Idul Fitri 1 Syawal 1418 H

‘Selamat Pagi semua, selamat Idul Fitri maaf lahir batin ya …. Cup.. cup.. ‘
Biasanya kalimat itu yang diucapkan di hari pertama masuk kantor setelah libur Idul Fitri.

Setelah hampir lebih dari 1 minggu liburan,  Hari senin 22 Oktober IMX-er resmi masuk kembali. Seluruh warga IMX sudah kembali beraktifitas mengerjakan tugas.

Selamat buat bos besar WW, hari pertama kerja disambut dengan artikel ’Nama dan Peristiwa’ (Naper) di Kompas gitu lho….

Dua minggu .. uiiih lama banget liburan yang aku ambil tahun ini. Seperti biasa jadwal tahunan diawali dengan kepulangan pengasuh anak-anak (mbak Wati) ke kampungnya Kebumen seminggu sebelum lebaran (Aku ambil cuti tentunya). Dan sepeti tahun-tahun lalu juga aku selalu absen dari silaturahmi di rumah BB WW.

Main sama Haekal & Balya, beres2 rumah, cuci, gosok dan beresin persiapan mudik itulah kegiatanku sepulang pembantu ke kampung halamannya.

Rute perjalanan tahunan kami dimulai ada H-2 Pamulang menuju Sukabumi, dilanjutkan dengan perjalanan ke Kudus (H+1). Barang yang dibawa 2 tas gede, obat2-an dan juga makanan serta minuman.

Idul Fitri tahun ini adalah jadwal seluruh keluargaku berkumpul merayakan Idul Fitri di Sukabumi. Hanya kakaku yang tinggal di Bandung saja berhalangan hadir karena satu dan lain hal. Adikku datang tepat dihari raya, sehabis khutbah Id dia & kel langsung menuju Sekabumi.

Sekarang ini orang tuaku merupakan sesepuh di keluarga besar kami, jadi ngak heran rumahku selalu dipenuhi oleh keponakan, cucu serta tamu-tamu lainnya … (uuuuh senengnya).

Hitung THR

Semua senang menyambut hari kemenangan, terlebih anak-anak. Haekal, Balya serta keponakanku yang seumur dengan anakku Yasmine, Arsy, yang lebih gede Iyang, Alwan bahkan yang udah kuliah Firsa semua dapat jatah THR yang dibagikan setelah kami bersalam-salaman. Balya tak hentinya mengeluarkan uang dari dompetnya dan menghitung setiap kali mendapat tambahan. (dasar anak2)

Aku sekeluarga harus segera meninggalkan Sukabumi untuk mengunjungi ibu mertuaku yang berada di Kudus, jadi setelah tamu agak reda, kami bersiap untuk berangkat.  Tujuan pertama adalah Bandung mengunjungi kakaku yang kebetulan tahun ini berhalangan hadir ke Sukabumi. Di Bandung rencananya akan menginap dan pagi harinya perjalanan dilanjutkan menuju Kudus.

Sampai di Bandung kira-kira jam 19.00, membongkar perbekalan, istirahat dan dilanjutkan dengan Karaoke …

Pagi hari kami sudah bersiap kembali melanjutkan perjalanan menuju Kudus. Waktu yang ditempuh (kalau lancar) kira2 12 jam melewati kota Sumedang, Majalengka, Cirebon, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak barulah sampai di Kudus.

Rute yang paling berat adalah Bandung – Sumedang – Majalengka melewati Jatinangor yang merupakan raja macet dan juga Cicadas Pangerang yang terkenal dengan jalan berkelok diapit oleh gunung cadas dan jurang yang curam.  Syukur sekarang jalannya sudah bagus dengan pembatas jalan yang cukup, sehingga tidak terlalu khawatir.

Selanjutkan di antara batang dan Kendal akan petemu dengan daerah perkebunan jati yang dulu terkenal angker ’Alas Roban’.  Tidak berbeda denga Cadas Pangerang, Alas Robanpun sekarang ’Mak nyoos’ jalannya lebar, bagus …. banyak posko sponsor, yang paling rame adalah posko Indomie.

Perjalanan yang lama ini dijalani dengan sangat santai. Kami sekeluarga sangat menikmati kebersamaan. Kehebohan dalam mobil dilakukan Balya dan Haekal terutama sama jalan berkelok2. Berkali-kali kami berhenti di area SPBU. Mobil mengisi bahan bakar, sementara penumpang mengeluarkan bahan bakar alias ke toilet (hihihihi… ).

Waktu makan siang akhirnya kami sampai di Tegal. Kami mempir di Toilet 67 (Toilet terbanyak versi MURI). Kami sholat, dan makan siang di cafe SPBU.

Perjalanan dilanjutka kembali. Tapi ada yang beda dari Haekal, dia terus merengek minta mampir ke posko Mentari Indosat. Nggak muluk-muluk sih permintaannya hanya minta main PS dulu di Posko itu. Setelah mencari-cari akhirnya kami menemukan juga posko indosat di sekitar rumah makan pringsewu Tegal.

posko-indosat3.jpgposko-indosar2.jpg

Posko Indosat

Satu jam kami istirahat di posko itu, pelayanan yang diberikan lumayan juga, ada minuman gratis (Vitamilk), dan juga ada PS yang anak2 seneng banget. oh iya … ada pijat juga lho. (thx indosat, kenapa sih Cuma sampe H+5 aja, padahalkan puncak mudik H+7).

Perjalanan antara Semarang – Demak – Kudus, kami diguyur hujan yang sangat deras, bahkan beberapa ruas jalan tergenang air. Hujan deras yang disertai petir cukup membuat kami khawatir juga.

Alhamdulillah ….  Akhirnya tepat jam 21.00 kami memasuki halaman rumah di Kudus.

7 Comments

  1. CL said,

    October 23, 2007 at 3:26 am

    MOhon maaf lahir batin jg mbak Wid
    sebagai sesama penghuni lantai 3, pasti kita tidak terelakkan dari cela-celaan baik yg lucu maupun yg sadiis wakakakakakak (yang sadis biasanya dari laki gue kan ya hehehehe)

    Mohon disampaikan juga permohonan maaf lahir batin ini ke Pak Malhan, kakak Haekal dan adik Balya.

    salam yg paling fitri🙂
    CL

  2. Wete said,

    October 23, 2007 at 8:08 am

    Terima kasih Bu Lil …
    lantai 3 memang penuh celaan dan tapi tetap okeh deh dengan kehadiran bu Lila … (hihihihi, apa tuh maksudnya ??)

    Sampaikan salam dan maaf juga ya untuk bapak Kimi Adi dan juga sang biduan masadepan neng Laras dan si kecil Bagas tentunya.

    ‘Tenang aja, biasa celaan dari orang yang kalah memang suka sadis hihihihi’

  3. lena said,

    October 24, 2007 at 8:12 am

    Pokoknya selalu asyik kalau baca cerita tentang Lebaran dan mudik kampung, semuanya punya cerita sendiri-sendiri yang seru dan membuat kesan tersendiri.

    Buat kita yang ngak punya kampung hik nikmati libur lebaran menjadi pembantu rumah tangga.

  4. iyg said,

    October 24, 2007 at 10:09 am

    hahahahahahahahaha

    ko pas karaokean gag di foto ???

  5. Wete said,

    October 25, 2007 at 2:07 am

    photo karaoke-annya menyusul ya … kemarin lupa eeeuy

  6. Rani said,

    October 26, 2007 at 4:41 am

    Wah klo tahu lewat majalengka abdi ikut mbak, soalnya udah lama gak pulang kampung nih :))

  7. Wete said,

    October 26, 2007 at 7:26 am

    Tenang … nanti kalo lewat Majalengka ajak-ajak deh …🙂
    Majalengka musim mangga lho…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: