Sinetron ‘CATATAN HATI SEORANG ISTRI’

Acara TV yang paling sering ku tonton adalah pertandingan tennis, entah itu yang live ataupun ulangan, pertandingan apapun itu. Memang kami di rumah memasang TV berbayar indovision bukan untuk so so-an, ikutan trend TV berbayar, tapi memang sengaja mencari TV yang menyiarkan pertandingan Grand Slam atau pertandingan tennis internasional lainnya. Ini dilakukan agar jagoan dan cantikku bisa melihat bagaimana pemain-pemain tennis dunia berlaga.

Di tengah ocehan si ayah, ‘masa pasang tv berbayar nontonnya yang gini2 aja’ aku selalu menyempatkan menonton Sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) yang tayangannya entah sudah ke episode berapa deh, saking banyaknya. Bergulirnya cerita, lama-lama lelah juga nonton itu karena rasanya ga ada endingnya gitu. Pemainnya utamanya si Haji Sulam sudah ditiadakan sekarang ada ust Gofar, Fahmi dan tokoh2 lainnya silih berganti mengisi rangkaian cerita si Tukang Bubur Naik Haji ini.

Bulan lalu aku menemukan sinetron baru ‘Catatan Hati Seorang Istri’ kalau tukang bubur bercerita mengenai kehidupan masyarakat di kampung betawi, CHSI ini bercerita bagaimana keluarga-keluarga muda yang tinggal di perumahan. Ceritanya HCSI ini cukup menyentuh dan yang menarik hati adalah kata-kata santun dalam sinetron ini membuat aku dan para ibu lainnya menyukai sinetron ini. Salah satu buktinya setiap kali sinetron ini berlangsung, WA group ibu-ibu sholehah sibuk membahas apa yang sedang dilakukan para pemain sinetron itu … hehehe lucu jg.

Sinetron ini diangkat dari Novel spektakuler karya Novelis Asma Nadia. Novel yang bercerita mengenai Dunia pernikahan yang tidak selalu seindah pelangi. Pada kenyataannya seorang istri seringkali jatuh bangun mencari kekuatan, serta menceritakan berbagai macam kisah menyentuh dan menggetarkan tentang perjuangan perempuan, seorang istri, sekaligus ibu dalam menghadapi berbagai prahara rumah tangga. Dan kita menjadi saksi, betapa kesulitan dan ketabahan mesti selalu beriringan dalam perjuangan. Dan betapa berliku serta dipenuhi luka, jalan menuju keikhlasan.

Tidak jauh berbeda dengan novelnya, Sinetron yang disutradarai oleh Maruli Ara dan dibintangi oleh Dewi Sandra, Intan Nuraini, dan Ashraf Sinclair, Yasmine Wildblood, Cut Meyriska, Alexandra Gotardo, Oka Antara dll ini juga mengisahkan tentang perempuan-perempuan yang masing-masing membawa luka hati. Dinarasikan oleh Hannah (Dewi Sandra), seorang penulis buku yang menjadi tokoh utama, yang menceritakan cerita-cerita yang di alami oleh ia dan sahabat-sahabatnya, Vina (Yasmine Wildblood) dan Anisa (Intan Nuraini), yang juga tinggal di komplek perumahan yang sama.

Sinetron ini mengajari kita beberapa sikap yang bisa diambil. Dan sungguh Sinetron ini memberi banyak inspirasi bagi kaum hawa untuk selalu tegar, sabar, tawakkal serta bisa menyeimbangkan antara logika dan perasaan saat berhadapan dengan suatu problem. ‘Libatkan Allah dalam setiap urusan. Agar yakin tanganNya dan bukan emosi atau kemarahan yang menuntun kita saat membuat keputusan’

Satu hal yang disayangkan dari sinetron ini, bacaan al-qur’an dan do’a2 yang dibacakan dalam bahasa arab dibacakan dengan kurang fasih. seyogyanya saat bacaan al-quran di-dubbing saja agar lebih sempurna bacaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: