Kegiatan di Bandung

Setiap kali ke Bandung acara pertama selalu karaoke-an, nyanyi berbagai macam lagu sambil ngeledek yang suaranya fals ….. Karaokeannya nggak kemana2 sih di rumah saja. Kebetulan teh Wi punya fasilitas karaoke yang lumayan plus dengan pilihan lagi yang beragam. …

( tahu nggak suamiku andalannya lagu My Way-nya Frank Sinatra and lagu Broery Marantika ….. ‘kau yang telah membuat luka dihati ‘…. Hihihi)

Para ibu dan bapak masih asyik karaokean ketika anak-anak dah gelisah pengen naik kuda. Berangkatlah kita ke Cilaki untuk nyari kuda …. Begitu sampe ke Cilaki, tuh kuda dan tukangnya nyerbu kita ….. mo pilih yang mana si putih, si itam ato si belang …karena hari kamis harga seputarannya suma 5000,- kayanya si emang kuda nggak ngeh kali kalo hari itu adalah kamis hari libur. Padahal biasanya sabtu, minggu dan hari libur 10.000,- puternya. (hehehe lumayan ngirit)

Kita melanjutkan main di BSM. Arsy sih pengen nonton ‘Water Horse’ tapi karena emang kita nggak ada yang tahu jadwal, hasilnya nihil semua studio penuh …. (jadi kemana atuh ? ) … ke tempat bermain deh jadinya. Pokoknya anak-anak pada bolak balik terus nuker koin.

Puas main kita makan di dago di warung Aceh. … Hari itu kebetulan restorannya cukup penuh bikin kita kelaparan nunggu. Ngak tahan lama & laper teh Firsa ketua keponakan alias keponakan paling gede ke supermarket sebelah beli roti sebagai pengganjal laper. Masakan akhirnya datang juga, eiiit ada masalah lagi kita lupa kalo makanan Aceh itu banyak yang pedes …. Aduh … anak-anak ribut lagi deh kepedesan.

Jum’at paginya kami dah bangun dan bersiap untuk pergi ke Ciwidey. Tujuan pertama adalah Kawah Putih trus selanjutnya ke situ patenggang.

Menurut situs pariwisata Bandung, Kawah Putih teh berada di kawasan Bandung Selatan, berjarak 46 km dari Bandung terdapat sebuah gunung yang bernama Gunung Patuha – orang tua terdahulu menyebutnya gunung sepuh – dengan ketinggian 2.434 m dpl. Gunung tersebut memiliki 2 buah kawah, yaitu : Kawah Saat di puncak bagian barat, dan Kawah Putih yang berada dibawahnya pada ketinggian 2.194 m dpl. Kedua kawah tersebut terbentuk akibat letusan yang konon masing-masing terjadi pada abad X dan abad XII.

Keberadaan Kawah Saat maupun Kawah Putih, semula tidak banyak diketahui orang karena puncak Gunung Patuha oleh masyarakat setempat dianggap angker, sehingga tak seorangpun yang berani menjamahnya.
Misteri Kawah Putih dengan segala keindahannya baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang Belanda bernama Peter Junghuhn. Namun demikian, keindahan Kawah Putih tetap tersembunyi – tidak di kenal dan belum bisa dinikmati oleh masyarakat luas – sampai PT. Perhutani mengembangkannya menjadi obyek wisata alam.

Nyampe di kawah putih suasana belum terlalu padat tapi cukup ramai .. indikasinya ke toilet aja ngantrinya panjang …  (apa hubungannya ya …)

Kawah putih tuh emang bagus banget, kalo kita kesana mesti kudu pake jaket and kaos tangan (kalo perlu) karena emang dingin … (kalo di photo kaya lagi jalan2 di eropa gitu lho … hehehehe). Trus aroma belerangnya juga terasa banget begitu kita memasuki kawasan kawah, kita jadi pada batuk-batuk.

Kata situs lainnya …. Kawah putih berbentuk mirip sebuah danau. Dikelilingi dinding bukit yang sangat terjal. Tetapi, pada bagian lainnya justru agak landai. Bentuknya, meyerupai pantai. Kita bisa berjalan ke tepinya dan menyentuh air kawah yang mengandung belerang. Katanya keunikannya, warna air kawah bisa berubah-ubah. Perubahan tergantung pada kandungan mineral kawah. Ada kalanya, berwarna memutih, seolah-olah ditutupi salju. Namun, kadang-kadang justru berwarna hijau kebiru-biruan

Kira-kira satu jam di Kawah Putih, kita melanjutkan ke Situ Patengang. Tahu nggak bagaimana kondisi pendakian ke Kawah Putih …. Saat kita pulang tuh mobil dah parkir kira2 3 km dari sumber kawah …. Bayangkan gimana tuh capeknya …

Kawasan Ciwidey memang sangat indah, lepas dari kawah putih kita disuguhi dengan pemandangan alam perkebunan teh yang cantik. Ada pemandian air panas ‘Walini’, tempat kemah ‘Ranca Upas’, kebun teh Ranca Bali …. aaah pokoknya mah banyak tempat wisata yang alami indah dan cantik yang bisa dinikmati.

Situ Patengang sendiri boleh dibilang tempat wisata paling ujung di Ciwidey ini (karena daku tahunya sampe situ doang .. hehehe)

Situ Patengang, sebuah danau cantik yang dikelilingi oleh perkebunan teh. Menurut prasasti yang ada disana , danau ini luasnya 48 hektar. Nama Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda yaitu Pateangan-teangan yang artinya saling mencari. Alkisah nama tersebut merupakan sebuah mitos masyarakat setempat yang merupakan perlambang dari kisah cinta abadi dari dua pasang kekasih yang terpisah.

Cinta dari putra Prabu dan putri titisan Dewi yang besar bersama alam yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis, mereka berdua berpisah untuk sekian lamanya namun karena cinta mereka yang begitu dalam membuat rasa ingin bertemu demikian besar. Mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan “Batu Cinta” Dewi Rengganis pun minta di buatkan sebuah danau dan perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang kemudian berubah menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati dan kemudian dikenal dengan sebutan “Pulau Sasaka” yang berarti Pulau Asmara. Menurut cerita dan kepercayaan masyarakat setempat jika singgah di Batu Cinta dan kemudian mengelilingi Pulau Asmara, maka senantiasa akan mendapatkan cinta yang abadi seperti Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Untuk mengitari pulau asmara bisa menyewa perahu. Selesai membuka perbekalan untuk makan siang kamipun tak ketinggalan ikut berlayar ke Batu Cinta diiringin dengan hujan gerimis yang mengguyur kawasan Situ Patengang.

Tepat jam 15.00 kami beranjak meninggalkan Situ Patengang …. Wow apa yang terjadi saudara ….. antrian mobil bukan main panjangnya. Bahkan antrian mobil Kawah Putih sudah meluber ke jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan yang bener-benar parah. ((thank you teh wi, prediksimu bener juga, untung kita berangkat pagi… padahal si teteh dah protes ngapain sih pagi bener? )

Kemacetan jalan Ciwidey bener-bener dahsyat, apalagi menuju ke kawah putih …. Uiiiih itu antriannya sampai meluber kemana-mana walhasil parkiran mobil hampir hampir mendekati pasar Ciwidey. Kami nikmati perjalanan ini dengan suka cita.

5 Comments

  1. April 16, 2008 at 8:43 am

    Cinta abadi, selalu enak untuk dibahas

  2. iyg said,

    May 1, 2008 at 11:55 am

    emg kudu ngasih komen y ???

  3. iyg said,

    May 1, 2008 at 12:09 pm

    komen cukup 1
    knp g vto vto nya ga di msukin ?

  4. wete said,

    May 12, 2008 at 3:28 am

    aduh maaf keponakanku sayang vto belum bisa di upload ..

    sabar …. pasti nanti vto hadir juga ..

  5. yasmine said,

    July 5, 2008 at 3:10 am

    kal,selamat ya…pertandinganx menang …..’_’ eh…friendster te2h buka ya!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: