Kang Wildan & Me

O : ’Widya .. Kakangnya lebetkeun (masukan) kana selang’
A : Entong (Jangan) …. huhuhuhu ….

Sampai sekarang setiap kali aku pulang ke sukabumi dan mampir ke rumahku yang dulu, tetangga-tetangga yang sekarang sudah pada bercucu selalu mengingatkan ledekan itu padaku. Aku ketawa ingat itu, kenapa aku selalu nangis kalau diledek itu. Kadang buat aku malu juga kalau ada yg bilang ’Aduh Widya udah gede, yang dulu suka nangis melulu’

Katanya orang-orang, waktu kecil aku ini cengeng dan judes banget. Jadi teman-teman kakakku senang bikin aku nangis, dan salah satu yang paling cepet membuatku nangis dengan meledek kaka pertamaku (kang Wildan). (Suamiku ngakak deh kalau ada yang ingatkan ’Widya = cengeng’)

Kang Wildan adalah kakak pertamaku nama lengkapnya Wildan Ginanjar, dan karena dia anak tertua, kami sekeluarga dan saudara-saudara lainnya memanggil dia dengan sebutan Kakang. Kang Wildan itu  sangat supel, temenya banyak, hobbinya emang mengumpulin teman-teman dan herannya temennya aja dikerjain dia atau atau dijhailin.

Teman2 sekolahnya SMA (yang aku ingat) sepulang sekolah selalu menjadikan rumahku tempat nongkrong, baik nonkrong buat belajar ataupun sekedar ngobrol2 aja. Ada yang namanya Kang Deni, kang Untung, Kang Dadang , Kang Iyus dsb deh.

Selain temannya banyak, pacarnya juga banyak yang paling kuingat Heda dan Lela cinta monyetnya ketika kang Wildan duduk di kelas 1 SMA.

Hubunganku dengan Kang Wildan begitu dekat, usia yang terpaut jauh justru membuat dia benar-benar memiliki adik kecil, secara dia tuh seneng banget dengan yang namanya anak kecil. Jadi ngak heran sejak kecil aku selalu di gendongnya saat dia main dengan teman-temannya. Dan menurut cerita ibuku, dia senang banget ngedandanin Widya kecil … hehehe.

Ketika aku masuk TK kang Wildan sudah masuk SMA. Pulang sekolah aku selalu menunggu dia pulang, bahkan nga jarang aku ikut jemput dia ke sekolahnya dengan mobil inventaris bapakku VW Safari biru.

Alhamdulillah sampai sekarang masing-masing sudah berkeluarga hubungan kami tetap terjaga dengan baik dan karena kang wildan termasuk dalam golongan telat nikah, sekarang ini ke2 anaknya (Yasmine & Arsy) seusia dengan anak-anakku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: