RAHASIA KEHIDUPAN

Akhirnya sampai juga di penghujung bulan Juli. Bulan Juli 2008 sangat melelahkan ….  ini merupakan bulan yang super sibuk, kesibukan yang menyita tenaga, pikiran, perasaan dan emosi. Di tempat kerja kami sedang menyiapkan sebuah launching yang akan menghadirkan wapres kita. Di suatu tempat kawasan industri. Acara diadakan di outdoor … otomatis persiapan jauh lebih ribet. Salut buat teman-teman yang bekerja keras mempersiapkan acara dengan rapat2nya juga.

Ada lagi peristiwa Sahabat baikku sewaktu pesantren di Senopati  Marwah asli Manado dan sekarang tinggal di Ternate bersama suami dan Nabil anaknya. Datang kabar darinya yang memberitahukan dia akan menjalani operasi katup jantung di Jakarta. Operasi berjalan lancar aku, suami dan TB temanku sempat menengoknya di RS. Harapan kita paska operasinya.

Namun di awal Juli pula aku mendapat kabar bahwa dia dalam keadaan kritis, ada pendarahan hebat di kepala. Dia dirujuk ke RSCM. Sungguh kaget aku mendengarnya, segera setelah mendengar kabar aku langsung menuju RSCM untuk melihat keadaan. Masya Allah ……. ternyata dia sangat lemah, padahal 2 minggu sebelumnya dia terlihat sehat setelah menjalani operasi.

Aku tidak tahan melihat kondisinya, antara sadar dan tidak, suaminya sudah terlihat pasrah dan ikhlas kalau seandainya terjadi sesuatu yang terburuk padanya. Namun ya Allah …. Engkau benar-benar Maha Kuasa atas segala mahluk didunia ini. Alhamdulillah berkat atas segala kebaikan yang selalu disebarkan Marwah, serta doa dari orang-orang yang mencintai dan menyanyanginya,  kabar dari Marwah  semakin hari semakin membaik, bahkan dalam satu minggu hasil CT Scan menunjukan perkembangan yang sangat baik.

Sekarang Marwah sudah mulai pulih, aku menengok dia dengan sahabatku yang lainnya Wiwi dan Mami ke rumah tantenya di Kayu Putih I, Marwah terlihat sangat segar. Diapun banyak bercerita pada kami tentang apa yang dia rasakan saat kritis.
Astagfirullah ….. Subhanallah … Maha besar Engkau Ya Allah  ….. hanya itu yang bisa kami ucapkan.

Peristiwa lainnya, menimpa keluarga sepupuku (Edi) yang hubungannya sangat dekat dengan aku dan keluargaku. Saat itu aku sedang sibuk dengan kerjaan kantor (Launching sebua produk), sepupuku menelpon mengabarkan bahwa kedua anaknya sakit. Malam itu aku dan suamiku sangat lelah sehingga tidak mungkin untuk mengantarnya ke RS, jadi kupinjamkan mobilku.

Esoknya kutanya keadaan anaknya, dia menjelaskan bahwa si sulung Alma terkena tipus sedangkan di kecil Alpard radang tenggorokan. Besok mereka akan periksa ulang di RS. Hasilnya tetap sama. Itu kejadian terjadi tanggal  9/7.

Selanjutnya aku pikir mereka baik-baik saja. Namun sabtu tanggal 12/7 (bertepatan dengan acara launching yang ditangani kantorku)  saat aku akan berangkat ke acara , dia menelpon lagi mengabarkan bahwa Alpard masuk RS. Aku tidak berpikir macam-macam saat itu, dan pastinya kondisi akan bisa diatasi karena mereka sudah ada di RS.

Di tengah kesibukanku mendampingin wawancara, kakaku menelpon dan mengabarkan bahwa si kecil Alpard drop, segera kuberitahukan kakaku untuk merujuknya ke RS. Fatmawati. Kutelpon suamiku untuk cepat menyusul Edi.

Terus terang aku tidak curiga apapun, sesampai di kantor (jam 17.00)  kuputuskan untuk menyusul mereka ke RS. Fatmawati. Kulihat si sulung Alma sedang diinfus, dan aku diajak suamiku untuk melihat kondisi Alpard yang ternyata sudah dilarikan ke ICU.

Masya Allah …..  keadaannya ternyata sangatlah parah, Alpard sudah ada di ruang picu dengan segala alat bantu pernapasan.  Aku benar-benar terpukul melihat keadaannya, aku nggak berani menyentuhnya, tapi aku melihat kakinya sudah membiru. Aku terus mendampingi ibunya yang tak hentinya memanjatkan doa untuk kesembuhan anaknya. Namun Allah berkehendak lain Alpard yang baru berusia 2 tahun dengan kondisi sehat, tepat di jam 19.05 dipanggil kembali ke Hadirat Ilahi Robby.

Innalillah wa Inna Ilaihi Rojiun  …. Muhamad Alfairuz (Alpard)  meninggal dalam keadaan suci  tanpa dosa. Rasanya bagaikan mimpi, minggu lalu anak itu masih sangat sehat. Aku teringat kedua anakku yang menjadi selalu bermain dengan Alpard, pasti mereka juga merasakan kesedihan yang dalam.

Ya  Ilahi Robby …. Hanya kepada Engkaulah aku meminta dan Hanya pada Engkaulah aku minta pertolongan. Berikanlah kesempatan padaku untuk dapat membimbing dan mendampingi  kedua buah hatiku. Dan berikan kesempatan padaku untuk dapat berbuat lebih baik ….. Amien

Dua peristiwa di bulan Juli  ini benar-benar memberikan pelajaran bagiku bahwa hidup dan mati adalah milik Allah sang pencipta. Kita sebagai manusia tidak bisa berkata tidak ketika maut menjemput. Tua, muda, anak2, kakek, kaya, miskin, pejabat, atau rakyat biasa semuanya akan menghadapinya. Dengan hanya memakai kain kapan tanpa perhiasan dan harta kita akan dikubur dalam tanah yang berukuran 1 x 2 meter saja.

2 Comments

  1. haekal said,

    August 17, 2008 at 9:48 am

    innalilahi wainail rojiun muhammad alfairus (Alphard)

  2. Ya5mine said,

    October 1, 2008 at 9:06 am

    Muhammad alfairuz(alphard) sabar ya nak,,allah pasti mengampuni dosamu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: