Perspektif Baru Live di Surabaya

Persiapan Kru PB
Tanggal pelaksanaan dah ditetapkan, partner kerja dah dipilih juga, tim yang berangkat dah diumumkan juga by ei. Ok deh Surabaya ready to go …

Surabaya menjadi kota pertama yang kami kunjungi. Berbagai kegiatan selama di kota pahlawan ini sudah direncanakan dengan detail dalam itinerary. Di surabaya kita dibantu juga oleh Deasy yang jemput kita dan pilih tempat2 makan murah dan enak untuk kita.

Jam 11.30 kami sampai di Plaza Hotel Surabaya, chek in dan … aduh … ternyata kami mendapat layanan istimewa dari pihak hotel. Dengan sopan manajer yang bertugas saat itu mengabarkan bahwa, kamar untuk WW di upgrade menjadi ’President sweet room’   wow very nice ….  kebayang dong kamar yang luas and asyik tentunya.

Dasar anak-anak norak (termasuk gw juga sih hhihihihi..) …. kita semua lihat kamar-nya WW sambil makan buah and kue coklat yang disediakan. (bener2 yah   …🙂 )

Kamar kru (WT, RN, MW dan Atun) nggak kalah asyiknya (walaupun nggak ada buah and coklat) kita dapat kamar ’family sweet room’  dengan wallpaper Mickey Mouse,  Pluto and the gank.
 
Selesai lihat kamar, bersiap untuk lunch di rumah makan bu Kris, dengan makanan khasnya ayam penyet.

After Lunch WW dah ditunggu Mas Seger dari Duta Masyarakat untuk wawancara profil. Terpaksa pasukan dibagi dua EI dan Atun dampingin WW. Sementara WT, MW dan RN melihat lokasi acara. Jam 16.00 kita semua janjian ketemu lagi di radio Delta.
 
Jam 16.00 WW akan on air di radio Delta FM Surabaya. Ada talk show spesial menyambut WW  ’Afternoon with Wimar’ yang dipandu oleh Mbak Dyah dengan produsernya Elok Rahmina.

Gosip nih ….  Menurut Mas Widi (station Managernya Delta FM  Surabaya) Mbak Dyah sampe nggak bisa tidur tuh, karena mau wawancara WW. Tapi akhirnya sukses banget.

Pulang dari Delta FM yang kebetulan gedungnya di depan hotel tempat kita nginep kita bersiap untuk makan malam di Primarasa.

Malamnya kita kerja bakti masukin siapin seminar kit.

PB Live di UNAIR
Jum’at, 16 Maret 2007, Aula Fisip Universitas Airlangga  yang terletak di Kampus B Jl. Dharmawangsa,   gedung C dipenuhi lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.

Wimar Witoelar mengawali diskusi dengan sebuah pertanyaan kepada para peserta:

“Apa tujuan Anda hadir dalam acara ini?”

Pertanyaan yang sengaja dilontarkan oleh Wimar Witoelar  ini  dimaksudkan untuk menangkap perspektif peserta mengenai topik Demokrasi dan Pluralisme. Jawaban antusias dan beragam disampaikan oleh para peserta. Ada yang sekedar ingin bertemu dengan Wimar Witoelar, ada yang ingin tahu tentang kondisi demokrasi saat ini, dan ada yang malah bertanya balik tentang perbedaan pluralisme dan multikulturalisme.

Jawaban dari para peserta ini menjadi catatan penting bagi para pembicara untuk dapat memberikan masukan mengenai Demokrasi, Pluralisme dan makna pentingnya untuk generasi muda itu sendiri.

Jaleswari Pramodhawardani, peneliti pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Daniel Sparringa, Analis Politik Universitas Airlangga, yang tampil menjadi pembicara pada acara itu memberikan pandangannya mengenai ‘Demokrasi dan Pluralisme’ dengan sangat baiknya sesuai porsinya masing-masing.

 ‘Demokrasi Zombie’  Menjadi istilah yang dipakai dua pembicara ini dalam memaparkan demokrasi di Indonesia saat ini.  Wah untuk yang serius nih sih ikutin aja deh bahasan dan transkrip lengkap di www.perspektifbaru.com  atawa   di www.perspektif.net 

Acara ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Perspektif Baru, Pusat Studi Transformasi Sosial Lembaga Penilitian (PsaTS) Universitas Airlangga, Koran Duta Masyarakat serta didukung oleh Konrad Adenauer Stiftung (KAS)

Wawancara PB
Tidak menyia-yiakan kesempatan di Surabaya, aku cari tahu nama-nama yang bisa diwawancara PB. Dalam pikirannku minimal dapat 3 tamu untuk stock (lumayan kan ….🙂 )

Setelah tanya kanan kiri, depan belakang. Akhirnya kita putuskan calon tamu itu adalah: Pak Daniel Sparingga, Pak Eddy Herry dan juga mas Muhaji. Semuanya di borong sama mbak Dani sebagai hostnya … (sori yah mbak, dah bikin mbak Dani mabok … :))

Wawanacara terakhir dengan Mbak Hesti Armiwulan yang ngobrol tentang HAM sama WW.

Thanks Teman-teman PsaTS: Pak Eddy, Mbak Ningsih, Mas Munuk, Mas Eko, Mbak Sari, Mbak Tanti pokoknya semua panitia deh.

Thanks juga radio Delta, Mbak Dyah, Elok Mas Widi dan tentunya thanks alot Deasy Dion.

Ditengah-tengah serunya persiapan acara ada cerita yg heboh, kenapa heboh karena bikin kalut, gugup dll …. ikutin yah kisah ’Alat Rekam Gate’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: