Suwan Baru alias Keponakan Baru

Si bungsu Wina yang 9 bulan lalu nikah, sekarang dah hamil 9 bulan juga (aiiih pinter juga tuh anak, kosongnya cuma ke kamar mandi doing … :)).  Awal Mei kemarin adalah awal bulan yang heboh karena sekonyong-konyong dia kontraksi terus dan keluar flek.

Ibu & bapakku memang dah siap-siap berangkat ke Jakarta untuk dampingin Wina rencananya mereka akan ke Jakarta hari rabu (7/5) tapi ternyata di hari sabtu (3/5) Wina dah ngerasain yang bukan2 (apaan tuh … ??) untungnya daku sebagai kakanya kebenaran nggak pulang ke Sukabumi alias wiikenan di rumah saja (baca juga salah paham) . Jadi daku ikutan siaga satu deh. Maklum suaminya yang wartawan yang kantornya lumayan jauh, jadi kayanya kalau ada apa-apa harus kita duluan yg bertindak.

Malam minggu aku terima telp dari Wina, daku langsung meluncur ke pondok cabe. Firasatku sih belum malam itu, tapi sapa tahu bener2 mules, jadi nggak ada salahnya daku ke sana biar dia tenang. Selain itu suamiku juga menganjurkan untuk tunggu di sana minimal sampe suaminya dateng.

Akhirnya Wina jalan ke RS Syahid UIN Ciputat hari minggu jam 12.00. tiket keberangkatan bapak dan ibu dari Sukabumi dimajuin jadi hari minggu jam 10.00 dengan menumpang Inova B 8014 DW  milik kakaku tersayang kang Wildan.

Bapak memang dari awal mau tinggal di di rumahku, ’jadi biar deh ibu di rumah Wina’ katanya. Tapi ternyata bapak nggak bisa juga di tinggal ibu lama. Biarpun katanya betah tinggal di rumahku, tapi teuteup aja nggak bisa tidur, curhat ’kenapa sih nggak ngelahirinnya di Sukabumi aja, deesbe deh.

Asli deh daku bingung harus bagaimana, aku tahu bapak ngarepin ibu ada disampingnya, secara wina juga perlu bantuan karena ngelahirinnya agak susah gitu.

Proses lahiran Wina memang agak lama, minggu masuk rumah sakit. Kontraksi terus tapi nggak ada yang meninggi, sementara dindin servixnya dah menipis. Kepala anak naik turun terus. Akhirnya dokter menyarankan untuk induksi saja.

Induksi ??? aduh itu kan sakit banget,  teh ita (sister in law-ku) bilang. Teh Wi bilang juga gitu. Kalau daku mah no comment secara daku nggak tahu induksi tuh gimana (alhamdulillah aku mah lancar semua).

Akhirnya senin (5/5) diinduksi, sampai selasa belum ada juga kontraksi berarti. Dokter kasih pilihan dipecahkan atau operasi . Wina milih pecahkan ketuban atau katanya  ’artificial membrane rupture’.  (bener nggak ya ??)  Alhamdulillah jam 15.05 bayi lahir dengan selamat walaupun harus divakum juga karena Winanya kehabisan napas.

Azri Ahmad Habibi, itu nama yang diberikan Wina. Coba bayangin mertuanya pengen kasih nama Habiburahman gitu …. (hehehe … ketularan AAC kali ye ..) akhirnya dikasih ambil jalan tengahnya deh Habibi ……

2 Comments

  1. UmanK said,

    May 30, 2008 at 4:15 am

    Cuma mo komentar dikit:
    Namanya bagus bgt!!Tegas dan berwibawa.
    Semoga menjadi anak yang soleh. Selamat buat Teh Wina

  2. yasmine said,

    September 29, 2008 at 2:09 am

    selamat ya… bi wina,,semoga Azri menjadi anak baik,,pinter,,sholeh,,nurut kepada bi wina and om ma’ruf


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: