Idul Fitri 2008

Idul Fitri 1 Syawal 1429 H baru saja berlalu, aku baru masuk kantor kembali di minggu kedua Oktober bertepatan tgl 13 Oktober & 13 Syawal juga tentunya. Idul Fitri tahun ini jatuh di hari rabu, hari yang tanggung buat pegawai2 kaya aku ini. Para pegawai ngarepnya lebaran di hari Senin … (hehe).

Seperti tahun-tahun sebelumnya rute perjalanan kami adalah lebaran di Sukabumi selanjutnya menuju Kudus. Mudik ke Sukabumi hari sabtu malam, dan rencana ke Kudusnya Kamis pagi. Tapi tahun ini Suamiku agak sedikit bete,  kebeteannya dipengaruhi  lebaran di tengah minggu itu, ditambah lagi selasa hari selasanya (next week-nya) dia harus dah masuk lagi. Jadi dia ngedumelnya “di Kudus bentar banget dong” (dia ngajak  berangkat sebelum lebaran, tapi dia mikir juga ngga tahan macetnya … hiks …. Sabar dong mas .. :) )

Dari 6 bersaudara, tahun ini yang berlebaran di Sukabumi hanya keluargaku dan keluarga kaka pertamaku (Kang Wildan), Teteh Lampung lebaran di mertuanya di Belitang, Teh Wiwi batu berangkat dari Bandung setalah sholat Id, Helmi juga setelah sholat Id karena harus khotbah Id dulu di Jakarta, si bungsu Wina juga lebaran di mertua di Kudus. Jadilah aku yang sibuk bantu ibu (secara ibuku emang TOP BGT dah nyiapin semuanya jauh2 hari ).

Hari pertama di Sukabumi aku, Ibu, Kang Wildan & teh Ita (istrinya) jalan-jalan ke rumah mantan pengasuhku (kita semua manggilnya  Emak Anah). Kondisi Mak Anah sudah tua, tapi dia masih segar. Dia sekarang mengasuh cucunya yang di tinggal ibunya merantau jadi TKW di Saudi Arabia. Lalu kemana suaminya? Sementara istrinya menjadi TKW, anak2nya diasuh mertua si bapak malah tetap di rumah orang tuanya … Sangat nyata begitulah kebanyakan nasib para TKW kita, menjadi sapi perah para suami.

Hari selanjutnya, mengantar ibu ke Pasar tradisional yang padat menjelang lebaran. Ibuku yang memang mengenal dengan baik medan, sangat gesit pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Sepertinya energi ibu lebih banyak dari aku yang lebih muda … J. Pulang dari pasar aku & ibu naik becak, kendaraan favorit untuk keliling kota sukabumi.

Malam takbiran selesai mengerjakan perkerjaan rumah (persiapan lebaran) aku dan suamiku keluar untuk mengukur jalanan alias jalan kaki ke pusat keramaian Jl. A. Yani. Uiiiih Sukabumi malam lebaran ramenya,  Jl. A. Yani tertutup hanya untuk pedagang dan pejalan kaki. Pedagang apapun ada di sana di jual dengan harga murah, herannya dapet aja tuh mereka bahan dagangan dengan harga murah (heran pisan). Aku & masku hanya melongo melihat begitu banyaknya orang dengan berbagai suara menawarkan barang dagangannya. Akhirnya aku hanya duduk untuk minum & ngebakso di salah satu penjual yang ada.

Tepat di tanggal 1 Syawal 1429 H (Rabu 1 Oktober 2008) kami sekeluarga melaksanakan sholat Idul Fitri di lapangan Merdeka Sukabumi. Dengan khidmat kami mengumandangkan takbir, melaksanakan Sholat Idul Fitri dan mendengarkan Khotbah. Sayangnya saat khutbah banyak jamaah yang bubar (inget ketupat kali yee) padahal kan mendengarkan khutbah bagian dari sholat Id juga.

Kembali ke rumah, kami bersalaman dan meminta maaf dan ampunan dari Bapak dan Ibu. Dan selanjutnya anak2 dah sibuk dengan minta THR sama para Uwa dan Bibi. Sementara tamu terus berdatangan aku bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Kudus

(continué …. Mudik dan ketnggalan Oleh2)

Bahasa

Indonesia yang terdiri dari berbagai suku juga memilki berbagai macam bahasa. Entah ada berapa jenis bahasa yang ada di Nusantara ini. Dan rasanya bahasa daerah lebih kaya perbendaharaan katanya dari bahasa Indonesia sendiri. Contohnya dalam bahasaku saja (bahasa sunda) kata makan ada beberapa macam, ada ‘tuang’ (bahasa halus),  Neda (menangah), Dahar (kasar) dan Emam (biasanya untuk anak2).

Salah pengertian sering kali terjadi terutama suku Jawa & Sunda, karena sebetulnya sumber bahasanya hampir sama dari ‘Ha Na Ca Ra Ka’ jadi kadang banyak persamaan kata yang berbeda arti contohnya : ‘Atos’, dalam bahasa jawa berarti keras sedangkan dalam bahasa sunda berarti sudah. Lalu ada ‘gedang’ dalam bahasa sunda berarti pepaya, dalam bahasa jawa artinya pisang.

Atau sering juga ucapan selamat disangka nama orang, karena didaerahnya memang ucapan itu menjadi nama orang. Seperti yang terjadi pada teman bapakku.

Pernah suatu hari bapakku dan beberapa teman yang memang sunda banget pak Oman namanya, mengunjungi kota di Jawa tengah. Karena saat itu masih suasana lebaran otomatis setiap ketemu orang Jawa mereka mengucapkan ’sugeng riyadi’(selamat lebaran), karena nggak tahu, teman bapakku menjawab dengan namanya ’Oman Abdurahman’ begitu seterusnya setiap ketemu orang :

Jawa     : Sugeng Riyadi
Sunda  : Oman Abdurahman

Sampai akhirnya si Pak Oman menghampiri bapakku dan bilang, ’Pak disini mah banyak sekali yah nama ’Sugeng Riyadi’ teh. Bapakku sambil tertawa menjelaskan bahwa sugeng riyadi itu bukan nama orang akan tetapi ucapan selamat lebaran.

’Ya ampun bapak, saya pikir  sugeng riyadi teh nama orang, makanya saya juga heran kok banyak banget nama sugeng riyadi’ kata pak Oman …

Fyi nih,  kalau Sukabumi Sugeng Riyadi memang nama orang,  ya Pak Sugeng sebutannya ….  :) )

Ramadhan 2008

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah memberikan kesempatan pada kami sekeluarga untuk dapat merasakan kenikmatan dan keindahan Ramadhan di tahun ini. Hari ini sudah memasuki hari ke-3 kami menjalankan puasa, fyi 2 hari lagi (5 Ramadhan) si sulung Haekal merayakan kelahirannya (menurut tanggalan Islam).

Tahun ini adalah tahun ke tiga Haekal mengikuti puasa magrib. Alhamdulillah sekarang ini dia benar-benar terbiasa, tidak pernah ada lagi keluhan lapar atau lemes atau apalah .. dia sangat enjoy banget. Bahkan saat adiknya rewel dia sudah bisa nasehati Balya … :)

Sementara Balya masih seperti tahun-tahun sebelumnya, belum bisa diajak berpuasa. Saat sahur dia selalu siap bangun, makan sahur, minum vitamin  (aaah pokokna mah heboh deh). Tapi selalu di jam 8.00 dia bilang pusing, yang ujungnya minta makan .. :)

Hari pertama Balya janji mau buku dhuhur, tapi karena permintaannya nggak dikabulkan (minta uang Rp. 2000), akhirnya dia bilang ’Bu, aku pusing banget nih’ jadilah dia bukan di Jam 08.00.

Hari kedua, dengan perjanjian dikasih uang jajan RP. 2000, dia janji untuk puasa sampai dhuhur, namun .. (dasar bocah) .. begitu dapat uang dia langsung lari ke Warung dan membeli beberapa biskuit. Jadi ketika aku tlp jam 09.00 dia langsung minta maaf ’Bu, maafin ya aku dah buka, tadi kelupaan’ …. Hehehe padahal dah pengen banget tuh makan biskuit …

Hari ini (hari ketiga)  menurut informan di rumah katanya, Balya marah-marah melulu, tanya jam terus. Namun akhirnya, alhamdulillah dia buka di jam 12.00. Dia tlp aku jam 13.00 dan bilang ’bu aku bukanya jam 12.00 lho’

Nah gitu dong sayangku …cantikku …. :)

Haekal Menang ….

CTS tournament seri 2 yang ditunggu Si Kaka Haekal akhirnya waktunya tiba juga. 23 – 24 Agustus 2008 tepatnya, tempatnya masih di Citos (namanya juga CTS masa iya di senayan … :) ).

Seperti juga di CTS seri 1, kali ini juga menurut aku panitia kurang well organized. Tidak ada wasit yang memimpin pertandingan, otomatis anak-anak yang main harus menghitung sendiri. Bagus sih emang biar mandiri kali ya hehehe, tapi kasihan anak-anak yang masih kecil belum ngerti hitungan ribet banget deh. (kesannya panitia nggak mau rugi aja gitu… hehehe .. sori pak panitia)

Aaah itu nggak penting, yang penting di tournament itu Haekal berhasil jadi juara (hore …). Haekal yang bertanding di kelompok umur 10 tahun regular, dibabak pertama dapat bye. Selanjutnya bertemu dengan Akira Rafi dari Cilandak. Karena bye otomatis Haekal mainnya siang banget ditambah lagi lawannya nggak dateng-dateng.

Ujian pertama Haekal adalah kesabaran, kami dah sampai di lapangan jam 09.30. bersiap pemanasan dan ternyata baru main jam 14.00 (lawannya baru nongol) . Kebayang dong Haekal dah cemberut aja. Syukurnya walaupun dengan sediki Bete dia bisa menyelesaikan babak ini dengan skor telak 6 – 0, dan langsung masuk semi final.

Di semi final Haekal berhadapan dengan Aditya yang dulu pernah mengalahkan dia di seri 1 lalu. Haekal bermain sangat taktis sehingga dengan cepat dapat mencuri point 2-0. Tapi selanjutnya susul menyusul angka tidak terelakkan sampai skor 5-5 dan akhirnya dimenangkan Haekal dengan skor 7-5.

Di point terakhir bola dinyatakan masuk di ujung kanan lapangan, Haekal langsung menjatuhkan diri di lapangan sambil berteriak .. yes … (padahal lapangan lagi panas banget tuh … :) )

Jam 14.00 babak Final antara Haekal dengan Irfan akan dilaksanakan di lapangan in door. Suasana lapangan indoor saat ramai banget karena ada pembagian piala untuk kelompok umur lainnya. ’Wah gawat, Haekal pasti nggak konsentrasi kalau suasana seperti ini’ pikirku. Suamiku segera memberitahukan panitia bahwa suasana tidak memungkinkan untuk bermain. Syukurnya keadaan ribut cepet berlalu permainanpun dilanjutkan.

Di Final dimainkan 8 game, artinya skor akhir pemenang harus mencapai game 8 kecuali kalau ternyata skor 7 sama, maka pemenang akan ditentukan dengan tie break.

Di awal permainan Haekal masih tidak konsentrasi, dengan mudah 2 game pertama direbut lawan. Dia mulai emosi (nendang bola segala lho …), kami yang berada dipinggir lapangan berusaha menenangkan dia dan terus menyemangati. Syukurlah Haekal mulai bangkit dan mengejar point menjadi 3-2. Dari situ terus keduanya saling susul menyusul point. Akhirnya Haekal mengunci lawan di point 6 dan Haekal menang dengan Skor 8-6.

Dia meloncat senang, dan langsung berhambur kepinggir lapangan memeluk kami. Ini adalah kemenangan pertamanya setelah 3 kali mengikuti persami tennis. Dia sangat bersemangat untuk tetap berlatih dan mengikuti tournament lagi.

Selamat ya Sayang ….

RAHASIA KEHIDUPAN

Akhirnya sampai juga di penghujung bulan Juli. Bulan Juli 2008 sangat melelahkan ….  ini merupakan bulan yang super sibuk, kesibukan yang menyita tenaga, pikiran, perasaan dan emosi. Di tempat kerja kami sedang menyiapkan sebuah launching yang akan menghadirkan wapres kita. Di suatu tempat kawasan industri. Acara diadakan di outdoor … otomatis persiapan jauh lebih ribet. Salut buat teman-teman yang bekerja keras mempersiapkan acara dengan rapat2nya juga.

Ada lagi peristiwa Sahabat baikku sewaktu pesantren di Senopati  Marwah asli Manado dan sekarang tinggal di Ternate bersama suami dan Nabil anaknya. Datang kabar darinya yang memberitahukan dia akan menjalani operasi katup jantung di Jakarta. Operasi berjalan lancar aku, suami dan TB temanku sempat menengoknya di RS. Harapan kita paska operasinya.

Namun di awal Juli pula aku mendapat kabar bahwa dia dalam keadaan kritis, ada pendarahan hebat di kepala. Dia dirujuk ke RSCM. Sungguh kaget aku mendengarnya, segera setelah mendengar kabar aku langsung menuju RSCM untuk melihat keadaan. Masya Allah ……. ternyata dia sangat lemah, padahal 2 minggu sebelumnya dia terlihat sehat setelah menjalani operasi.

Aku tidak tahan melihat kondisinya, antara sadar dan tidak, suaminya sudah terlihat pasrah dan ikhlas kalau seandainya terjadi sesuatu yang terburuk padanya. Namun ya Allah …. Engkau benar-benar Maha Kuasa atas segala mahluk didunia ini. Alhamdulillah berkat atas segala kebaikan yang selalu disebarkan Marwah, serta doa dari orang-orang yang mencintai dan menyanyanginya,  kabar dari Marwah  semakin hari semakin membaik, bahkan dalam satu minggu hasil CT Scan menunjukan perkembangan yang sangat baik.

Sekarang Marwah sudah mulai pulih, aku menengok dia dengan sahabatku yang lainnya Wiwi dan Mami ke rumah tantenya di Kayu Putih I, Marwah terlihat sangat segar. Diapun banyak bercerita pada kami tentang apa yang dia rasakan saat kritis.
Astagfirullah ….. Subhanallah … Maha besar Engkau Ya Allah  ….. hanya itu yang bisa kami ucapkan.

Peristiwa lainnya, menimpa keluarga sepupuku (Edi) yang hubungannya sangat dekat dengan aku dan keluargaku. Saat itu aku sedang sibuk dengan kerjaan kantor (Launching sebua produk), sepupuku menelpon mengabarkan bahwa kedua anaknya sakit. Malam itu aku dan suamiku sangat lelah sehingga tidak mungkin untuk mengantarnya ke RS, jadi kupinjamkan mobilku.

Esoknya kutanya keadaan anaknya, dia menjelaskan bahwa si sulung Alma terkena tipus sedangkan di kecil Alpard radang tenggorokan. Besok mereka akan periksa ulang di RS. Hasilnya tetap sama. Itu kejadian terjadi tanggal  9/7.

Selanjutnya aku pikir mereka baik-baik saja. Namun sabtu tanggal 12/7 (bertepatan dengan acara launching yang ditangani kantorku)  saat aku akan berangkat ke acara , dia menelpon lagi mengabarkan bahwa Alpard masuk RS. Aku tidak berpikir macam-macam saat itu, dan pastinya kondisi akan bisa diatasi karena mereka sudah ada di RS.

Di tengah kesibukanku mendampingin wawancara, kakaku menelpon dan mengabarkan bahwa si kecil Alpard drop, segera kuberitahukan kakaku untuk merujuknya ke RS. Fatmawati. Kutelpon suamiku untuk cepat menyusul Edi.

Terus terang aku tidak curiga apapun, sesampai di kantor (jam 17.00)  kuputuskan untuk menyusul mereka ke RS. Fatmawati. Kulihat si sulung Alma sedang diinfus, dan aku diajak suamiku untuk melihat kondisi Alpard yang ternyata sudah dilarikan ke ICU.

Masya Allah …..  keadaannya ternyata sangatlah parah, Alpard sudah ada di ruang picu dengan segala alat bantu pernapasan.  Aku benar-benar terpukul melihat keadaannya, aku nggak berani menyentuhnya, tapi aku melihat kakinya sudah membiru. Aku terus mendampingi ibunya yang tak hentinya memanjatkan doa untuk kesembuhan anaknya. Namun Allah berkehendak lain Alpard yang baru berusia 2 tahun dengan kondisi sehat, tepat di jam 19.05 dipanggil kembali ke Hadirat Ilahi Robby.

Innalillah wa Inna Ilaihi Rojiun  …. Muhamad Alfairuz (Alpard)  meninggal dalam keadaan suci  tanpa dosa. Rasanya bagaikan mimpi, minggu lalu anak itu masih sangat sehat. Aku teringat kedua anakku yang menjadi selalu bermain dengan Alpard, pasti mereka juga merasakan kesedihan yang dalam.

Ya  Ilahi Robby …. Hanya kepada Engkaulah aku meminta dan Hanya pada Engkaulah aku minta pertolongan. Berikanlah kesempatan padaku untuk dapat membimbing dan mendampingi  kedua buah hatiku. Dan berikan kesempatan padaku untuk dapat berbuat lebih baik ….. Amien

Dua peristiwa di bulan Juli  ini benar-benar memberikan pelajaran bagiku bahwa hidup dan mati adalah milik Allah sang pencipta. Kita sebagai manusia tidak bisa berkata tidak ketika maut menjemput. Tua, muda, anak2, kakek, kaya, miskin, pejabat, atau rakyat biasa semuanya akan menghadapinya. Dengan hanya memakai kain kapan tanpa perhiasan dan harta kita akan dikubur dalam tanah yang berukuran 1 x 2 meter saja.

Balya Masuk Sekolah Dasar

Minggu kemarin memang benar-benar minggu yang penuh ketegangan. Menyaksikan Haekal yang bartanding lalu mengantar tes masuk sekolah dasar untuk Balya merupakan dua yang membuat aku degdegplas.

Balya sekarang berusia sekarang berusia 5.8 bulan, dia sudah 2 tahun di TK bahkan tanpa dipaksa dia sudah belajar baca dan menghitung sendiri. Bahkan dia sudah punya buku harian sendiri. Dia ingin masuk ke SDN tempat kakaknya yaitu SDN Pamulang Permai.

SDN Pamulang permai terletak hanya beberapa blok dari rumahku, tidak perlu menyebrang jalan, dan bisa ditempuh dengan mengendarai sepeda. Berada dilingkungan komplek yang aman ditambah dengan kwalitas yang bisa dibanggakan (dalam proses menjadi sekolah percontohan) SDN ini menjadi banyak incaran ibu2 di komplek kami.

Kakaknya Haekal dulu bersekolah di SD Pelita Bangsa, karena kegiatan tenis yang dia ikuti dan berbagai pertimbangan lainnya tahun lalu Haekal pindah ke SDN Pamulang Permai ini. Balya ditawari ke Pelita Bangsa, MP yang terkenal disana, atau Muhamadiyah, dia tetap memilih SDN saja.

Tanggal 25 Juni lalu, Balya mengikuti seleksi. Jumlah pesertanya lumayan banyak hampir 150 orang, dan akan diterima 2 kelas saja dengan kapasitas rata2 40 orang perkelas.

Senin 30 Juni pengumuman, Alhamdulillah Balya masuk dengan skor yang memuaskan (915) masuk dalam urutan 10 besar. Selasa ini aku baru saja daftar ulang dan mengukur seragam. .. wah Balya sekarang dah pakai seragam merah ni. … Belajar yang rajin ya sayang.

Haekal’s second Tennis Tournament

Setelah Yayuk Basuki Tennis Academy tournament yang diadakan pada September 2006 lalu (baca: Haekal’s first tennis Tournament), baru bulan ini Haekal berkesempatan mengikuti turnamen keduanya Cilandak Tennis School Tournament (CTS Tournament) yang diadakan di Citos pada 27 – 28 Juni 2007.

September 2007 dan sekarang Juni 2008 … Wah … hampir setahun Haekal ngak ikutan persami. Banyak hal memang yang menjadi pertimbangan. Karenanya begitu melihat brosur tournamet, aku dan suamiku langsung mendaftarkan Haekal.

Tournament ini diadakan oleh sekolah tennis Cilandak dengan dukungan beberapa sponsor diantaranya Milo dan majalah tennis. Pesertanya lumayan, hanya menurut aku tidak sebanyak waktu persami pertama di lap. Pati Unus tahun lalu. Ya mungkin momentnya memang masa libur, jadi sebagian sudah bersiap atau malah sudah berangkat menuju tempat liburannya ….:))

Walaupun tidak pernah ikutan turnamen, Haekal terlihat pede dan siap. Tepat di hari H (27 Juni) Haekal sudah bersiap dengan sepatu reebok baru yang dibelikan Uwa Lampung dan raket Babolat yang juga baru (dan dibelikan juga … :) ).

First row Haekal berhadapan dengan Thoriq Gibran dari Sekolah tennis Cilandak. Tipe permainan Haekal yang cepat membuat Haekal bisa memenangkan babak ini dengan skor telak 6 -0. Di Babak kedua Haekal bertemu dengan Aditya. Tipe permainan Aditya yang lambat tapi ulet, ternyata membuat Haekal tidak sabaran dan itu sangat merugikan dia dengan banyaknya bola mati dari Haekal sendiri. (maklum dia ingin cepat menyelesaikan game ini) . Jadilah dia kalah dengan skor 1-6 … (hiks).

Gagal dibabak utama tidak membuat Haekal patah arang masih ada kesempatan mencuri perhatian di babak consolacion. Babak consolation ini akan berhadapan para pemain yang gagal dibabak kedua. Kali ini Haekal berhadapan dengan Surya. Dan Haekal sudah terlihat belajar dari kesalahan saat melawan Aditya. Di game ini Haekal menang telak 6 – 0.

Saat pertandingan melawan Adit ini, Haekal menjadi perhatian para penonton, karena ditengah pertandingan yang seru … eeeh sepatunya dia copot ya otomatis dia bermain tanpa sepatu, untungknya point itu dimenangkan Haekal … (dasar anak itu … )

Hari kedua Haekal akan bertanding melawan Hernan untuk memperebutkan predikat ’last hope’. Hari itu Haekal sudah siap sampai dilapangan Cilandak jam 09.15, langsung warming up dengan ayahnya latihan stroke. Jam 10.40 permainan semifinal sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan final consolación antara Haekal vs Hernan. Sayang sampai jam 11.55 Hernan belum juga terlihat. Haekal sudah mulai dengan kebiasaannya tidak sabaran.

Tepat jam 11.00 Hernan datang, Haekal main dengan masih membawa perasaan yang tidak enak karena menunggu. Hasilnya 2 games dimenangkan Hernan. (waduh …. aku mulai tegang). Game ke 3 Haekal berhasil mencuri angka skor berubah menjadi 2-1. pindah tempat Hernan kembali mengambil game itu skor berubah lagi menjadi 3-1. Untungnya selanjutnya emosi Haekal kembali stabil dan bisa mengambil alih permainan dan menang 6-3 atas Hernan.

Akhirnya Haekal mendapat gelar itu ’Last hope’. Dapat piagam serta hardiah bola tennis. Semoga itu menjadi motivasi Haekal untuk berlatih dengan bermain dengan baik.

Buat anakku yang ganteng …. selamatnya ya …. rajin berlatih ya …. jogging jangan lupa dan yang tidak kalah pentingnya kendalikan emosi & latih kesabarannya.

Buat para pengunjung kalau punya tips untuk melatih kesabaran anak, bolehkan saya mendapatkannya. …. ???

PW alias Perspektif Wimar @ ANTV

PW adalah nama sebuah program acara talk show televisi yang disiarkan setiap senin  – jum’at jam 06.00 – 06.30  yang dipandu oleh my bos Wimar Witoelar yang ditemani oleh salah satu dari wanita cantik sebagai co-hostnya  mereka itu adalah Melissa Karim, Meisya Siregar dan Cathy Sharon.

Selama 30 menit setiap paginya WW dan angel-nya memberikan informasi dari sumber yang terpercaya. 5 Perspektif dari Wimar dibagian awal memberikan angin baru, karena perspektifnya adalah sesuatu yang bisa saja serius, lucu atau hanya informasi biasa seperti ada pohon tumbang di suatu daerah misalnya. Yang pasti perspektif yang diberikan PW berbeda dengan berita dan acara lain di station lain.

Sebagai informasi aja, acara yang bertepatan dengan PW di televisi lain yang aku suka lihat adalah: dibeberapa TV ada berita pagi yang isi beritanya hampir sama antara satu station dengan station lainnya diantaranya aksi demo diberbagai daerah, kekerasan dan kejahatan .. (uuuh lebay banget deh …), televisi tetangga lainnya mengisi dengan acara informasi olahraga, dan yang terparah adalah kartu booo …(iiiih .. nyebelin banget kartun pagi2 bikin anak2 malas mandi, akhirnya telat sekolah deh .. uuh bete)

PW sendiri baru berjalan 3 bulan berjalan. Edisi pertama pada 24 Maret. Hari pertama Wimar menyapa penonton dengan kejutan special tamu Gus Dur dan Yuni Shara (dua favorit Wimar).

Aaah tak terasa, sekarang sudah episode2 terakhir. Tontonan alernatif pagi hari hilang deh. Rasanya penonton yang kehilangan tontonan akan terpaksa kembali pada acara liputan olahraga or berita TV yang ngebosenin. Trus TV-nya apa ? ya apa aja deh malah kalo perlu matiin aja TV-nya biar anak2 nggak terus nongkrong …. 

Pada siaran live terakhir, kemarin kita berkesempatan berkunjung ke studio ANTV di Centra Mulia, untuk menyaksikan Live PW dengan tamu Menperindag Mari Pangestu. Aku dengan DN dan RN berangkat pagi untuk bisa sampai di studio paling lambat jam 05.55. Kami  berkesempatan melihat recording untuk episode tadi pagi (kamis, 18 June) bersama Ireng Maulana.

Btw, tahu nggak kenapa acara ini nggak diperpanjang lagi ?? katanya sih karena rating …. atau ada pesan lain dari atasan .. wah no comment deh … tapi untuk melihat hasil liputan dari acara2 PW kunjungi aja www.perspektif.net dijamin pasti akan mendapat penceran.

Trus gantinya PW di ANTV apa ya ?? moga aja bukan program perusak ya ….. Amien

Balya malas Sekolah … Haekal anter Kakek ke klinik …

Selama ibu menunggu Wina di RS, bapak tinggal di rumahku…. wah … anak-anak seneng banget secara bapakku seneng bercerita sama cucu-cucunya. Hari pertama kakek di rumah Balya mogok sekolah. Ketika ditanya apa alasannya dia hanya diam saja. Seminggu kakek ada di rumah hanya 2 hari dia sekolah.

Minggu ini (12 – 21) Haekal libur seminggu karena kelasnya dipakai UAN kelas 6. oooiiiih Balya nggak mau masuk sekolah lagi. Sekarang alasannya sakit sambil batuk2. hari selasanya dia bilang ’rasanya badanku tambah panas deh bu’ padahal wikikikiki … suhu badannya biasa aja… emang sih ada batuk2. Sampai hari ini (rabu 14/5) dia masih belum mau masuk sekolah.

Tadi pagi aku ketemu gurunya, dia nyamperin dan tanya Balya sakit apa ? ….. uiiiih malu deh aku …

Balya …. Nanti kalau dah masuk SD nggak boleh bolos-bolos lagi ya ….. )

Oh ya … ada lagi nih soal Balya, kalau disuruh belajar sama mbak Wati …. Dia selalu jawab ‘Enak mbak Wati nggak usah mikir belajar,  cuma masak doang’ … hihihihi balya2 …

Sementara itu… si ganteng Haekal sekarang dah ngerti banget deh … kemarin di rumah kakek terserang flu berat. Kakek bilang ’Haekal, kayanya kakek harus ke dokter nih… udah nggak kuat pusing dan tangan kakek kesemutan semua’

Mendengar itu Haekal langsung jawab: ’kalau gitu kita ke dokter Chris ada’ sambil langsung telpn ayah dan tanya bagaimana caranya kalau mau ke dokter.
Setelah mendengar penjelasan ayahnya, dia langsung telp Klinik dokter Chris yang memang dan jadi langganan keluargaku. Dan langsung mencari becak untuk mengantarkan ke dokter, padahal saat itu di Pamulang hujan deras…

Wah Haekal … ibu bangga deh denger cerita Kakek  kalau kaka dah bisa ngerti bagaimana cara ke dokter …….

Salah Paham ..

Wiikenan di rumah sebenarnya bukan rencanaku. Awalnya dari jauh-jauh hari kita dah rencanain mau liburan panjang di Sukabumi. Hari kamis 1/5 memang libur, jum’atnya hari kejepit Mas Malhan &  Balya libur. Sementara aku dan Haekal masuk.

Dari hari rabu, Mas Malhan dah nanyain kapan mau ke Sukabumi?, dan aku selalu jawab ’jum’at aja setelah aku pulang kantor aja, atau kalo perlu ayah dan anak-anak jemput aku ke kantor langsung masuk tol menuju Sukabumi’.

Siip semua dah beres, aku mulai ngapak perbekalan. Tapi hari kamis mas Malhan ngerasa badannya ngilu dan flu menyerang. Dia mulai uring-uringan ditambah lagi anak-anak yang memang selalu ngajak main kalo dia ada di rumah.

Jum’at pagi, mukanya mulai asem kecut. Trus bilang ke Haekal ’nanti pulangnya sama mang Edi aja’ . wah aku mulai nafsu deh … apa-apaan pulang sama mang Edi doang??? Aku langsung nyamber kaya petir ’nggak usah jadi aja ke Sukabuminya’. Trus aku langsung pamitan berangkat kerja.

Di kantor aku telpon ke rumah tanya kondisi suamiku ke anak-anak. Katanya Haekal ’ayah tidur terus bu, tadi aku jumatan dan cukur rambut juga sendirian’ katanya. Aduh aku dah mulai uring-uringan juga, pikiranku melayang … ’wah pasti nggak jadi nih ke Sukabumi… yah mending masak2 aja deh di rumah’

Jam istirahat kantor aku persiapkan mental biar nggak sedih,  Aku belanjalah beli beberapa keperluan masak, rencananya mau bikin spageti. Haekal & Balya biasanya seneng dibuatin spageti. Jadi kurancang dalam pikiranku apa aja yang akan dilakukan kalau nggak jadi ke Sukabumi (walaupun jujur aku sedih banget, abisnya dah lama juga nggak ketemu ibu). Semua belanjaanku ku taruh di 1st floor deket mejanya ipeh.

Jam 5 teng, belum ada kabar juga dari rumah tentang keberangkatan kami. Ya dengan berat hati aku berucap dalam hati bahwa hari ini aku nggak bakalan jadi ke Sukabumi.

Selesai sholat magrib, dengan pasrah aku bersiap pulang, langsung menuju meja ipeh mengambil belanjaan.  Tapi …. apa yang terjadi saudara ??? samapi di bawah belanjaanku nggak ada, waduh aku bingung. Ku tanya Dasih, siapa tahu dia melihatnya. Ternyata … hiks …. dia memasukan belanjaanku dalam belanjaan CL …. hik.. hik.. hik … uuuh sebel banget.

Aku pulang ke rumah dengan benar-benar dongkol bin mangkel. Wajah cemberut dan ku persiapkan sejak dari kantor. Haekal sempat telpn bilang agar aku cepet pulang. Aku cuek aja. Sampai di rumah Haekal menyambutku dan bilang ’kita pulangnya sama mang Edi’ sementara ayahnya dan Balya terlelap tidur. Aku melihat tidak ada tanda-tanda akan pergi dari suamiku. …. hiks aku sedih. Akhirnya Haekal tertidur juga.

Mang Edi datang dan dengan membawa persiapan pulang dan bersiap mengemasi barangku. Tapi aku bilang ’kita nggak jadi ke sukabumi’. Aku suruh dia pulang lagi, walaupun masih bingung dia pulang juga. Aku sholat isya dan kemudian tidur.

Sabtu pagi ketika suamiku bangun dia kaget … ’lho kok nggak jadi berangkat ?’ aku jawab dengan ketus ’nggak jadi’. Biasanya aku paling nggak betah berlama2 tiduran di tempat tidur pagi hari. Hari ini aku justru hanya tiduran sambil pegang remot tv.

Haekal tanya sama ayahnya ’kenapa sih nggak jadi ke Sukabumi yah ?’ ayahnya jawab ’Tanya ibumu tuh’. Aku jawab ’nggak usah ke jalan, ayahmu kan sakit’ .

Pokoknya hari itu dipenuhi dengan suasana manyun. Aku pergi senam diiringin tangisan Balya yang pengen ikut tapi belum mandi. Suamiku kabur juga main tenis sama Haekal ke Patiunus.

Uuuh rumah sepi banget. Aku ngerasa salah juga kenapa aku langsung jutek gitu ?? aku telpon suamiku dan minta maaf …. setelah tlp aku tahu bahwa aku salah paham. Aku mengira suamiku nggak mau ke Sukabumi dan hanya menyuruhku dan anak2 pergi dengan mang Edi. Padahal suamiku hanya minta disupiri mang Edi karena dia nggak kuat nyetir sendiri.

Hahaha ….. makanya jangan pasang muka asam dulu, tapiii komunikasikanlah dengan baik …. akhirnya rugikan ke Sukabumi batal, masak-masak juga batal … ))

« Older entries Newer entries »