Salah Paham ..

Wiikenan di rumah sebenarnya bukan rencanaku. Awalnya dari jauh-jauh hari kita dah rencanain mau liburan panjang di Sukabumi. Hari kamis 1/5 memang libur, jum’atnya hari kejepit Mas Malhan &  Balya libur. Sementara aku dan Haekal masuk.

Dari hari rabu, Mas Malhan dah nanyain kapan mau ke Sukabumi?, dan aku selalu jawab ’jum’at aja setelah aku pulang kantor aja, atau kalo perlu ayah dan anak-anak jemput aku ke kantor langsung masuk tol menuju Sukabumi’.

Siip semua dah beres, aku mulai ngapak perbekalan. Tapi hari kamis mas Malhan ngerasa badannya ngilu dan flu menyerang. Dia mulai uring-uringan ditambah lagi anak-anak yang memang selalu ngajak main kalo dia ada di rumah.

Jum’at pagi, mukanya mulai asem kecut. Trus bilang ke Haekal ’nanti pulangnya sama mang Edi aja’ . wah aku mulai nafsu deh … apa-apaan pulang sama mang Edi doang??? Aku langsung nyamber kaya petir ’nggak usah jadi aja ke Sukabuminya’. Trus aku langsung pamitan berangkat kerja.

Di kantor aku telpon ke rumah tanya kondisi suamiku ke anak-anak. Katanya Haekal ’ayah tidur terus bu, tadi aku jumatan dan cukur rambut juga sendirian’ katanya. Aduh aku dah mulai uring-uringan juga, pikiranku melayang … ’wah pasti nggak jadi nih ke Sukabumi… yah mending masak2 aja deh di rumah’

Jam istirahat kantor aku persiapkan mental biar nggak sedih,  Aku belanjalah beli beberapa keperluan masak, rencananya mau bikin spageti. Haekal & Balya biasanya seneng dibuatin spageti. Jadi kurancang dalam pikiranku apa aja yang akan dilakukan kalau nggak jadi ke Sukabumi (walaupun jujur aku sedih banget, abisnya dah lama juga nggak ketemu ibu). Semua belanjaanku ku taruh di 1st floor deket mejanya ipeh.

Jam 5 teng, belum ada kabar juga dari rumah tentang keberangkatan kami. Ya dengan berat hati aku berucap dalam hati bahwa hari ini aku nggak bakalan jadi ke Sukabumi.

Selesai sholat magrib, dengan pasrah aku bersiap pulang, langsung menuju meja ipeh mengambil belanjaan.  Tapi …. apa yang terjadi saudara ??? samapi di bawah belanjaanku nggak ada, waduh aku bingung. Ku tanya Dasih, siapa tahu dia melihatnya. Ternyata … hiks …. dia memasukan belanjaanku dalam belanjaan CL …. hik.. hik.. hik … uuuh sebel banget.

Aku pulang ke rumah dengan benar-benar dongkol bin mangkel. Wajah cemberut dan ku persiapkan sejak dari kantor. Haekal sempat telpn bilang agar aku cepet pulang. Aku cuek aja. Sampai di rumah Haekal menyambutku dan bilang ’kita pulangnya sama mang Edi’ sementara ayahnya dan Balya terlelap tidur. Aku melihat tidak ada tanda-tanda akan pergi dari suamiku. …. hiks aku sedih. Akhirnya Haekal tertidur juga.

Mang Edi datang dan dengan membawa persiapan pulang dan bersiap mengemasi barangku. Tapi aku bilang ’kita nggak jadi ke sukabumi’. Aku suruh dia pulang lagi, walaupun masih bingung dia pulang juga. Aku sholat isya dan kemudian tidur.

Sabtu pagi ketika suamiku bangun dia kaget … ’lho kok nggak jadi berangkat ?’ aku jawab dengan ketus ’nggak jadi’. Biasanya aku paling nggak betah berlama2 tiduran di tempat tidur pagi hari. Hari ini aku justru hanya tiduran sambil pegang remot tv.

Haekal tanya sama ayahnya ’kenapa sih nggak jadi ke Sukabumi yah ?’ ayahnya jawab ’Tanya ibumu tuh’. Aku jawab ’nggak usah ke jalan, ayahmu kan sakit’ .

Pokoknya hari itu dipenuhi dengan suasana manyun. Aku pergi senam diiringin tangisan Balya yang pengen ikut tapi belum mandi. Suamiku kabur juga main tenis sama Haekal ke Patiunus.

Uuuh rumah sepi banget. Aku ngerasa salah juga kenapa aku langsung jutek gitu ?? aku telpon suamiku dan minta maaf …. setelah tlp aku tahu bahwa aku salah paham. Aku mengira suamiku nggak mau ke Sukabumi dan hanya menyuruhku dan anak2 pergi dengan mang Edi. Padahal suamiku hanya minta disupiri mang Edi karena dia nggak kuat nyetir sendiri.

Hahaha ….. makanya jangan pasang muka asam dulu, tapiii komunikasikanlah dengan baik …. akhirnya rugikan ke Sukabumi batal, masak-masak juga batal … ))

3 Comments

  1. OWI said,

    May 29, 2008 at 7:18 am

    Dongkol bin mangkel – no way!

  2. UmanK said,

    May 30, 2008 at 6:46 am

    saya setuju! Hangan langsung cemberut coz bukan cuma orang rumah aja yan takut. Saya juga takut waktu itu Mbak… mana saya intern yang tergolong masih baru lagi..

  3. urbrother said,

    August 14, 2008 at 3:24 am

    bakat kamu emang gampang dongkol kali neng, usul kalau lagi dongkol ambil cermin lihat wajah kamu pasti kamu lihat hantu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: