Wahana Roma Sky Pirates Di Trans Studio Bandung

Horeeeee ….. Trans Studio Bandung punya wahana baru lagi lho yaitu ‘Roma Sky Pirates’ sebuah wahana permainan yang akan memperkaya pilihan pengunjung Trans Studio Bandung tentunya.

Roma Sky Pirates adalah wahana permainan berbentuk kapal layar yang dapat dinikmati oleh pengunjung dari seluruh kategori usia. Pengunjung akan merasakan sensasi berpetualang bersama kawanan bajak laut untuk mencari Ladang Gandum Keemasan.

Wahana Roma Sky Pirates merupakan salah satu upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya manfaat gandum. Ayo main bermain sehat …. Gandum banyak memberi manfaat untuk tubuh, mulai dari kandungan gizi dan seratnya baik untuk generasi muda dan masyarakat pada umumnya.

waaahhh jadi tahu manfaat gandum yaaaa  …

yuukk coba Wahana Roma Sky Pirates ….

Advertisements

Sinetron ‘CATATAN HATI SEORANG ISTRI’

Acara TV yang paling sering ku tonton adalah pertandingan tennis, entah itu yang live ataupun ulangan, pertandingan apapun itu. Memang kami di rumah memasang TV berbayar indovision bukan untuk so so-an, ikutan trend TV berbayar, tapi memang sengaja mencari TV yang menyiarkan pertandingan Grand Slam atau pertandingan tennis internasional lainnya. Ini dilakukan agar jagoan dan cantikku bisa melihat bagaimana pemain-pemain tennis dunia berlaga.

Di tengah ocehan si ayah, ‘masa pasang tv berbayar nontonnya yang gini2 aja’ aku selalu menyempatkan menonton Sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) yang tayangannya entah sudah ke episode berapa deh, saking banyaknya. Bergulirnya cerita, lama-lama lelah juga nonton itu karena rasanya ga ada endingnya gitu. Pemainnya utamanya si Haji Sulam sudah ditiadakan sekarang ada ust Gofar, Fahmi dan tokoh2 lainnya silih berganti mengisi rangkaian cerita si Tukang Bubur Naik Haji ini.

Bulan lalu aku menemukan sinetron baru ‘Catatan Hati Seorang Istri’ kalau tukang bubur bercerita mengenai kehidupan masyarakat di kampung betawi, CHSI ini bercerita bagaimana keluarga-keluarga muda yang tinggal di perumahan. Ceritanya HCSI ini cukup menyentuh dan yang menarik hati adalah kata-kata santun dalam sinetron ini membuat aku dan para ibu lainnya menyukai sinetron ini. Salah satu buktinya setiap kali sinetron ini berlangsung, WA group ibu-ibu sholehah sibuk membahas apa yang sedang dilakukan para pemain sinetron itu … hehehe lucu jg.

Sinetron ini diangkat dari Novel spektakuler karya Novelis Asma Nadia. Novel yang bercerita mengenai Dunia pernikahan yang tidak selalu seindah pelangi. Pada kenyataannya seorang istri seringkali jatuh bangun mencari kekuatan, serta menceritakan berbagai macam kisah menyentuh dan menggetarkan tentang perjuangan perempuan, seorang istri, sekaligus ibu dalam menghadapi berbagai prahara rumah tangga. Dan kita menjadi saksi, betapa kesulitan dan ketabahan mesti selalu beriringan dalam perjuangan. Dan betapa berliku serta dipenuhi luka, jalan menuju keikhlasan.

Tidak jauh berbeda dengan novelnya, Sinetron yang disutradarai oleh Maruli Ara dan dibintangi oleh Dewi Sandra, Intan Nuraini, dan Ashraf Sinclair, Yasmine Wildblood, Cut Meyriska, Alexandra Gotardo, Oka Antara dll ini juga mengisahkan tentang perempuan-perempuan yang masing-masing membawa luka hati. Dinarasikan oleh Hannah (Dewi Sandra), seorang penulis buku yang menjadi tokoh utama, yang menceritakan cerita-cerita yang di alami oleh ia dan sahabat-sahabatnya, Vina (Yasmine Wildblood) dan Anisa (Intan Nuraini), yang juga tinggal di komplek perumahan yang sama.

Sinetron ini mengajari kita beberapa sikap yang bisa diambil. Dan sungguh Sinetron ini memberi banyak inspirasi bagi kaum hawa untuk selalu tegar, sabar, tawakkal serta bisa menyeimbangkan antara logika dan perasaan saat berhadapan dengan suatu problem. ‘Libatkan Allah dalam setiap urusan. Agar yakin tanganNya dan bukan emosi atau kemarahan yang menuntun kita saat membuat keputusan’

Satu hal yang disayangkan dari sinetron ini, bacaan al-qur’an dan do’a2 yang dibacakan dalam bahasa arab dibacakan dengan kurang fasih. seyogyanya saat bacaan al-quran di-dubbing saja agar lebih sempurna bacaannya.

LUPA PIN & Password

Wow … ternyata sudah lama sekali aku tidak mengisi bog ini. Jangankan mengisi membukanya-pun butuh waktu lama karena password-nya lupa. Hihihihi dasar dasar. Akhirnya aku klik lost password keluarlah kolom konfirmasi email. Tikketik aku mengisi alamat email-ku, ting email masuk konfirmasi permohonan reset email dari mesin adminya wordpress. Proses penggantian password done dan akhirnya jadi deh password baru.

Semoga lupa password lagi … Akhir-akhir ini aku sering sekali hilang ingatan akan password dan PIN. Semalam ceritanya aku menganti cover HP-ku. Setelah kumatikan semua dan HP-ku sudah memakai baju barunya, tiba-tiba aku lupa PIN untuk masuk ke nomorku. Heboh mencari potongan kartu telp, semua dompet2 yang ada di laci lemari dikeluarkan, karena perasaan ku simpan potongan kartu di salah satu dompet di laci lemari. Setelah diobrak abrik di kartu tidak ditemukan juga, sementara aku sudah memasukan 3 kali salah PIN dan harus memasukan nomor PUK untuk dapat terhubung dengan nomor kita kembali.

Akhirnya ku tlp 5438-8888 (call center Indosat) setelah penyamaan data dan lain-lain SOP menanganan klien, akhirnya aku dapat PUK-nya. Akupun mendapat nasehat dari si bapak operator ‘Bu, silahkan masukan nomor PUK-nya dan akan keluar permintaan PIN baru, silahkan ganti PIN ibu dengan yang mudah diingat ya bu. Dan simpan nomor PUK ini di tempat yang cepat bisa ibu ingat jika nanti diperlukan lagi’. Baik pak customer service dan terima kasih nomor PUK dan nasehatnya. ‘Selamat malam dan selamat istirahat’ lanjut si bapak operator.

Makanya kalau buat password atau PIN jangan yang aneh2 … gaya perpaduan ini dan itu walhasil mau nyambung malah ga berhasil kebuka … hehehehe

 

Suatu Kamis di Jalan Tarogong

Jam menunjukkan pukul 4 tepat, saat aku bergegas membereskan meja, mematikan computer untuk langsung ngacir pulang. Niatku hari itu mampir ke sebuah klinik kecantikan (de green) di point square lebak bulus. Biasanya kalau mau ke de green aku selalu bareng Rn & Dn dengan mobilnya dn (hehe), hari itu ke2 temanku nga bisa gabung, akhirnya nekatlah jalan sendiri, walau harus naik angkot.

Seperti biasa jam segitu jalanan sudah mulai pamer alias padat merayat, belum kutentukan hendak naik apa kesana? 15 menit sudah aku menunggu, saat sebuah metromini 79 jurusan lebak bulus melewatiku, tanpa ragu aku naik dan langsung duduk manis sambil baca sebuah majalah. Pengamen datang silih berganti menemani perjalananku. Aku asyik dengan bacaanku sambil sesekali melihat pengamen atau memberikan recehan 500 or 1000 untuk mereka.

Rute yang aku lalui adalah jalan Fatmawati, lalu masuk ke Jl. Tarogong, Pondok Indah dan terakhir lebak bulus. Lampu merah D’best Fatmawati dilalui dengan susah payah, belok tarogong ternyata masih tetap sama saja muaceeeet banget. Sementara penumpang semakin lama semakin banyak. Supir metromini yang sejak awal ngomel lebih sibuk lagi mengomel kepada kondekturnya agar memaksa penumpang yang berdiri untuk lebih berhimpitan lagi. Maklum jam sudah menunjukan jam 5 sore, waktu ideal untuk pulang agar tidak terlalu terlambat buka puasa di rumah, sehingga si supir tidak mau kehilangan kesempatan mendapat banyak setoran dengan terus menaikan penumpang.

Tarogong benar-benar berayap, jalan yang tidak terlalu besar dengan volume kendaraan yang tinggi sepertinya sudah tidak cukup lagi. Jalanan mulai lancar setelah melewati hotel Crystal, dan mulailah si supir yang tukang ngomel itu memacu gasnya dan berjalan ugal-ugalan. Penumpang sudah benar-benar padat banyak yang bergelantungan di pintu, termasuk sang kondektur. Tepat di depan Jakarta International School (JIS), tiba-tiba terdengar suara benturan dan teriakan penumpang ‘ Ya Allah …. Itu kondekturnya jatuh’. Semua penumpang melihat kearah belakang, dan mulailah para saksi mata bercerita, bahwa si kondektur bergelantung dengan posisi menghadap belakang, tanpa dia sadar bahwa di samping kiri berdiri tiang listrik tanpa bisa menghindar kepala si kondetur terbentur tiang listrik tersebut. Cerita dilanjutkan dengan cerita horror lainnya. … Inna lillahi …. mengerikan sekali, bisa dibayangkan metromini dalam kondisi ngebut kemudian sebuah kepala membentur tiang listrik … Masya Allah bagaimana nasib si kondektur ? Wallahu a’lam jika dilihat secara kasat mata, sepertinya tidak ada harapan untuk hidup, dia langsung terkapar dan muntah darah.

Kasian kondektur itu, dibentak2 si supir di marahi penumpang yang tidak mau bergeser, membantu melancarkan kemacetan di perempatan dsb, dsb. si supir sendiri entahlah bertanggungjawab atau tidak, menolong atau tidak, tidak seorangpun dari penumpang yang masih bergerombol itu tahu. Yang kami tahu sebuah mobil Nissan membantu membawa korban.

Astagfirullahaladhim …. Tiada daya dan upaya tanpa kuasaMu Ya Robb. Hanya itu yang dapat aku lontarkan, dengan lutut lemas kulanjutkan perjalananku.

SATURDAY ..

Saturday kalau kata orang sunda mah Saptu, merupakan hari yang membahagiakan buatku (mungkin buat pekerja lainnya juga). Hari dimana tidak ada beban dengan masalah kerjaan, atau tidak harus sebel menghadapi macet dan enaknya, kalau hari itu penuh kegiatan, besoknya minggu masih bisa tidur pulas.

Biasanya rencana hari sabtu sudah tersusun rapi sejak jum’at siang. Jika tidak ada rencana ke luar rumah,  bangun pagi seperti biasa (menjelang adzan subuh), sholat subuh kemudian membuka lemari pakaian dan memandangnya. Aku paling senang membereskan lemari pakaian … setiap hari sabtu kukeluarkan isinya dan kuputar posisinya, baju yang baru masuk lemari (yang baru dipakai) dipindah ke bawah dan yang dari bawah dimasukan dibagian atas. Tujuannya tentu untuk me-rolling baju-baju itu agar tidak hanya yang itu2 saja yang dipakai. Kususun baju-baju itu dan meluruskan lipatannya sehingga menjadi lipatan yang sama. Jika sudah selesai aku pandangin hasilnya sambil senyum puas … hehehe. Setelah itu beralih ke lemari baju suamiku, kembali kuulangi ritual itu.

Tapi ritual membereskan lemari pakaian sekarang tidak lagi dilakukan  di pagi hari, ada protes dari kelapa keluarga  katanya : ’iiih pagi-pagi baju melulu diurus’. Ya, kalau dah keluar ‘SP’ gitu ngak berani lagi deh. Jadi sekarang waktunya pindah di siang hari saat si bapak main tennis sama si sulung Haekal.

Dasar aku lebih hobby beres-beres daripada masak memasak, jadi kalau tidak beresin lemari pakaian, kegiatan  pagi adalah merubah posisi perabot rumah (hihihi kaya banyak aja ya), terus nyapuin ampe bersih .. nah yang bagian ngepelnya ya mbak-nya.

Selesai nyapu, bersiap nganterin si bungsu sekolah dan langsung ke tempat senam di belakang komplek. Pulang senam rumah dah dipel bersih, makanan dah siap … uuh asyiiik rasanya.

Setelah makan siang biasanya masku & si sulung Haekal main tennis di komplek sebelah (Villa Pamulang Mas). Nah aku mulai buka2 laci penyimpanan sprei, handuk dan mukena dan mulailah menyusun isi laci2 itu biar mudah diambil dan enak dilihat.

Jika kebetulan hari sabtu di Sukabumi, kegiatan pertama sesampai di rumah (biasanya sampe jam 00.30) pasti langsung rumpi sama ibuku tersayang ngak tanggung2 sampe subuh kita ngobrol dan dilanjutkan lagi sambil masak. Seperti sabtu  menjelang Idul Adha sabtu lalu (6/11), aku ngobrol sama ibu membahas kecenderungan para suami/istri mengalami kejenuhan dalam menghadapi rutinitas sehari2 atau kejenuhan dlm hubungan suami istri.

Seru ceritanya, ibuku bilang bahwa bapakku pernah bercerita ‘Kecenderungan untuk mendua itu ada dalam diri laki-laki (kebanyakan lelaki), hanya saja ada yang berani melakukan dengan terang-terangan, ada yang menyembunyikan ada yang bisa menahan’

Ada lagi yang membuat aku terkikik dan kayanya para perempuan ngak pernah berpikir sampai disitu 🙂  ‘ Dalam sebuah buku (maaf lupa nama bukunya) si pengarang yang notabene seorang laki2 dalam pengantarnya mengatakan ‘Wahai istriku dan anak-anak perempuanku, ketahuilah bahwa jika seorang laki-laki menatap dia tidak hanya melihat wajahmu akan tetapi membayangkan apa diluar itu’

Itulah topic obrolan aku dan my mom sabtu lalu.
Hayo para lelaki bener kah begitu  .. ???

FRIDAY

Friday alias Jum’at .. seneng banget kalau menghadapi jum’at. Alasan pertama karena pakaian kantor bisa seenaknya (hehe padahal tiap hari jga amuradul), kedua istirahatnya bisa agak lama bersamaan dengan para cowok2 jum’atan (padahal lagi ni, tiap hari istirahatnya nambah jam melulu). Trus yang paling kebayang-bayang adalah besoknya itu lho …. Libur 2 sabtu-minggu alias weekend.

Mungkin karena weekend itulah, biasanya jam pulang kerja lebih padat dari hari biasanya, rada nyebelin emang tapi berhubung besoknya libur jadi dibikin asyik aja ngak pake ngutruk bin ngomel.

Hari jum’at juga selalu berbeda dengan hari lainnya (menurut daku … ). Setelah memperhatikan sekian lama, cuaca hari jum’at seringkali berbeda dengan hari lainnya diminggu itu, Kalau senin-kamis hujan, maka jum’at akan menjadi hari panas. Begitupun sebaliknya kalau senin-kamis panas, maka jum’at akan menjadi hari hujan minimal mendung dan sejuk deh. ( inget seringnya ya ... :))

Weekend akhir bulan November lalu Jakarta Selatan diguyur hujan gede. di daerah sekitar kantorku (sekitar Jl. Fatmawati) Aura akan turun hujan gede sudah terasa sejak siang, awan hitam sudah ada sejak jam makan siang. Semakin lama langit semakin menghitam dan akhirnya turun hujan pada jam 16.00.

Kalau hujan besar jam 16.00 artinya depan ITC akan banjir dan otomatis jalanan semakin macet karena genangan air dimana2 … (hiks .. itulah kondisi Jakarta). Nyaris semua orang di kantorku (kaya banyak aja jumlahnya .. hehe) saling berpandangan dan bergumam ’Ya hujan ….’

Untungnya jam 17.00 (jam pulang) hujan sudah reda dan teman-teman segera bersiap pulang. Dalam waktu 15 menit kantor dan sepi. Aku terakhir turun dari lt 3. di bawah ketemu Pak Sunar alias pawang & kuncen & jagoannya kantor. Negnong … ’asyik pak Sunar masih ada berarti bisa nebeng naik motor ampe Rumah sakit Fatmawati’ pikirku.

Jadilah aku nebeng pak Sunar keluar komplek Dutamas lancar, depan P & K mulai merayap dan D’best mulai mandeg, akhirnya di depan RS. Setia Mitra berhenti deh.

Motor pak Sunar terus nerobos sela2 mobil dan off road di trotoar yang terjal dan sesekali harus menundukan badan dan kepala karena melintasi pepohonan .. Aaah pokoknya mah seru deh … :). Betapa senangnya kalau jam pulang dan pak Sunar masih ada …. Nuhun ya pak tumpangannya.

Sesampai di Ujung Jl. Fatmawati tempat aku harus berganti naik angkot, kulihat jalanan sangat kotor bekas batang pohon serta kanan kiri jalan penuh dengan potogan pohon jalanan. Tanya kanan kiri ternyata di sekitar Fatmawati ada angin puting beliung yang menumbangkan pepohonan dan juga meruntuhkan sebuah baliho.

Bagaimana dengan jum’at awal Desember ini ? Jakarta mendung tapi belum terlihat tanda-tanda hujan. Semoga cuaca Jakarta di bulan Desember ini baik2 aja … Amiiien.

Bahasa

Indonesia yang terdiri dari berbagai suku juga memilki berbagai macam bahasa. Entah ada berapa jenis bahasa yang ada di Nusantara ini. Dan rasanya bahasa daerah lebih kaya perbendaharaan katanya dari bahasa Indonesia sendiri. Contohnya dalam bahasaku saja (bahasa sunda) kata makan ada beberapa macam, ada ‘tuang’ (bahasa halus),  Neda (menangah), Dahar (kasar) dan Emam (biasanya untuk anak2).

Salah pengertian sering kali terjadi terutama suku Jawa & Sunda, karena sebetulnya sumber bahasanya hampir sama dari ‘Ha Na Ca Ra Ka’ jadi kadang banyak persamaan kata yang berbeda arti contohnya : ‘Atos’, dalam bahasa jawa berarti keras sedangkan dalam bahasa sunda berarti sudah. Lalu ada ‘gedang’ dalam bahasa sunda berarti pepaya, dalam bahasa jawa artinya pisang.

Atau sering juga ucapan selamat disangka nama orang, karena didaerahnya memang ucapan itu menjadi nama orang. Seperti yang terjadi pada teman bapakku.

Pernah suatu hari bapakku dan beberapa teman yang memang sunda banget pak Oman namanya, mengunjungi kota di Jawa tengah. Karena saat itu masih suasana lebaran otomatis setiap ketemu orang Jawa mereka mengucapkan ’sugeng riyadi’(selamat lebaran), karena nggak tahu, teman bapakku menjawab dengan namanya ’Oman Abdurahman’ begitu seterusnya setiap ketemu orang :

Jawa     : Sugeng Riyadi
Sunda  : Oman Abdurahman

Sampai akhirnya si Pak Oman menghampiri bapakku dan bilang, ’Pak disini mah banyak sekali yah nama ’Sugeng Riyadi’ teh. Bapakku sambil tertawa menjelaskan bahwa sugeng riyadi itu bukan nama orang akan tetapi ucapan selamat lebaran.

’Ya ampun bapak, saya pikir  sugeng riyadi teh nama orang, makanya saya juga heran kok banyak banget nama sugeng riyadi’ kata pak Oman …

Fyi nih,  kalau Sukabumi Sugeng Riyadi memang nama orang,  ya Pak Sugeng sebutannya ….  :))

RAHASIA KEHIDUPAN

Akhirnya sampai juga di penghujung bulan Juli. Bulan Juli 2008 sangat melelahkan ….  ini merupakan bulan yang super sibuk, kesibukan yang menyita tenaga, pikiran, perasaan dan emosi. Di tempat kerja kami sedang menyiapkan sebuah launching yang akan menghadirkan wapres kita. Di suatu tempat kawasan industri. Acara diadakan di outdoor … otomatis persiapan jauh lebih ribet. Salut buat teman-teman yang bekerja keras mempersiapkan acara dengan rapat2nya juga.

Ada lagi peristiwa Sahabat baikku sewaktu pesantren di Senopati  Marwah asli Manado dan sekarang tinggal di Ternate bersama suami dan Nabil anaknya. Datang kabar darinya yang memberitahukan dia akan menjalani operasi katup jantung di Jakarta. Operasi berjalan lancar aku, suami dan TB temanku sempat menengoknya di RS. Harapan kita paska operasinya.

Namun di awal Juli pula aku mendapat kabar bahwa dia dalam keadaan kritis, ada pendarahan hebat di kepala. Dia dirujuk ke RSCM. Sungguh kaget aku mendengarnya, segera setelah mendengar kabar aku langsung menuju RSCM untuk melihat keadaan. Masya Allah ……. ternyata dia sangat lemah, padahal 2 minggu sebelumnya dia terlihat sehat setelah menjalani operasi.

Aku tidak tahan melihat kondisinya, antara sadar dan tidak, suaminya sudah terlihat pasrah dan ikhlas kalau seandainya terjadi sesuatu yang terburuk padanya. Namun ya Allah …. Engkau benar-benar Maha Kuasa atas segala mahluk didunia ini. Alhamdulillah berkat atas segala kebaikan yang selalu disebarkan Marwah, serta doa dari orang-orang yang mencintai dan menyanyanginya,  kabar dari Marwah  semakin hari semakin membaik, bahkan dalam satu minggu hasil CT Scan menunjukan perkembangan yang sangat baik.

Sekarang Marwah sudah mulai pulih, aku menengok dia dengan sahabatku yang lainnya Wiwi dan Mami ke rumah tantenya di Kayu Putih I, Marwah terlihat sangat segar. Diapun banyak bercerita pada kami tentang apa yang dia rasakan saat kritis.
Astagfirullah ….. Subhanallah … Maha besar Engkau Ya Allah  ….. hanya itu yang bisa kami ucapkan.

Peristiwa lainnya, menimpa keluarga sepupuku (Edi) yang hubungannya sangat dekat dengan aku dan keluargaku. Saat itu aku sedang sibuk dengan kerjaan kantor (Launching sebua produk), sepupuku menelpon mengabarkan bahwa kedua anaknya sakit. Malam itu aku dan suamiku sangat lelah sehingga tidak mungkin untuk mengantarnya ke RS, jadi kupinjamkan mobilku.

Esoknya kutanya keadaan anaknya, dia menjelaskan bahwa si sulung Alma terkena tipus sedangkan di kecil Alpard radang tenggorokan. Besok mereka akan periksa ulang di RS. Hasilnya tetap sama. Itu kejadian terjadi tanggal  9/7.

Selanjutnya aku pikir mereka baik-baik saja. Namun sabtu tanggal 12/7 (bertepatan dengan acara launching yang ditangani kantorku)  saat aku akan berangkat ke acara , dia menelpon lagi mengabarkan bahwa Alpard masuk RS. Aku tidak berpikir macam-macam saat itu, dan pastinya kondisi akan bisa diatasi karena mereka sudah ada di RS.

Di tengah kesibukanku mendampingin wawancara, kakaku menelpon dan mengabarkan bahwa si kecil Alpard drop, segera kuberitahukan kakaku untuk merujuknya ke RS. Fatmawati. Kutelpon suamiku untuk cepat menyusul Edi.

Terus terang aku tidak curiga apapun, sesampai di kantor (jam 17.00)  kuputuskan untuk menyusul mereka ke RS. Fatmawati. Kulihat si sulung Alma sedang diinfus, dan aku diajak suamiku untuk melihat kondisi Alpard yang ternyata sudah dilarikan ke ICU.

Masya Allah …..  keadaannya ternyata sangatlah parah, Alpard sudah ada di ruang picu dengan segala alat bantu pernapasan.  Aku benar-benar terpukul melihat keadaannya, aku nggak berani menyentuhnya, tapi aku melihat kakinya sudah membiru. Aku terus mendampingi ibunya yang tak hentinya memanjatkan doa untuk kesembuhan anaknya. Namun Allah berkehendak lain Alpard yang baru berusia 2 tahun dengan kondisi sehat, tepat di jam 19.05 dipanggil kembali ke Hadirat Ilahi Robby.

Innalillah wa Inna Ilaihi Rojiun  …. Muhamad Alfairuz (Alpard)  meninggal dalam keadaan suci  tanpa dosa. Rasanya bagaikan mimpi, minggu lalu anak itu masih sangat sehat. Aku teringat kedua anakku yang menjadi selalu bermain dengan Alpard, pasti mereka juga merasakan kesedihan yang dalam.

Ya  Ilahi Robby …. Hanya kepada Engkaulah aku meminta dan Hanya pada Engkaulah aku minta pertolongan. Berikanlah kesempatan padaku untuk dapat membimbing dan mendampingi  kedua buah hatiku. Dan berikan kesempatan padaku untuk dapat berbuat lebih baik ….. Amien

Dua peristiwa di bulan Juli  ini benar-benar memberikan pelajaran bagiku bahwa hidup dan mati adalah milik Allah sang pencipta. Kita sebagai manusia tidak bisa berkata tidak ketika maut menjemput. Tua, muda, anak2, kakek, kaya, miskin, pejabat, atau rakyat biasa semuanya akan menghadapinya. Dengan hanya memakai kain kapan tanpa perhiasan dan harta kita akan dikubur dalam tanah yang berukuran 1 x 2 meter saja.

PW alias Perspektif Wimar @ ANTV

PW adalah nama sebuah program acara talk show televisi yang disiarkan setiap senin  – jum’at jam 06.00 – 06.30  yang dipandu oleh my bos Wimar Witoelar yang ditemani oleh salah satu dari wanita cantik sebagai co-hostnya  mereka itu adalah Melissa Karim, Meisya Siregar dan Cathy Sharon.

Selama 30 menit setiap paginya WW dan angel-nya memberikan informasi dari sumber yang terpercaya. 5 Perspektif dari Wimar dibagian awal memberikan angin baru, karena perspektifnya adalah sesuatu yang bisa saja serius, lucu atau hanya informasi biasa seperti ada pohon tumbang di suatu daerah misalnya. Yang pasti perspektif yang diberikan PW berbeda dengan berita dan acara lain di station lain.

Sebagai informasi aja, acara yang bertepatan dengan PW di televisi lain yang aku suka lihat adalah: dibeberapa TV ada berita pagi yang isi beritanya hampir sama antara satu station dengan station lainnya diantaranya aksi demo diberbagai daerah, kekerasan dan kejahatan .. (uuuh lebay banget deh …), televisi tetangga lainnya mengisi dengan acara informasi olahraga, dan yang terparah adalah kartu booo …(iiiih .. nyebelin banget kartun pagi2 bikin anak2 malas mandi, akhirnya telat sekolah deh .. uuh bete)

PW sendiri baru berjalan 3 bulan berjalan. Edisi pertama pada 24 Maret. Hari pertama Wimar menyapa penonton dengan kejutan special tamu Gus Dur dan Yuni Shara (dua favorit Wimar).

Aaah tak terasa, sekarang sudah episode2 terakhir. Tontonan alernatif pagi hari hilang deh. Rasanya penonton yang kehilangan tontonan akan terpaksa kembali pada acara liputan olahraga or berita TV yang ngebosenin. Trus TV-nya apa ? ya apa aja deh malah kalo perlu matiin aja TV-nya biar anak2 nggak terus nongkrong …. 

Pada siaran live terakhir, kemarin kita berkesempatan berkunjung ke studio ANTV di Centra Mulia, untuk menyaksikan Live PW dengan tamu Menperindag Mari Pangestu. Aku dengan DN dan RN berangkat pagi untuk bisa sampai di studio paling lambat jam 05.55. Kami  berkesempatan melihat recording untuk episode tadi pagi (kamis, 18 June) bersama Ireng Maulana.

Btw, tahu nggak kenapa acara ini nggak diperpanjang lagi ?? katanya sih karena rating …. atau ada pesan lain dari atasan .. wah no comment deh … tapi untuk melihat hasil liputan dari acara2 PW kunjungi aja http://www.perspektif.net dijamin pasti akan mendapat penceran.

Trus gantinya PW di ANTV apa ya ?? moga aja bukan program perusak ya ….. Amien

Komplekku Sayang, Komplekku Malang

Pamulang Permai I (Pamper I), itulah nama komplek perumahan tempat tinggalku sekarang. Aku tinggal di komplek ini sudah hampir 11 tahun (20 Desember 1997).

Perumahan ini termasuk perumahan BTN pertama di wilayah Pamulang, katanya orang dulu menyebut Pamulang dengan sebutan ‘tempat jin buang anak’ saking jauhnya dari peradaban Metropolitan  Jakarta. Itu dulu, sekarang nih di Pamulang banyak perumahan yang lebih jauh lagi … ‘tempat anak jin buang anak’ (cucu-nya sih belum … hihihi)

Banyak kenikmatan tinggal di perumahan ini, dari segi luas tanah ya BTN zaman dulu otomatis lumayan gede juga (bandingin dengan komplek2 sekarang), airnya bagus . jernih  (katanya dulu bekas kebon bukan rawa …) dan udaranya sejuk , tempat belanja ya lumayan ada Superindo, Giant, Alfa, Kentucky, belum lagi makanan2 tenda lainnya.

Lainnya, dekat dengan kantor pemerintahan kecamatan dan puskesmas dan juga polsek Sekolah didalam komplek sampai Universitas ada lho yaitu Universitas Pamulang alias Unpam. (hayo ….  mana ada kota kecamatan yang punya universitas selain Pamulang … )

Sayangnya bioskop dah bubar ….  Tapi yang terpenting dari semua itu adalah Pamper I ini adalah komplek di sekitar Pamulang yang tidak terkena banjir saat banjir besar yang melanda Jakarta dan Sekitarnya.

Cuma ada satu hal yang menjadi ganjalan, adalah jalannya yang rusak. Makanya julukan komplekku sayang, komplekku malang sepertinya cocok untuk Pamper I ini … :))

Pamper I ini memang terbilang perumahan besar dengan kurang lebih 1.000 unit rumah, jalan masuk komplek juga banyak. Mungkin karena banyak itulah kekompakan diantara sesama anggota komplek tidak terjalin dengan baik. Plus alasan2 lainnya.

Kondisi jalan di Pamper memang parah … masuk dari Portal (samping Pacuan Kuda Pamulang) jalannya seperti off road, pernah dibenerin sama calon lurah … tapi lurahnya nggak kepilih lagi. Trus kemarin Ismet –Rano mau jadi Bupati sempet juga dempul2 jalannya .. tapi tidak ada kelanjutannya.

Masuk melalui jalan Superindo … ya nggak beda jauh juga deh …. Kalau dah begitu biasanya inisiatif warga per RT atau per-gang saja memperbaiki masing-masing …  jalan utama mah teteuuup.

Ada satu lagi nih … system penomoran di Pamper rada ribet … jadi kalau kebetulan berkunjung ke Pamper I,  tanya alamat .. mintalah anter sama tukang beca yang mangkal … karena urutan bloknya rada riyeuuut…. dan hanya tukang becak yang hafal.

« Older entries