Aku dan Perspektif Baru

Pernah denger acara Perspektif di SCTV ? sebuah acara talk show one on one yang dipandu sama Wimar Witoelar (of course my bos dong ..:)). Acara itu ada di SCTV tahun 1995  gitu deh.

Acara itu ngga punya rating bagus, cuma banyak penggemarnya terutama dari kalangan yang berpikir dan kritis sama kondisi saat itu, karena acara itu menampilkan sisi pengetahuan dan informasi. Tapi sayang, perspektif  dibredel sama pemerintahan Soeharto lewat Menpen Mr. Peci alias Harmoko.

Nah setelah dibredel itu justru menjadi titik kesuksesan Perspektif dan seorang Wimar Witoelar. Masyarakat semakin mengenal sosok Wimar Witoelar. Perspektif menjadi suatu yang fenomenal (menurut Bang Akmal dari Tempo… hehehe baru denger kemarin).

Banyak surat masuk ke redaksi Perspektif, yang isinya memberikan dukungan terhadap Wimar dan acaranya. Karena dukungan dari penggemar perspektif, maka Mbak Hani Hasyim  (HA kita biasa sapa) produser dan penguasa Perspektif yang memiliki ide dan wawasan kreatif dan brillian menyalurkan dukungan itu menjadi program radio dan koran dengan nama ’Perspektif Baru’ .

Perspektif Baru sudah berjalan 10 tahun dengan jumlah tamu yang diwawancara leboh dari 500 nama dari mulai pengamat politik, ekonomi, pejabat bahkan tukang beca yang mencalonkan jadi Gubernur-pun sempat menjadi narasumber PB.

Berbagai topik sudah dibahas. Wimar Witoelar sebagai pemandu utama dan beberapa nama dengan karekter-nya masing-masing menjadi pendamping WW.
Ada Martin Manurung (MM), Ruddy Gobel (RG) keduanya sudah tidak aktif di PB. Yang masih aktif adalah Faisol Riza (FR) dan Mbak Dhani atau Jaleswari Pramodhawardani (JP).

Setelah para seniorku yang sukses menjalankan PB ini, sekarang giliran aku menjalankan PB ini.  Tentunya tugasku tidak seberat pendahulu-pendahuluku yang memang merintis program ini.  Tapi ini sebuah penghormatan dan amanah yang amat menyenangkan yang diberikan WW padaku (thank WW, E, CL juga

Beberapa tahun terakhir ini, PB mendapat dukungan dari Konrad Adenauer Stiftung (KAS) sebuah yayasan dari Jerman yang mendukung kampanye demokratisasi.

Tahun 2007 ini dengan PB mendapat dukungan KAS menyerenggarakan PB Live road show di 4 kota. Surabaya, Palembang, Banjarmasin dan Pontianak, bertajuk “Demokrasi dan Pluralisme Untuk Kaum Muda”.

Aku kebetulan menjadi pelaksana program 4 kota ini. Wah asyik juga nih jalan-jalan (hehehehe) Kota pertama yang dikunjungi adalah Surabaya aku pergi sama EI, MW, RN dan juga pembicara tamu Mbak Dani alias JP.

Wah banyak ceritanya di Surabaya. Yang pasti  akan aku ceritain acaranya dan juga bagaimana kecemasan mbak Rizka (RN) di Surabaya …. (simak terus yah ….!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: