dan trus tanya sama aku.  Ya tentu saja aku jawab ’enggak lahh’. HW dan RN tetap penasara, dasar nekat  dia kirimkan ke milis IMX ucapan selamat Ulang Tahun. (jadi tahu deh semua …. Soto Kudusnya menyusul ya …. :))

Do’aku di hari jadiku ini, semoga Allah memberikan Rahmat dan Hidayah kepadaku dan keluargaku. Dari Dialah datangnya semua kebaikan, dan semoga kebaikan pula yang menyetaiku dalam sisa umurku di dunia ini.

Terima kasih ya Allah … Melalui kedua orang tuaku Engkau telah memberikan kesempatan kehidupan yang baik padaku dan keluargaku. Semoga aku bisa selalu menjaga AmanahMu. Amien ..

Menuju Medan

Selasa  siang daku dah dapat tiketnya tapi pulangnya belum … hiks degdegan juga, syukurlah SM dan MA menjamin hal pertama yang akan dilakukan sesampai di Medan dan bertemu klien adalah ’Pengurusan Tiket pulang’.

GW dan Susy alias SM  yang kebetulan ber-Villa di Pamulang, janjian berangkat bareng, jam yang disepakati selambat-lambatnya  jam 03.30. Dengan sebuah taksi Blue Bird, kami melaju ke Bandara. Sementara Maro alias MA berangkat sendiri dari rumahnya di komplek perumahan yang banyak patung Romawinya itu lho …(hehehe mana tuh ??).

Uiiih … Bandara rame juga nih … terutama counter Air Asia, antriannya lumayan, trus obrolan merekapun  dah dengan logat berbeda pula. Karuan dong gw dan SM  udah mulai gatel tuk usilin MA yang memang orang Medan.

Kita sepakat untuk memasukan travel bag kita ke bagasi, biar masuk pesawat praktis, jadi kalopun harus berebut kursi, nggak perlu berebut kapling kabin untuk barang bawaan lagi …. hehehe.

Sepanjang menunggu di ruang tunggu, kami bertiga bermacam2 cerita yang lucu. Yang paling banyak cerita lucunya tentu aja MA. Bagaimana nggak dia tuh cerita bermacam-macam kejadian dan kebiasaan orang batak, dengan mimik dan gerakan yang lucu banget.

Lagi asyik ngobrol, datanglah serombongan keluarga cewek-cewek dan anak-anak yang bicara-nya kenceng (tahu dong dari mana asalnya ?? ) rame banget dan duduk di depan kami. Semua bawa tentengan tas,  ada yang menarik salah satu dari mereka bawa kardus ’rice cooker’ sambil marah-marah ’mestinya ini dimasukin bagasi nih .. ba.. bla..’   …. (eeh Ro, emangnya di medan nggak ada yg jual Rice Cooker yah … heuheuheu)

Waktu naik pesawat tiba. Kita semua dah siap di depan pintu boarding. Pengaturannya lumayan juga orang tua dan yang bawa anak dipersilahkan masuk duluan.

Untung juga tas masuk bagai, jadi nggak kami berjalan dengan lenggang ke pesawat. Kami pilih masuk lewat pintu belakang yang lebih kosong. Dan memang benar kursi bagian belakang relatif masih kosong, dibanding bagian depan. Kami langsung duduk, sementara penumpang yang lain masih ngapling-ngaplingin barang-barangnya.

Jam 06.00, pramugari sudah menghitung jumlah penumpang dan semua pintu dah siap ditutup. Tapi …. ups … ada lagi sodranya MA yang berteriak  ibu berteriak, ’tunggu satu orang lagi masih di luar’ (weleh2 … ini teh bukan  ini metro mini .. inang … )

Pertebatanpun terjadi antara pramugari (P) dengan si ibu (I) :

I : Aduh .. tunggu sodara saya masih di luar nih ..
P : dimana bu, kita sudah akan terbang
I : dia sedang jalan
P : Jalannya di mana, jangan-jangan masih di rawa bokor lagi.

Si Ibu telpon : iya cepat lah ….

P : jadi bagaimana bu, kita nggak bisa menunggu
I  : iya katanya dia sudah jalan
P : tapi sampai di mana, jalan di tempat kali bu …. kok sampe2 dari tadi

Penumpang lain : mesem-mesem

Hampir 15 menit kami menunggu 1 orang itu. Akhirnya dia datang juga dengan membawa tentengan donat JC. Heuheuheu … gw & Susy ngelirik Maro sambil senyam senyum. Aduh Ro … sodra-mu ada-ada aja.

Sesampai di Medan,  saat di toilet aku bertemu dengan si ibu tadi. Dia cerita katanya yang ketinggalan tadi itu adalah iparnya yang baru pertama kali naik pesawat, dan dia itu terbang dengan tiket dan ktp orang lain (karena sebenarnya dia tidak berangkat saat itu). Tahu dong, sekarang pengecekan pake ktp segala … eeeh dia ditanya petugas namanya siapa dia jawab namanya sendiri, sementara KTP-nya, ktp orang lain. Udah pasti dia nggak boleh masuk ke ruang tunggu ….. uuuh kacian.

Tugas ke Medan

Senin pagi seperti biasa masuk kantor dengan cerah ceria pastinya … (cause I like Monday .. (bener nih ???) ) . Beredar gosip bahwa akan ada tim yang akan diutus ke medan,  ada bocoran, katanya daku dapat tugas ke Medan. Untuk apa yah ? Katanya juga nih ada klien orang Medan yang mengundang tim imx ke sana. Sebelumnya BB, EI dan SM sudah meeting maraton dengan sang klien ini. 

Trus menurut isu yang tak resmi yang akan berangkat adalah EI, MA dan SM. Tapi berhubung anak-nya EI sakit, jadi dakulah yang berangkat.

Akhirnya senin siang, resmi diumumkan bahwa memang benar aku yang akan berangkat ke Medan bersama Susy (SM)  dan Maro (MA) orang batak yang mengaku keturunan Itali itu … ?. Trus diumumkan juga bahwa kami berangkat naik Air Asia rabu pagi. 

Tuing …  langsung nyerocos dong dalam hati ”wah …  pertama kali nih naik pesawat yg kaya bis (abis harus pake berebut kursi segala, hihihi kaya bis ke Sukabumi aja. Zaman kuliah dulu kalo gw mo pulang ke Sukabumi nih, naik bis dari Kampung Rambutan yg super ngantri.  Trus mesti usaha  berebut kursi.  Biar dapat kursi duduk gw cari2 cowok yang sudah masuk bis, trus gw minta dikaplingin deh …. tentunya pasti dapet dong, gimana nggak yang minta kan cewek, cantik pula .. hihihihi). Trus katanya pesawatnya bagus lho, tempat duduk lega de es be deh.

Oke deh udah biasa berebut kursi mah …. tapi … oooh my God .. take off-nya jam 06.00 dan kita harus di Bandara  2 jam sebelumnya. Trus jam berapa doooong dari rumah villa gw ‘Pamulang’?

Ada lagi kabar ngagetin dari MA dan SM, katanya kita pulang  sabtu, jam 20.45 alias jam 9 malem dan sampe Jakarta hampir jam tengah malam. Aiiih belum berangkat dah penuh kejutan.

Trus nanti bagaimana di sana, karena terus terang gw masih ngambang banget nih. Tapi tenang aja, cause gw berangkat dah dengan 2 pakar, untuk EO,  SM pakarnya  dan MA TOP Kreatifnya IMX. Pastinya gw hanya mengawal mereka dong … ?

Eeeeh tahu nggak, ternyata menjelang keberangkatan  kita bertiga tuh sama2 nggak tidur. Abis ngikutin acara TAN yang saat itu menampilkan tamu Fauzi & Fauzan yang suka nyanyian lagu2 jadul termasuk Beatles, trus ternyata kita tuh sama-sama lanjutin nonton bola AS Roma vs MU & chelsea vs Sevilla. Jadi nyambung  deh ceritanya gimana AS Roma dicukur MU 6-0.,-

— Bersambung (menuju medan) —-

Alat Rekam Gate

Beberapa bulan terakhir ini ada 2 perjalanan dinas keluar kota, November lalu ke Adelaide Australia dan Maret ini ke Surabaya. Tahu nggak nih, … dalam kedua perjalanan itu selalu ada ’gate and gate’ yang menegangkan dan juga lucu …  :)
 
Waktu di Adelaide ada cerita EI ketinggalan HP di pasar  (lihat ceritanya di HP Gate), nah di Surabaya ini ada juga Alat rekam yang ketinggalan di Taksi, yang bikin mbak Rizka pucat pasi. (padahal 100% bukan kesalahan RN lho).

Malam menjelang acara Perspektif Baru Live WT, RN dan MW masukin Seminar Kit, sampe malem. Trus ngepak logistik yang mo dibawa ke kampus. Seminar kit 250 pax, buku Hell yeah, No regret, A book about nothing, tak ketinggalan buku Melebarkan sayap dan kartu nama WW semuanya dah siap dalam kardus plus 2 standing banner dan tas orange berisi alat rekam PB (2 mini disk, mixer dan 2 mic).

Jam 07.00 Pagi hari kami harus segera ke kampus, karena masih ada beberapa hal yang belum clear seperti panggung dan sound system.

Semua sudah siap, RN berinisiatif memanggil bellboy hotel untuk membantu menurunkan semua barang yang akan dibawa ke Unair. Terdengar suara RN memberitahukan agar hati-hati dengan tas orange.
 
Yap … semua siap,  barang-barang bawaan + WT, RN dan MW. Dengan bantuan orang hotel kami memanggil taksi blue bird  yang banyak ngetem di hotel.

Satu persatu barang-masuk bagasi taksi. Tas orange disimpan di pojok bagasi, dilanjutkan dengan 3 dus seminar kit dan 1 dus logistik lainnya. Banner nggak bisa masuk karena kepanjangan, terpaksa disimpan diatas pangkuan WT dan RN yang duduk di bangku belakang.

Sesampai di Unair ternyata masih sepi, mbak Ningsih dan teman-teman belum sampai. MW segera meminta bantuan seorang mas2 gitu deh yang ada disitu untuk menurunkan dan membawa ke tempat acara  di lantai 3.

Oke deh … semua sudah ada di lantai 3 pikir kami bertiga. Kami sibuk membereskan meja regsitrasi, chek sound system dan juga cek kelengkapan panggung. Waktunya cek musik Perspektif. Ku tanya RN, ’Mbak CD musik Perspektif mana yah’? bentar mbak jawab RN sambil menuju ruang belakang tempat menyimpan barang-barang.

Tapi Up… RN keluar lagi sambil tanya balik. ’Mbak Wid, MW lihat tas orange nggak?’ mulailah kami kaget. Wah jangan-jangan ketinggalan nih.

Rizka mulai panik. Aku juga panik tentunya, tapi aku berusaha untuk kelihatan tenang (hehehe .. gaya yah :)). Aku tanya RN, ’Tadi dimasukin ke taksi atau ketinggalan di hotel? Tolong diinget-inget deh’ . Dengan wajah yang pucat pasi RN bilang: ’Yakin dimasukin ke taksi kok’.

Ok deh,  MW dengan cepat menelpon pihak hotel dan minta bicara dengan counter blue bird di hotel atau minta no tlp kantor pusat taksi blue bird. Oooh, ternyata kantor mulai aktif jam 08.00 sementara sekarang baru jam 07.00.

Kami mulai nggak konsentrasi. RN sudah gelisah. Akhirnya aku putuskan untuk segera menyelesaikan keperluan acara, jam 08.00 tepat baru kami hubungi kembali pihak Blue Bird.

Titik terang mulai datang, ketika  rombongan kedua datang (EI, WW, JP) juga menggunakan taksi Blue Bird.

Rombongan EI sampai aku dan MW segera menyambut di lt dasar. Aku membawa rombongan masuk, sementara MW menghubungi supir taksi untuk minta tolong mencari taksi yang kami naiki sebelumnya.

Thanks God ……  supir taksi menumukan temannya yang mengantarkan kami. Dengan menggunakan radio panggil taksi dan dibarengi dengan menelpon ke kantor pusat. Barang itu kembali dalam waktu kurang lebih 1 jam.

Uuuuh …. Terima kasih MW, RN kerjasamanya. RN dah nggak panik lagi kan? Wt yang salah kok, nggak ngecek dengan teliti jumlah barang yang di bawa. Terima kasih juga untuk Blue Bird taksi dan dua sopir taksi yang baik yang tidak sempat kami tanya namanya …. :)

Sekali lagi terima kasih MW, RN. Pengalaman yang nggak terlupakan deh pokoknya. Apalagi saat mati lampu di Delta Plaza. Sayang wt nggak ikut photo2 di patung buaya …. :)

« Previous entries · Next entries »