Suatu Kamis di Jalan Tarogong

Jam menunjukkan pukul 4 tepat, saat aku bergegas membereskan meja, mematikan computer untuk langsung ngacir pulang. Niatku hari itu mampir ke sebuah klinik kecantikan (de green) di point square lebak bulus. Biasanya kalau mau ke de green aku selalu bareng Rn & Dn dengan mobilnya dn (hehe), hari itu ke2 temanku nga bisa gabung, akhirnya nekatlah jalan sendiri, walau harus naik angkot.

Seperti biasa jam segitu jalanan sudah mulai pamer alias padat merayat, belum kutentukan hendak naik apa kesana? 15 menit sudah aku menunggu, saat sebuah metromini 79 jurusan lebak bulus melewatiku, tanpa ragu aku naik dan langsung duduk manis sambil baca sebuah majalah. Pengamen datang silih berganti menemani perjalananku. Aku asyik dengan bacaanku sambil sesekali melihat pengamen atau memberikan recehan 500 or 1000 untuk mereka.

Rute yang aku lalui adalah jalan Fatmawati, lalu masuk ke Jl. Tarogong, Pondok Indah dan terakhir lebak bulus. Lampu merah D’best Fatmawati dilalui dengan susah payah, belok tarogong ternyata masih tetap sama saja muaceeeet banget. Sementara penumpang semakin lama semakin banyak. Supir metromini yang sejak awal ngomel lebih sibuk lagi mengomel kepada kondekturnya agar memaksa penumpang yang berdiri untuk lebih berhimpitan lagi. Maklum jam sudah menunjukan jam 5 sore, waktu ideal untuk pulang agar tidak terlalu terlambat buka puasa di rumah, sehingga si supir tidak mau kehilangan kesempatan mendapat banyak setoran dengan terus menaikan penumpang.

Tarogong benar-benar berayap, jalan yang tidak terlalu besar dengan volume kendaraan yang tinggi sepertinya sudah tidak cukup lagi. Jalanan mulai lancar setelah melewati hotel Crystal, dan mulailah si supir yang tukang ngomel itu memacu gasnya dan berjalan ugal-ugalan. Penumpang sudah benar-benar padat banyak yang bergelantungan di pintu, termasuk sang kondektur. Tepat di depan Jakarta International School (JIS), tiba-tiba terdengar suara benturan dan teriakan penumpang ‘ Ya Allah …. Itu kondekturnya jatuh’. Semua penumpang melihat kearah belakang, dan mulailah para saksi mata bercerita, bahwa si kondektur bergelantung dengan posisi menghadap belakang, tanpa dia sadar bahwa di samping kiri berdiri tiang listrik tanpa bisa menghindar kepala si kondetur terbentur tiang listrik tersebut. Cerita dilanjutkan dengan cerita horror lainnya. … Inna lillahi …. mengerikan sekali, bisa dibayangkan metromini dalam kondisi ngebut kemudian sebuah kepala membentur tiang listrik … Masya Allah bagaimana nasib si kondektur ? Wallahu a’lam jika dilihat secara kasat mata, sepertinya tidak ada harapan untuk hidup, dia langsung terkapar dan muntah darah.

Kasian kondektur itu, dibentak2 si supir di marahi penumpang yang tidak mau bergeser, membantu melancarkan kemacetan di perempatan dsb, dsb. si supir sendiri entahlah bertanggungjawab atau tidak, menolong atau tidak, tidak seorangpun dari penumpang yang masih bergerombol itu tahu. Yang kami tahu sebuah mobil Nissan membantu membawa korban.

Astagfirullahaladhim …. Tiada daya dan upaya tanpa kuasaMu Ya Robb. Hanya itu yang dapat aku lontarkan, dengan lutut lemas kulanjutkan perjalananku.

8 Comments

  1. lily said,

    May 20, 2010 at 12:04 pm

    hellow mba…lam kenal ya^^
    sbtulnya tujuan aq bc blog ini krna tertarik dgn klinik D’Green yg di Lebak bulus. Tp paz bc aq jd sdikit miris sm pristiwa yg prnh mba saksiin..ihh hdp itu emg misteri ya…ga bkl ada yg bs nebak kpn bkl ending…hehe
    oh iy balik lg nie ke topik..mo sharing dunk ttg klinik D’green nya, mnurut pengalaman mba bgs ga c klo konsul mslh kulit di klinik ini??
    aq tu punya masalah kulit bukan jerawat tp luka berbentuk scar cekungakibat kecelakaan rada risih cost d panggil c codet..hihik
    gTu aj dhe sharing na…pliz d bls ya mba…trims^^

  2. aan said,

    June 10, 2010 at 6:13 pm

    namanya juga metromini mbak…

    kakak saya juga pernah jadi korban tapi alhamdulillah ga kenapa2

  3. Andrea said,

    August 18, 2010 at 5:38 am

    Ya Allah Sampe Begitu…
    Supir Metromini Ngomel Mulu Lagi…
    Ga Tanggung Jawab….

    • Baju Wanita said,

      August 2, 2011 at 8:59 am

      hmm, itulah alasan knapa kita prlu mnghargai arti hidup kita tiap waktunya.

  4. Rumah said,

    September 28, 2011 at 8:54 am

    nice post and info ^_^

  5. Kontraktor said,

    October 19, 2011 at 9:24 am

    ya ampun yg sabar…

  6. sunar said,

    January 16, 2012 at 5:40 am

    Kapan ya mimpi jadi kenyataan di negeriku utk penataan sistem transportasi yang aman, nyaman, cepat dan selamat seperti yang saya rasakan di China.

  7. balya said,

    November 8, 2013 at 8:11 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: