My First Visit To Australia

Hehehe …. Walaupun dah punya blog teuteup aja nggak banyak tulisan yang diposting.
Ada aja alasannya sampai nggak jadi posting …. Tapi yang ini wajib cepet di posting, karena emang seru dan menarik di ceritakan tentang penugasan ke Australia. 

victoria-square.jpg                                                          Bagaimana Australia? saya tidak tahu!. Aduh…rasanya takut menghadapi keberangkatan ke Adelaide bersama bos  EI untuk tugas mendampingi dan menjaga Bos Besar WW yang akan jadi salah satu pembicara dalam  Australia Indonesia Business Conference yang diadakan oleh AIBC. Kata orang masuk Aussie susah. Memang iya … untuk dapat visa saja cukup lama. Soal visa, mereka sangat selektif. Belum lagi (masih kata orang), pemeriksaan dibandara Aussie sangat ketat dan teliti akan menghadang kita …. Wow takuuut.   

Makanya biar tidak kena masalah di bandara, MA teman sekantor saya yang sudah bolak balik Aussie menyarankan supaya tidak membawa makanan ataupun obat-obatan kecuali ada surat keterangan dari dokter. Wah..tambah XXXX. Rasanya, belum selesai menghadapai rasa nervous, sudah ditambah dengan ‘kata orang’soal Aussie.   

Untungnya, BB WW selalu memberikan pencerahan pada saya yang baru pertama kali ke luar negeri. Ia selalu bercerita gimana sih kalau sedang di luar negeri? Khusunya kota Adelaide. Ibarat dosen yang memberikan kuliah pada mahasiswa baru. Jadi enggak tahu deh, sudah berapa SKS yang diberikan WW ke saya. J   

Supaya nanti tidak linglung dan enggak buta-buta banget, saya diajak WW ke Adelaide duluan. Bukan pake pesawat sih, cuma liat-liat lewat google earth. Tapi biar begitu, saya sedikit bisa membayangkan. Alhasil, saya enggak buta-buta amat lah. Setidaknya, tahu sebelah mana hotel Hilton, tempat saya menginap nanti berada.  

Rabu malam, kami (WW, EI dan saya) berangkat menuju Adelaide dengan penerbangan SQ 161 transit di Singapura. Satu jam 30 menit dari Jakarta, perjalanan di lanjutkan dengan SQ 269,    6 jam perjalanan Singapura-Adelaide.  

Rasanya seperti mimpi waktu tiba di bandara internasional Adelaide, kamis pukul 09.00 waktu setempat. Wah mulai dag dig dug nih, terngiang cerita orang yang sulit menghadapi imigrasi.    

Ei dan saya yang degdeg plus berjalan mengikuti wheelchair WW. Diluar dugaan, begitu sampai di loket imigrasi, sudah disambut oleh manager SQ di Adelaide. Dan ternyata rombongan kecil kami masuk tamu prioritas.   

Walhasil, enggak ada tuh yang namanya pemeriksaan super ketat. Mulai proses imigasi sampai urusan  bagasi semua beres dan kilat. Jadi, maaf nih, enggak pake antri deh. Kurang dari satu jam, kita semua sudah berada di zona aman. “Wah penyambutan VIP nih! Begitu kata saya dalam hati.  

Ternyata, kami juga sudah ditunggu president AIBC Blaine Gordon,   pak Willy Salim dan ibu Marike dari AIBC. Sambil menunggu taxi, perjalanan Jakarta-Adelaide dan cuaca yang berubah-ubah di kota tersebut jadi topik utama pembicaraan yang cukup menarik.     

Sedang asyik ngobrol, berhentilah sebuah mobil tua (kalau enggak salah tahun 60an deh) tapi sangat antik. Ternyata itu mobil jemputan kita. Wah lagi-lagi dapat VIP nih, itu pikir saya. Bayangkan, kami di jemput ‘London Cab’, mobil langka yang kata orang Adelaide hanya ada tiga unit dikota itu.   Enggak heran dong, kalau sepanjang perjalanan bandara-Hilton, kami jadi pusat perhatian. Maksudnya, si kuno yang banyak dilirik orang sepanjang jalan. Tapi saya di dalam juga serasa di perhatikan. PD aja, mereka akan bertanya, siapa sih yang duduk didalamnya? Hehehehe…..   Menjadi pusat perhatian sekitar 20 menit, kami akhirnya sampai ke Hilton. Yang membuat saya surprise lagi, ternyata di depan hotel sedang dilangsungkan ‘
Adelaide  Classic Rally’ …. Wow ada Ferari lagi (CCC LLLL …. Ada si kuda jingkrak … heuheuy).  

Hm…amazing!! Cuma itu yang ada dalam benak saya. Takut, nervous yang saya bawa dari Jakarta hilang!. Aneh kan?? Ya jelas saja, masuk VIP, satu hal yang sebetulnya tidak pernah kita bayangkan dari Jakarta.   Anyway, terima kasih WW… kalau bukan karena mendampingi WW, belum tentu saya bisa menikmati fasilitas VIP. Fasilitas yang enggak mungkin bisa dinikmati semua orang (kecuali pejabat kale …. ). J 

Masih banyak cerita lain selama di Aussie ….. tunggu yah besok saya akan ceritakan  pengalaman lain selama di Aussie bersama WW dan EI.

5 Comments

  1. CL said,

    November 21, 2006 at 11:41 am

    Najong Deh
    Jauh2 ke luar negeri liat Ferrari doang
    Untung, syukur alhamdulilah gue kagak ikutan ke Aussie
    kalau ngga bisa nyesel bgt tinggal di hotel yang didepannya ada kuda jingkrak mutar muter cari pager🙂

  2. EI said,

    November 23, 2006 at 9:14 am

    Wah hebat ibu ini ternya punya blog juga.
    Eh sebetulnya selain tugas2 formal di Adelaide, tugas luar ini sekalian latihan biar gak takut lagi ama Bos Besar lho. Tapi ternyata… dah 4 hari barengan, teuteup aja tatut.. hihihi..

  3. maro said,

    November 27, 2006 at 10:53 pm

    jadi apakah buku “IMMIGRATION FOR DUMMIES” atau ” BASIC CONVERSATION IN IMMIGRATION LINE” akan jadi diluncurkan oleh wt ? hauahauehauaheuahauahe

  4. Wete said,

    March 23, 2007 at 4:44 am

    wah … mau 4hari atau sebelum teteup aja sama BB mah tatut ….

  5. Wete said,

    March 23, 2007 at 4:47 am

    Tenang MA …….. setelah ini pasti dah bisa briefing LH yang mau pergi ke Melbourne hihihihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: